web analytics
  

Waspada Klaster Keluarga di Kota Bandung

Jumat, 13 November 2020 08:16 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Waspada Klaster Keluarga di Kota Bandung, Pandemi Corona,Klaster Corona,klaster keluarga,Update Corona Bandung

Sejumlah warga beraktivitas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (5/10/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Angka positivity rate Covid-19 di Kota Bandung saat ini masuk kategori tinggi. Pasalnya, persentasenya telah melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan WHO.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, positivity rate Kota Bandung saat ini berada di angka 7,02%. Adapun WHO menetapkan batas maksimal positivity rate sebesar 5% untuk menandai bahwa daerah yang bersangkutan memiliki sebaran kasus Covid-19 yang relatif terkendali.

"Positivity rate kita 7,02%, sebetulnya tidak boleh dari 5%. Artinya tingkat sebaran di Bandung ini masih cukup tinggi, maka harus waspada," ungkap Ema di Balai Kota Bandung, Rabu (11/11/2020).

Positivity rate secara umum menggambarkan persentase kasus positif yang didapatkan dalam setiap pengetesan Covid-19 yang dilakuakan di suatu daerah. Angka ini menjadi rujukan untuk mengetahui seberapa tinggi level transmisi lokal kasus Covid-19 di suatu daerah, dan apakah daerah tersebut sudah melalukan pengetesan yang memadai.

Persentase yang tinggi mengindikasikan adanya transmisi penularan yang tinggi di daerah tersebut, dan banyak orang yang belum mendapat tes Covid-19. Alias masih banyak kasus positif Covid-19 yang belum terdeteksi.

"Dan ini biasanya bisa berimbas pada klaster keluarga. Misalnya saya beraktivitas, bisa jadi saya menjadi carier yang berdampak bisa ke anak atau istri, maka harus disiplin. Angka positivity rate ini kalau saya ilustrasikan sudah lampu kuning, maka kita harus hati-hati," katanya.

Selain itu, dia menyatakan, minggu ini rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung mulai terisi penuh. Lagi-lagi, angka tingkat keterisian atau okupansinya juga sudah melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan WHO.

"Hal yang harus kita waspadai, jumlah orang yang dirawat sekarang ini cukup meningkat sehingga kapasitas tempat tidur yang idealnya tidak lebih dari 60%, sekarang kita sudah masuk di angka 76%. Ini juga sudah mulai lampu kuning," ungkapnya.

Oleh karenanya, dia mengatakan, untuk menekan kasus Covid-19 di Kota Bandung, dia meminta masyarakat sangat disiplin menerapkan disiplin protokol kesehatan 3M. Protokol kesehatan sudah harus menjadi bagian dari kehidupan.

"Menjaga jarak, mencuci tangan, mengenakan masker dan tidak berkerumun itu harus sudah menjadi keniscayaan, harus sudah menjadi habit baru agar positivity rate kita bisa masuk ke dalam kategori yang terkendali," ungkapnya.

"Kalau kita berdasarkan angka ini masuk ke dalam kategori yang tidak terkendali, nah itu yang harus kita perbaiki," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers