web analytics
  

2700-an Anggota Satpol PP Turun Langsung Sebagai Duta Perubahan Perilaku 

Kamis, 12 November 2020 17:06 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Nasional, 2700-an Anggota Satpol PP Turun Langsung Sebagai Duta Perubahan Perilaku , Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Satpol PP,Satpol PP Kota Bandung

(satpolppbdg)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Satuan tugas penanganan Covid-19 bidang perubahan perilaku mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi, berupaya memutus mata rantai penyebaran covid 19.Pencegahan tersebut termasuk dilakukan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di seluruh Indonesia.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Dr. Safrizal ZA, mengatakan sebanyak 2700-an anggota Satpol PP turun langsung sebagai duta perubahan perilaku.

"Pada intinya mereka melakukan dua tugas yaitu melakukan sosialisasi dan penegaan hukum," tukasnya dalam dialog “Aksi Duta Perubahan Perilaku”, Kamis (12/11/2020).

Safrizal menjelaskan lebih lanjut, dalam tugasnya di lapangan, mereka memastikan sosialisasi protokol kesehatan berjalan baik, dilakukan, dan ditegakkan.

2700-an anggota Satpol PP tersebut merupakan bagian kecil dari jumlah keseluruhan Duta Perubahan Perilaku.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Sonny Harry B Harmadi, mengutarakan hingga 10 November jumlah Duta Perubahan Perilaku terhitung 26.322 orang. 62,16% nya didominasi oleh wanita, dan sisanya pria.

Berdasarkan pekerjaan, ASN mendominasi dengan jumah 13.964. Sedangkan berdasarkan kelompok umur, rentang usia 25-44 paling banyak yaitu 10.853 orang.

Data lainnya, sejak diluncurkan pada September silam, Duta Perubahan Perilaku ini sudah mengedukasi 3,5 jutaan penduduk.

Pasar Lokasi Rawan
Dari pengalaman yang dibagikan oleh sejumlah Satpol PP dari Kota Bandung, Kabupaten Banjar (Kalsel), dan Kabupaten Jayapura, pasar menjadi lokasi yang paling rentan terjadi terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

Perwakilan dari Satpol PP Kota Bandung mengatakan saat terjadi transaksi antarpenjual dengan pembeli di pasar, mereka kerap berbincang dengan melepaskan masker. Hal yang sama terjadi juga di Pasar Jayapura. 

Bahkan di Jayapura, warga di pasar masih beranggapan jika pandemi ini adalah rekayasa. Tapi setelah diberikan penjelasan panjang lebar, mereka mau memakai masker meski pada awalnya mengira jika masker tersebut dijual dan mereka harus membelinya. 

Selain diminta untuk menggunakan masker, Satpol PP Jayapura pun secara berkelanjutan meminta warga untuk menjaga jarak dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir. 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers