web analytics
  

3 Menit Menikah, Pengantin Wanita Ini Minta Cerai

Kamis, 12 November 2020 08:29 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Unik, 3 Menit Menikah, Pengantin Wanita Ini Minta Cerai, Pernikahan tercepat,Pernikahan di Kuwait,Pernikahan,Perceraian

Seorang wanita asal Kuwait menggugat cerai lelaki yang baru menjadi suaminya kurang lebih 3 menit karena menyebutnya "bodoh". (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Seorang wanita asal Kuwait menggugat cerai lelaki yang baru menjadi suaminya kurang lebih 3 menit karena menyebutnya "bodoh".

Semua berawal ketika si mempelai perempuan hendak keluar dari gedung pernikahan sesaat setelah menikah dan malah tersandung, pada Januari 2019. Alih-alih membantu istri sahnya berdiri, si pengantin laki-laki malah menyebut istrinya "bodoh".

Sontak si wanita merasa tersinggung dan malu. Dia lalu berbalik dan meminta hakim membatalkan pernikahan mereka di tempat, saat itu juga, 3 menit setelah sah di mata negara dan agama!

Menurut Q8 News, ini adalah salah satu kasus perceraian tercepat dalam sejarah Kuwait dan mungkin di seluruh dunia.

Kejadian ini pun viral. Banyak warganet yang mencemooh pasangan tersebut karena dianggap menyia-nyiakan waktu hakim. Beberapa orang lainnya memihak mempelai perempuan dan mengatakan bahwa dia telah melakukan hal yang benar.

Jika pengantin laki-laki berani menghinanya bahkan sesaat setelah menikah, siapa yang bisa menjamin apa yang akan dia lakukan nanti.

"Jika ini adalah cara dia bertindak benar di awal, lebih baik tinggalkan dia," komentar seorang pengguna Twitter.

"Perkawinan tanpa rasa hormat, adalah pernikahan yang gagal sejak awal," tulis warganet lainnya, dilansir dari Odditycentral.

Meski demikian, beberapa orang mencurigai bahwa pengantin hanya mencari alasan untuk bisa bercerai dengan cepat.

Apalagi Kuwait termasuk negara yang memberikan bantuan keuangan kepada pasangan yang baru menikah, namun peraturan tersebut telah menyebabkan tingkat perceraian di negara Timur Tengah tersebut meroket tajam.

Banyak anak muda yang memutuskan menikah hanya untuk mendapat manfaat dari insentif negara dan kemudian dengan cepat mengajukan cerai.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers