web analytics
  

Bandung Masuk Musim Hujan, Waspada Ular di Permukiman

Kamis, 12 November 2020 05:12 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Bandung Masuk Musim Hujan, Waspada Ular di Permukiman, ular saat musim hujan,Musim Hujan Bandung,Diskar PB Kota Bandung

[Ilustrasi] Warga Kota Bandung diminta waspada kemunculan ular seiring datangnya musim hujan. (Pixabay)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Warga Kota Bandung diminta waspada kemunculan ular seiring datangnya musim hujan. Hal itu dikatakan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung yang telah menerima 122 laporan kemunculan ular di permukiman.

Kabid Kesiapsiaagaan Diskar PB Kota Bandung Yusuf Hidayat mengatakan, laporan tersebut merupakan angka yang terakumulasi sepanjang tahun. Namun, intensitas laporan meningkat di musim hujan.

Dari mana datangnya ular?

Dia menyebut, saat musim hujan ular rawan muncul ke permukiman masyarakat. Hal itu disebabkan oleh ular yang terbawa aliran sungai dari kawasan hutan.

"Fenomena ular ini (akibat) perubahan cuaca, seringnya itu pada saat musim hujan di mana air naik, banjir, (ular) terbawa, baik dari pegunungan, dari sungai, terbawa sampai komplek," kata Yusuf di Balai Kota Bandung, Rabu (11/11/2020).

Dari peristiwa yang terlaporkan selama ini, ular rentan masuk lewat saluran pembuangan rumah tangga. Bahkan tak sedikit yang muncul dari depan pintu rumah.

Dia menjelaskan, ketika air dari saluran pembuangan naik akibat hujan, ular bisa masuk ke rumah melalui paralon. Ular beberapa kali ditemukan di kamar mandi sebuah rumah. Ular-ular tersebut juga termasuk kategori berbahaya.

"Kemarin itu ada ular kobra, ular koros, bahkan ada ular sapi, semuanya membahayakan menurut saya," ungkapnya.

Masyarakat pun diminta lebih waspada. Beberapa hal yang bisa dilakukan di antaranya menutup saluran pembuangan air.

"Masyarakat bisa menutup paralon belakang pakai ban dalam bekas, saya pernah coba itu, jadi ketika airnya naik, ban bekas itu menutup paralon, sehingga ular tidak bisa masuk," ungkapnya.

Dia menyebutkan, Diskar PB Kota Bandung senantiasa siaga untuk mengevakuasi ular bila masuk ke permukiman. Warga dapat mengontak nomor telepon yang tersedia.

"Kalau tidak memiliki keahlian khusus untuk mengevakuasi ular, saya imbau hubungi kami di nomor telepon 7207113, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers