web analytics
  

Tim Advokasi NU Pasti Sabilulungan Minta KPU Masifkan Sosialisasi

Rabu, 11 November 2020 19:16 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Tim Advokasi NU Pasti Sabilulungan Minta KPU Masifkan Sosialisasi, berita kabupaten bandung,Berita Bandung,KPU Kabupaten Bandung,Pilkada Kabupaten Bandung 2020,Pilkada Serentak 2020

Warga mengamati daftar pemilih dan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020 di Kampung Cilemer, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (8/11/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Tim Advokasi pasangan calon Bupati Bandung nomor urut 1 Kurnia Agustina-Usman Sayogi (NU Pasti Sabilulungan), meminta KPU lebih memasifkan sosialisasi Pilkada 2020.

Anggota Tim Advokasi NU Pasti Sabilulungan, Toni Burton mengatakan, masih banyak masyarakat Kabupaten Bandung yang tidak mengetahui Pilkada 2020. Hal ini terindikasi saat pihaknya datang langsung ke lapangan. Dia memandang, persoalan ini karena sosialisasi dari penyelenggara pemilu yang kurang masif.

"Saat kami berkampanye, banyak orang yang tidak mengetahui pilkada. Bahkan tidak tahu siapa saja pasangan calonnya apalagi nomor urut dan visi misinya," tutur Toni, Rabu (11/11/2020).

Dengan masih banyaknya masyarakat Kabupaten Bandung yang tidak mengetahui Pilkada, secara tidak langsung kondisi ini merugikan pasangan calon. Pasangan calon maupun tim kemudian harus bekerja ekstra.

Dia pun khawatir, dampaknya nanti pada tingkat partisipasi masyarakat yang akan menurun. Padahal salah satu tolok ukur suksesnya pilkada adalah angka partisipasi masyarakat yang tinggi.

"Padahal KPU itu memiliki anggaran yang sangat besar. Termasuk untuk sosialisasi. Pasangan calon itu memiliki kemampuan terbatas untuk turut menyosialisasikan, karena terbentur dengan aturan kampanye sampai pembatasan peserta kampanye," paparnya.

Dia berharap dalam waktu satu bulan ini, KPU bisa gencar dan masif melakukan sosialisasi supaya tingkat partisipasi masyarakat meningkat.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers