web analytics
  

Insentif Nakes RSUD Sayang Cianjur Belum Turun Sejak Juni

Rabu, 11 November 2020 18:48 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Insentif Nakes RSUD Sayang Cianjur Belum Turun Sejak Juni, Insentif tenaga kesehatan Covid-19,Insentif tenaga medis Covid-19,RSUD Sayang Cianjur

Ilustrasi tenaga kesehatan Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur berencana akan mendatangi kantor Dinas Kesehatan Cianjur. Hal ini disebabkan oleh tidak kunjung cairnya anggaran insentif Covid-19 sejak Juni lalu.

Seorang tenaga medis di RSUD Sayang Cianjur yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, dia kerap menerima keluhan dari tenaga medis lainnya, mulai dari dokter, perawat, tenaga administrasi, hingga petugas pemulasaran jenazah.

“Mereka mengeluhnya ke saya, lantaran sudah 5 bulan dengan berbagai alasan tidak kunjung diturunkan anggarannya,” kata sumber itu kepada Ayobandung.com, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya, beredar kabar di kalangan tenaga medis RSUD Sayang Cianjur, titik hambatan itu ada di Dinas Kesehatan Cianjur yang harus melakukan verifikasi persyaratan untuk diajukan ke Kementerian Kesehatan.

“Rekan-rekan tenaga media sudah kesal, bahkan kalau tidak ditahan, mereka akan mendatangi Dinas Kesehatan dengan memakai hazmat dan alat pelindung diri lengkap,” katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Irvan Nur Fauzi membenarkan belum keluarnya anggaran insentif Covid-19 bagi tenaga medis di RSUD Sayang Cianjur.

“Memang belum turun anggarannya dari Kementerian Kesehatan bagi tenaga medis RSUD Sayang, terhitung sejak Juni lalu,” ujar Irvan kepada Ayobandung.com, Rabu (11/11/2020).

Irvan menolak jika pihaknya dalam hal ini Dines Kesehatan disebut menghambat verifikasi insentif Covid-19. Namun, ia mengakui secara administrasi, pencairan dana memang terkendala.

“Buat apa kami menghambat pencairan insentif bagi kawan-kawan tenaga medis di RSUD Sayang, ada kesalahan dari administrasi, misalkan dokter ini menangani pasien, tapi tidak bisa dibuktikan,” katanya.

Akibat ketidaklengkapan persyaratan, akhirnya Dinas Kesehatan sebagai pihak yang melakukan verifikasi mengembalikan berkas tersebut ke RSUD Sayang.

“Tidaklah, kami tidak menghambat, kendalanya ada dalam ketidaklengkapan administrasi. Kalau lengkap langsung turun, seperti Rumah Sakit Cimacan sudah cair,” ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers