web analytics
  

Waspada! Diskar Bandung Sudah Terima 122 Laporan Ular di Permukiman

Rabu, 11 November 2020 17:39 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Waspada! Diskar Bandung Sudah Terima 122 Laporan Ular di Permukiman, Ular King Cobra,ular di permukiman,Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung,ular musim hujan

Ilustrasi ular di permukiman. (Pixabay)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung meminta warga untuk mewaspadai kemunculan ular menyusul datangnya musim hujan. Hingga saat ini, Diskar PB Bandung telah menerima 122 laporan kemunculan ular di permukiman

Kabid Kesiapsiaagaan Diskar PB Kota Bandung Yusuf Hidayat mengatakan laporan tersebut merupakan angka yang terakumulasi sepanjang tahun. Namun, intensitas laporan meningkat di musim hujan. Ia menyebut, saat musim hujan ular rawan muncul ke permukiman masyarakat. Hal itu disebabkan oleh ular yang terbawa aliran sungai dari kawasan hutan.

 "Fenomena ular ini (akibat) perubahan cuaca, seringnya itu pada saat musim hujan di mana air naik, banjir, (ular) terbawa, baik dari pegunungan, dari sungai, terbawa sampai komplek," kata Yusuf di Balai Kota Bandung, Rabu (11/11/2020). Dari peristiwa yang terlaporkan selama ini, ia mengatakan, ular rentan masuk lewat saluran pembuangan rumah tangga. Bahkan tak sedikit yang muncul dari depan pintu rumah.

 Dia menjelaskan, ketika air dari saluran pembuangan naik akibat hujan, ular bisa masuk ke rumah melalui paralon. Ular beberapa kali ditemukan di kamar mandi sebuah rumah. Ular-ular tersebut juga termasuk kategori berbahaya.

"Kemarin itu ada ular kobra, ular koros, bahkan ada ular sapi, semuanya membahayakan menurut saya," ungkapnya.

Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk lebih waspada. Beberapa hal yang bisa dilakukan di antaranya adalah menutup saluran pembuangan air. "Masyarakat bisa menutup paralon belakang pakai ban dalam bekas, saya pernah coba itu, jadi ketika airnya naik, ban bekas itu menutup paralon, sehingga ular tidak bisa masuk," ungkapnya.

Ia menyebutkan, Diskar PB Kota Bandung senantiasa siaga untuk mengevakuasi ular bila masuk ke pemukiman. Warga dapat mengontak nomor telepon yang tersedia.

"Kalau tidak memiliki keahlian khusus untuk mengevakuasi ular, saya imbau hubungi kami di nomor telepon 7207113, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Editor: Fira Nursyabani
dewanpers