web analytics
  

8.000-an Orang Dites Massal Akibat 1 Petugas di Bandara Shanghai Positif Corona

Rabu, 11 November 2020 13:12 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, 8.000-an Orang Dites Massal Akibat 1 Petugas di Bandara Shanghai Positif Corona, Virus Corona,Fakta Virus Corona,bahaya virus corona,COVID-19

Petugas medis melakukan sterilisasi di Bandara Shanghai. (Pablo Augusto Badaroux/google map)

BEIJING, AYOBANDUNG.COM -- Otoritas pusat keuangan China di Shanghai telah mengkarantina 186 orang dan melakukan tes virus korona secara massal terhadap lebih dari 8.000 orang setelah seorang petugas kargo di Bandara Shanghai dinyatakan positif terkena virus Corona.

Dikutip dari Associated Press pada Selasa (10/11/2020), dari pemeriksaan terhadap ribuan orang tersebut, pemerintah kota Shanghai menyebut belum ada tambahan kasus baru yang terdeteksi.

Hingga kini, belum diketahui dengan jelas bagaimana petugas bandara yang berusia 51 tahun itu bisa terinfeksi corona. Kota-kota besar di China pada umumnya lolos dari banyak kasus Corona meski populasinya yang padat dan keterhubungan yang kuat dengan dunia internasional.

Pada Senin (9/11) waktu setempat, otoritas kota pelabuhan Tianjin, China bagian utara, melakukan tes Corona massal terhadap lebih dari 77 ribu orang setelah terdeteksi satu kasus penularan lokal.

Kasus baru itu diyakini terkait dengan sebuah gudang penyimpanan berpendingin, yang memperkuat kecurigaan bahwa virus Corona mungkin menyebar melalui kemasan makanan beku.

Administrasi Kesehatan Nasional China pada hari Selasa melaporkan bahwa terdapat 21 kasus baru dari luar negeri yang terinfeksi virus Corona, dan sedikitnya 426 orang masih dalam penanganan medis. 

Hingga saat ini, China telah melaporkan 86.267 kasus Corona, dan 4.634 diantaranya meninggal dunia. Sementara terdapat 788 orang yang berada dalam karantina untuk kasus suspek Corona atau karena dinyatakan positif Corona tanpa menunjukkan gejala.

Perkembangan kasus tersebut tidak hanya terjadi di China saja, melainkan negara-negara kawasan Asia-Pasifik lainnya seperti Korea Selatan dan Sri Lanka pun mengalami hal yang sama. Dan kondisi tersebut sangat berpengaruh buruk terhadap kondisi perekonomian di kedua negara tersebut. (Annisa Nur Falah/magang)

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers