web analytics
  

Uang Rusak Masih Bisa Ditukar di Bank Indonesia, Ini Syaratnya!

Rabu, 11 November 2020 12:50 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bisnis - Finansial, Uang Rusak Masih Bisa Ditukar di Bank Indonesia, Ini Syaratnya!, Penukaran Uang,Penukaran Uang Bank Indonesia,Bank Indonesia (BI)

[Ilustrasi] Uang rusak yang bisa ditukar ke Bank Indonesia. (Ayobandung.com/M Naufal Hafizh)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Jika uang kertas dan logam rusak (tidak layak edar), Anda bisa menukarkannya ke Bank Indonesia (BI). Namun, ada sejumlah kriteria atau ciri-ciri uang rusak yang masih bisa ditukar.

Bank Indonesia kembali menyediakan layanan penukaran uang rupiah rusak mulai Kamis (12/11/2020). Penukaran dapat dilakukan di kantor pusat dan kantor perwakilan BI seluruh Indonesia.

Penukaran uang hanya bisa dilakukan setiap Kamis pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.30 waktu setempat.

"Bank Indonesia membuka kembali layanan penukaran uang Rupiah rusak mulai 12 November 2020 di Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia. Penukaran uang rusak dibuka setiap hari Kamis, pukul 08.00 hingga pukul 11.30 waktu setempat di loket layanan BI," kata BI dalam situs informasi resmi, Rabu (11/11/2020).

BI menyatakan, layanan penukaran rupiah rusak ini dibuka lagi dengan tujuan memastikan ketersediaan uang layak edar di tengah masyarakat. Terutama di tengah situasi masih merebaknya pandemi Covid-19.

Tidak ada persyaratan khusus dalam penukaran uang rupiah yang rusak ini. Kalian cukup membawa uang tersebut di hari layanan yang telah ditetapkan.

"Pembukaan kembali layanan penukaran uang rupiah rusak merupakan upaya BI dalam memastikan ketersediaan uang yang layak edar di masyarakat. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar BI.

Masyarakat dapat menukarkan uang tidak layak edar dengan uang Rupiah yang layak edar di kantor Bank Indonesia setempat atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia, dan di kantor pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia atau pada waktu kegiatan kas keliling pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia.

Uang tidak layak edar meliputi uang lusuh, uang cacat, uang rusak, dan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran.

1. Uang Lusuh atau Uang Cacat

Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya.

2. Uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran

Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sepanjang dapat dikenali keasliannya dan masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan.

3. Uang Rusak

Bank Indonesia dan/atau pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukarkan Uang Rusak diatur sebagai berikut:

Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, bank wajib menukar uang rusak tersebut dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke Bank Indonesia. Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan pada kesempatan pertama.

Adapun uang rusak yang diberi pergantian sesuai dengan nilai nominal yaitu:

1. Fisik Uang Kertas lebih besar dari dua per tiga ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.

2. Uang rusak masih merupakan suatu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan lebih besar dari dua per tiga ukuran aslinya serta ciri uang dapat dikenali keasliannya.

3. Uang rusak tidak merupakan satu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak 2 (dua) bagian terpisah dan kedua nomor seri pada Uang Rusak tersebut lengkap dan sama serta lebih besar dari dua per tiga ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenal keasliannya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers