web analytics
  

3 Bulan, 3.396 Pekerja di Bandung di-PHK

Rabu, 11 November 2020 07:28 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, 3 Bulan, 3.396 Pekerja di Bandung di-PHK, Korban PHK,Dampak Pandemi Covid-19

[Ilustrasi] Sebanyak 3.396 pekerja di Kota Bandung mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaannya akibat terdampak pandemi Covid-19. Mereka adalah para pegawai di berbagai sektor perusahaan mulai dari jasa hingga manufaktur. (Istimewa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 3.396 pekerja di Kota Bandung mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaannya akibat terdampak pandemi Covid-19. Mereka adalah para pegawai di berbagai sektor perusahaan mulai dari jasa hingga manufaktur.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mengatakan, data tersebut merujuk pada data yang masuk dan tercatat di Disnaker Kota Bandung sejak Maret hingga Mei 2020.

Selain pekerja yang di-PHK, pandemi Covid-19 juga menyebabkan banyak perusahaan harus merumahkan pegawainya hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Dia mengatakan, tercatat ada sebanyak 5.804 pekerja di Kota Bandung yang dirumahkan oleh perusahaannya. Sehingga, total terdapat 9.200 pekerja di Kota Bandung yang terdampak pandemi Covid-19.

"Sektornya beragam. Terutama sektor jasa, jasa perhotelan, makanan dan minuman, manufaktur serta niaga," ungkap Marsana di Balai Kota Bandung, Senin (9/11/2020).

Selain itu, pihaknya mencatat adanya 165 kasus persengketaan selama pandemi Covid-19. Sengketa tersebut adalah perselisihan antara pekerja dengan perusahaannya terkait keberlangsungan kerja.

"Sengketa sebagian besar menyoal PHK, indisipliner juga pengurangan (upah)," ungkapnya.

Namun, di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ia mengatakan kondisi perlahan memulih. Terdapat sejumlah perusahaan yang telah kembali memanggil para pekerjanya yang dirumahkan.

"Kemungkinan sudah ada yang ditarik lagi (untuk bekerja) kami enggak pantau sejauh itu. Tapi ini dinamis, bisa dilihat mana perusahaan-perusahaan yang sekarang sudah mulai merangkak kembali, seperti misalnya perhotelan," ungkapnya. 

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers