web analytics
  

Cegah Covid-19, Restoran Cepat Saji Ini Terapkan Prokes Secara Ketat

Selasa, 10 November 2020 22:42 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gaya Hidup - Kuliner, Cegah Covid-19, Restoran Cepat Saji Ini Terapkan Prokes Secara Ketat, Pandemi Covid-19,Restoran Cepat Saji

Restoran Cepat Saji. (Eneng Reni)

MARGAHAYU, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 telah mengubah aktivitas kehidupan manusia. Di tengah masa pandemi, kini masyarakat dituntut untuk menerapkan protokol kesehatan agar terhindari dari penularan virus corona.

Kondisi ini pun dikenal dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Bukan hanya untuk masyarakat kebanyakan, kondisi new normal ini juga mewajibkan pelaku bisnis untuk menerapkan protokol kesehatan. Tak terkecuali mereka yang bergerak di bisnis kuliner, seperti restoran cepat saji

Marcom Manager PT Richeese Kuliner Indonesia, Huri Aini Huda menyampaikan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang bisnis Kuliner, seluruh outlet di bawah naungan perusahaannya diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat.

Terbukti dari pintu masuk, pengunjung terlebih dulu akan dilakukan pemeriksaan suhu badan dan dibukakan pintu oleh petugas yang berjaga. Hal itu untuk meminimalisasi penularan virus corona di dalam restoran.

"Perlengkapan protokol kesehatan seperti hand sanitizer, tempat cici tangan, dan sabunnya juga selalu tersedia di setiap sudut. Kita juga selalu memintabke semua costumer yang datang untuk selalu pakai hand sanitizer saat masuk atau mencuci tangan sebelum makan di sini," kata Huri kepada Ayobandung.com, Selasa (10/11/2020).

Huri juga mengatakan, pihaknya juga taat dalam menerapkan jaga jarak antartamu dengan memberikan tanda pada tempat duduk dan tempat untuk mengantre. 

"Kalau bisa dilihat, di sini juga antrean kita beri jarak untuk menghindari tumpukan yang terlalu dekat dengan customer," katanya.

Di era kebiasaan baru ini, Huri juga mengatakan, salah satu kewajiban umum bagi restoran cepat saji adalah membatasi jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas yang tersedia. 

Tentu saja, dari sisi bisnis batasan ini membuat pemasukan mereka terdampak. Pada praktiknya, membatasi jumlah pengunjung juga bukan perkara mudah. Namun demi keselamatan banyak pihak, hal itu menjadi harga mati untuk setiap restoran. 

"Untuk keterisian di outlet kita selalu mengutamakan jaga jarak. Di setiap meja kita beri batasan, kalau mejanya digabung maksimum hanya untuk dua orang dan yang dikasih striker itu tidak boleh diduduki. 50% of capacity itu yang selalu kita jaga," katanya.

Dia juga memastikan, para staff restoran yang bertugas untuk melayani pengunjung juga diwajibkan memakai alat pelindung diri (APD). Mulai dari masker, face shield, sarung tangan, hingga penutup rambut. 

"Dari sisi service, teman-teman kita yang memasak di belakang selalu menggunakan penutup kepala, kita Pakaikan face shield, masker, sarung tangan, supaya menjaga higienitasnya produk yang teman-teman makan," katanya.

Huri juga menambahkan, khusus untuk para driver ojek online, pihaknya menyediakan bench dengan kursi berjarak sebagai tempat mereka menunggu pesanan. Selain itu, pihaknya mengutamakan higienitas dengan melakukan perlindungan terhadap makanan yang dipesan melalui prosedur take away.

"Untuk take away kita pakai kabel ties, jadi yang dibawa teman ojol, yang pesannya dari pemesanan online, bisa aman sampai di rumah. Minuman juga pakai shield, box juga kita turut pakai stiker, ditambah kabel ties dan plastik juga," katanya.

Huri juga menegaskan, pihaknya selalu memastikan kesehatan seluruh karyawan melalui pemeriksaan Rapid test Covid-19 sebelum diperkerjakan. Huri menuturkan hal ini dilakukan sebagai salah satu cara perusahaan membantu pemerintah khususnya pemerintah dalam menjaga dan memastikan kesehatan masyarakat.

"Memang seluruh karyawan sebelum join bekerja kita selalu rapid test, seluruh karyawan. Jadi siapa pun karyawan yang baru kita selalu pastikan bahwa dia secara fisik sehat dan tidak reaktif covid-19. Dan teman-teman cook yang ada di sini dipastikan sudah melalui rapid test," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers