web analytics
  

Dituduh Buronan, Habib Rizieq Jelaskan Surat SP3 Pakai Bahasa Arab

Selasa, 10 November 2020 22:24 WIB
Umum - Nasional, Dituduh Buronan, Habib Rizieq Jelaskan Surat SP3 Pakai Bahasa Arab, Habib Rizieq Shihab,Surat SP3,Arab Saudi

Habib Rizieq Shihab. (Suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Habib Rizieq Shihab, Imam besar FPI, mengungkapkan klaim terkait persoalannya di Arab Saudi, ketika hendak pulang ke Indonesia, Selasa (10/11/2020).

Habib Rizieq mengklaim, kepulangan dirinya mengalami sedikit kendala. Tapi akhirnya, justru pemerintah Arab Saudi meminta maaf kepada dirinya.

Mulanya, Habib Rizieq mendapat tuduhan bahwa dirinya adalah buronan yang sedang dicari oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah Arab Saudi pun menanyakan hal itu kepadanya.

"Jadi katanya saya ini buronan, melarikan diri, ada persoalan hukum yang saya hadapi, saya katanya red notice. Kemudian ada lagi yang mengatakan kalau saya ini orang politik yang selalu bikin keributan di mana-mana, nanti bahaya untuk keamanan Saudi," kata Habib Rizieq dilansir YouTube Front TV, Selasa (10/11/2020).

Laporan itu, dinilai Habib Rizieq, tidak akan ditindaklanjuti pemerintah Arab Saudi jika bukan berasal dari orang-orang berkedudukan tinggi.

"Ini laporan-laporan semacam ini saya tidak mau menuduh si A, atau si B, atau si C. Tapi ini ada, ini bukan laporan dari orang biasa. Kalau laporan dari orang biasa, saudara tidak akan dihiraukan pemerintah Saudi. Ini tingkat negara, bukan tingkat RT, tingkat RW. Berarti ini yang memberikan laporan ini tingkat tinggi juga," ujar Habib Rizieq.

Ia lantas bertanya kepada pemerintah Arab Saudi tentang sumber informasi kasus hukumnya, dan menjelaskan bahwa ia telah mengantongi Surat Pengnentian Penyidikan dan Penuntutan (SP3).

"Saya katakan kepada mereka, saya tidak punya kasus hukum. Mana buktinya? Saya punya SP3," tukas Habib Rizieq.

Ia mengaku sampai menerjemahkan surat SP3 itu ke dalam bahasa Arab.

"SP3-nya saya terjemahkan ke dalam bahwa Arab. Kayaknya tidak ada dalam sejarahnya SP3 diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Sebab kalau saya serahkan SP3 ya tentukan polisi di sana enggak paham. Intelijen di sana enggak paham, apa isinya, apa maksudnya. Kita terjemahkan ke dalam bahasa Arab," jelas dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers