web analytics
  

Fadli Zon Dukung Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Provinsi Sunda

Selasa, 10 November 2020 15:38 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Fadli Zon Dukung Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Provinsi Sunda, Provinsi Sunda,Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat,Provinsi Tatar Sunda,Fadli Zon,Kongres Sunda

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon hadir dalam dialog Aspirasi Pengembalian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda pada Gelaran Kongres Sunda di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (10/11/2020). (Ayobandung.com/Irfan AI-Faritsi)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon mendukung aspirasi beberapa tokoh yang menginginkan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda.

Menurut Fadli, ajuan pengembalian nama Provinsi Sunda sangat memungkinkan, terlebih hal ini merupakan aspirasi masyarakat di Jawa Barat. 

Dia juga menilai, ajuan beberapa tokoh mengenai pengembalian nama Provinsi Sunda ini cukup masuk akal. Pasalnya, kata Fadli, menilik riwayatnya, Tatar Sunda telah menjadi salah satu wilayah yang memiliki sejarah cukup tua di Indonesia.

"Tanah Sunda atau Negeri Pasundan ini adalah salah salah satu yang mempunyai sejarah yang cukup tua. Dari berbagai peninggalan artefak arkeologis ada yang mengatakan (Tatar Sunda) di abad ke-4, abad ke-2, atau bahkan ada sebelum masehi seperti arca domas di Bogor itu 5.000 tahun yang lalu," kata Fadli usai gelaran Kongres Sunda di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung, Selasa (10/11/2020).

Fadli juga mengatakan, berdasarkan fakta sejarah di masa lampau, telah ada istilah kepulauan Sunda Besar dan kepulauan Sunda Kecil. Bahkan lanjut dia, Negara Pasundan pernah dipimpin oleh dua presiden. 

"Jadi saya kira kalau sekarang ada aspirasi menggunakan nama Pasundan atau Sunda sebagai Provinsi itu justru memperkuat kebinekaan kita karena ada sejumlah provinsi yang juga menggunakan nama suku, nama etnis," katanya.

Sebelumnya, Fadli juga mengusulkan nama Provinsi Sumatera Barat diganti nama dengan Provinsi Minangkabau. Karenanya, bagi dia, aspirasi beberapa tokoh untuk mengganti nama Jawa Barat dengan Sunda sah-sah saja. 

"Apalagi menurut saya memang mayoritas adalah masyarakat etnis Sunda dan punya banyak keistimewaan-keistimewaan di masa lalu juga. Dulu yang namanya Batavia, zaman Belanda masuk wilayah Jawa Barat atau Pasundan. Kebudayaan yang bahkan sampai wilayah yang masuk wilayah administrasi Jawa Tengah," kata dia.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon hadir dalam dialog Aspirasi Pengembalian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda pada Gelaran Kongres Sunda di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (10/11/2020). (Ayobandung.com/Irfan AI-Faritsi)

Kendati demikian, Fadli menyadari riak polemik dari masyarakat khususnya di wilayah perbatasan yang menolak pengembalian nama Provinsi Sunda tidak bisa dihindari.

Secara umum di Jawa Barat selain Suku Sunda, juga terdapat Suku Bangsa Cirebon yang berada di perbatasan dengan Jawa Tengah. 

Wilayah Jawa Barat juga mencakup wilayah Bekasi dan Depok di mana banyak terdapat suku bangsa Betawi di dalamnya. Karenanya, Fadli menyarankan, perlu adanya dialog yang menjembatani pertemuan kedua belak pihak.

"Saya kira masyarakat Betawi tidak masalah membicarakan itu, begitu juga Cirebon karena ada percampuran budaya. Saya kira itu bagian yang perlu dimusyawarahkan. Tapi sebagai sebuah usulan saya kira wajar," katanya.

"Seperti yang tadi saya sampaikan, kita ada Aceh, Papua, Bali, Lampung, Gorontalo, dan lainnya. Jadi menurut saya gak ada masalah, itu tidak akan mengubah, justru memperkuat. Di era globalisasi ini, identitas-identitas kecil itu menjadi sangat penting, maksudnya kembali kepada jati dirinya," katanya.

 

Urgensi Pemekaran Wilayah

Fadli menilai, dinamika dan masalah pembangunan yang terjadi di Jawa Barat adalah terletak pada populasi yang hampir 50 juta jiwa per 2019.

Kondisi ini memaksa penduduk akan berebut sumber daya, tata ruang, sekolah berkualitas, fasilitas kesehatan, hingga transportasi.

Untuk itu, pengendalian populasi menjadi salah satu solusi dinamika pembangunan di Jawa Barat salah satunya dengan usulan pemekaran wilayah.

Namun Fadli menilai, usulan ini telah bergulir cukup lama tanpa ada realisasi. Apalagi menurutnya, Jawa Barat selama ini mengalami diskriminasi di dalam persoalan distribusi keuangan.

Menurut Fadli, diskriminasi ini terlihat pada anggaran pendapatan yang prosentasenya tidak proporsional jika dibandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Waktu itu sudah ada tiga yang mau dimekarkan tapi belum terlaksana dan seharusnya ada belasan lagi yang ikut. Seperti di Bogor, ada tuntutan untuk Bogor Barat dan Bogor Timur karena jumlah penduduk Bogor sudah 6 juta. Jadi itu sudah kewajiban dimekarkan itu," katanya.

Oleh karenanya, Fadli menyarankan perlu dilakukan diskusi oleh para tokoh untuk membuat naskah akademik dan rancangan usulan pergantian nama ini.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon hadir dalam dialog Aspirasi Pengembalian Nama Provinsi Jawa Barat Menjadi Provinsi Sunda pada Gelaran Kongres Sunda di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (10/11/2020). (Ayobandung.com/Irfan AI-Faritsi)

Dia juga menyebut, rancangan itu bisa diusulkan kepada anggota DPR yang merupakan perwakilan dari Jawa Barat, termasuk dirinya yang merupakan perwakilan untuk Dapil 5 Jawa Barat.

"Kalau saya sudah pasti akan mendukung, dan tentu ini nanti dibawa ke DPR sebagai usul inisiatif dari DPR, kemudian masuk ke dalam proleknas, dan seterusnya," ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers