web analytics
  

Kasus Sabu dalam Truk Masuk Jaringan Narkoba Antarpulau

Selasa, 10 November 2020 15:18 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, Kasus Sabu dalam Truk Masuk Jaringan Narkoba Antarpulau, truk pembawa sabu,Jaringan Pengedar Narkoba Antarprovinsi,Polda Jawa Barat,pengedar sabu

Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, mengamankan sebuah truk yang membawa narkoba jenis sabu-sabu di Gerbang Tol Cikampek Utama, Sabtu (7/11/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, mengamankan sebuah truk yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu jaringan antar provinsi. Truk tersebut diamankan di Gerbang Tol Cikampek Utama, Sabtu (7/11/2020).

Dirresnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat menjelaskan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan terkait kasus peredaran narkotika ini.

"Ini sindikat antarpulau. Barangnya dari luar negeri ini, akan diedarkan di Jawa Barat kemungkinan tipis, namun yang jelas akan dibawa ke Jawa Timur," jelas Rudy di Polda Jabar, Selasa (10/11/2020).

Pada saat penangkapan, Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar bergerak melakukan penyelidikan dari Pelabuhan Bakauheni hingga Pelabuhan Merak.

"Berawal kami mendapatkan laporan informasi bahwa ada pengiriman narkoba jenis sabu dikirim dari Pelabuhan Kampar, Pekanbaru Riau. Barang tersebut akan diantar ke Madura, Jawa Timur," katanya.

Rudy menuturkan, 2 orang kurir berinisial AHD dan OM diamankan dalam kasus peredaran narkotika jaringan antarpulau tersebut.

"Statusnya keduanya sebagai kurir. Mereka sopir dan kernet truk yang diamankan. Untuk sekali pengiriman 1 bungkusnya mereka diberikan upah Rp50 juta, ya dikali 10 bungkus berarti mereka dapat upah Rp500 juta," tuturnya.

Truk pembawa 10 kg sabu yang disita Polda Jabar, Sabtu (7/11/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut. "Kita amankan narkotika jenis sabu seberat 10,9 kilogram, lalu 1 unit truk berwarna kuning bernomor polisi W 9812 NV, 1 set ban serep dan beberapa handphone," kata Rudy.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau pidana penjara seumur hidup dan denda Rp 10 Miliar.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers