web analytics
  

Mengenal Keampuhan Plasma Konvalesen dalam Pengobatan Covid-19

Selasa, 10 November 2020 12:34 WIB Netizen Khairunnisa
Netizen, Mengenal Keampuhan Plasma Konvalesen dalam Pengobatan Covid-19, Plasma Konvalesen,Pengobatan Covid-19

Ilustrasi. (Pixabay/Gerd Altmann)

Khairunnisa

Asisten Farmasi.

AYOBANDUNG.COM -- Desember 2019, bulan ketika dunia dibuat gempar oleh wabah yang menyerang Kota Wuhan yakni virus corona atau sering kita sebut dengan Covid-19.

Virus ini bentuknya menyerupai mahkota yang dapat menyebabkan kematian. Kini virus tersebut telah menyebar luas ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak cara dalam pengobatan atau terapi yang diberikan, salah satunya menggunakan plasma konvalesen.

Plasma konvalesen merupakan sistem imun yang bersifat pasif. Plasma konvalesen juga merupakan cara terapi yang sudah lama ada. Terapi ini pernah digunakan untuk menangani wabah sebelumnya, seperti  Difteri pada tahun 1892, SARS tahun 2003 dan Ebola tahun 2013-2016. 

Terapi ini didapatkan dari plasma dalam darah orang-orang yang telah sembuh dari virus corona. Orang yang telah sembuh dari virus corona pasti mempunyai banyak antibodi di dalam tubuhnya dan antibodi ini berfungsi untuk membunuh virus tersebut. 

Antibodi ini terdapat di dalam darah sehingga antibodi ini dapat diambil dengan cara donor darah. Namun  sebelum pengambilan plasma dalam darah, menurut Kemenkes RI tahun 2020, ada  beberapa syarat yang harus dipenuhi agar seseorang dapat mendonorkan plasmanya untuk dijadikan plasma konvalesen Covid-19, yakni pasien rentang umur di atas 18 sampai 65 tahun  dengan berat badan di atas 48 kg.

Selain itu, pendonor harus sudah sembuh dari Covid-19 minimal 14 sampai 28 hari, ditandai dengan hasil tes PCR negatif selama dua hari berturut-turut,  bebas dari infeksi menular lewat darah seperti HIV/AIDS, hepatitis B dan C, sifilis, dan lolos tes kesehatan umum.

Sementara itu, untuk pasien Covid-19 sebagai penerima atau resipien plasma harus memenuhi syarat, yakni pasien Covid-19 yang telah kritis dan pasien yang dirawat yang mengeluh sesak nafas.

Adapun untuk tempat pendonoran dapat dilakukaan di Unit Transfusi Darah (UTD) dan pusat plasmapheresis, yakni unit yang melaksanakan penyedian plasma dari donor darah melalui cara  apheresis.

Apheresis merupakan metode pemisahan plasma dari komponen darah. Komponen yang tidak diambil dapat dikembalikan lagi ke tubuh pendonor. Kemudian Plasma konvalesen yang telah didapatkan di transfusikan kepada pasien Covid-19 sehingga pasien tersebut akan mendapatkan banyak antibodi yang dapat membantu membunuh virus corona.

Menurut beberapa penelitian, salah satunya publikasi yang dilaporkan dari database PubMed, EMBASE, dan Medline hingga 19 April 2020 membuktikan untuk pemberian plasma konvalesen ini dapat meringankan gejala bahkan mempercepat kesembuhan.

Tidak hanya itu, kini Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan secara resmi memulai penelitian Uji Klinik Terapi Plasma Konvalesen pada pasien Covid-19 pada Selasa, 8 September 2020.

Pengujian klinik bertujuan melihat keamanan dan profil farmakokinetik serta efikasi dari plasma konvalesen. Menurut Kemenkes RI Penelitian Uji Klinik Pemberian Plasma Konvalesen sebagai Terapi Tambahan Covid-19 ini dilakukan oleh Pusat Litbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Badan Litbangkes bekerjasama dengan Lembaga Eijkman, Kemenristek/BRIN, Palang Merah Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta seluruh rumah sakit yang terlibat.

Akan tetapi, masih terdapat banyaknya keterbatasan data terhadap pengujian menggunakan plasma konvalesen ini dikarenakan pada pengujian juga diberikan bersamaan dengan obat lainnya. Namun mengingat semakin luasnya penyebaran virus Covid-19,  maka terapi ini sangat layak untuk dapat dipertimbangkan sebagai solusi sementara dalam penanganan Covid-19, yang mana mungkin dapat mengurangi angka kematian yang semakin meningkat. 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen Selasa, 22 Juni 2021 | 10:21 WIB

Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati

Netizen, Kerja Bakti Selalu Menenangkan Hati, limbah,Jatinangor,desa cisempur,Kahatex,kebersihan lingkungan

Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 07:00 WIB

Pelecehan seksual di Indonesia merupakan salah satu kasus yang sering meningkat setiap tahunnya.

Netizen, Modus Pelecehan Seksual Baru di Media Sosial, Pelecehan Seksual,Media Sosial,Indonesia,Twitter

Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini

Netizen Senin, 21 Juni 2021 | 06:25 WIB

Berdiam diri di rumah saat pandemi, namun tetap dapat penghasilan akan menjadi suatu angan–angan bagi setiap orang.

Netizen, Diam di Rumah Namun Tetap Punya Penghasilan? Coba Bidang Ini, Diam di Rumah,Penghasilan,Industri Kreatif,Desain Grafis

Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 10:40 WIB

Kegagalan akan selalu ada, namun tidak berarti kegagalan ini akhir dari segalanya.

Netizen, Tidak Lulus SBMPTN Bukan Akhir dari Kariermu, SBMPTN,karier,Pendidikan

Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi

Netizen Minggu, 20 Juni 2021 | 09:00 WIB

Entah bosan atau memang terlalu percaya diri sehingga setiap tanggal merah, jalan menuju tempat wisata tak pernah sepi.

Netizen, Ironi Tanggal Merah Saat Pandemi, Tanggal Merah,Pandemi,Libur

Masa Kecil Anak Zaman Now!

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:40 WIB

Masa kecil merupakan pengalaman atau peristiwa yang terjadi saat masih anak- anak. Masa ini biasanya hanya datang satu k...

Netizen, Masa Kecil Anak Zaman Now!, Permainan Tradisional,anak zaman now

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:32 WIB

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen, Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat, fesyen lambat,Fesyen,Kerusakan Lingkungan

Interpretasi dalam Geowisata

Netizen Kamis, 17 Juni 2021 | 19:40 WIB

Daya tarik geowisata Jawa Barat adalah jawaranya.

Netizen, Interpretasi dalam Geowisata, Interpretasi,geowisata,Jawa Barat
dewanpers