web analytics
  

Droplet Pasien Covid-19 saat Batuk tanpa Masker Bisa Menyebar Hingga 6 Meter

Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, Droplet Pasien Covid-19 saat Batuk tanpa Masker Bisa Menyebar Hingga 6 Meter, droplet,COVID-19,Pakai masker,Denda Tak Pakai Masker

Simulasi penyebaran droplet ketika pasien Covid-19 batuk tanpa masker dalam iklim tropis Singapura.  (A*STAR/The Strait Times)

SINGAPURA, AYOBANDUNG.COM -- Para peneliti di Singapura berhasil mengembangkan simulasi yang lebih akurat untuk menggambarkan penyebaran droplet ketika pasien Covid-19 batuk dalam iklim tropis Singapura. 

Tim dari Technology and Research's (A*Star) Institute of High Performance Computing memiliki kemampuan untuk mensimulasikan droplet. Mereka bekerja dengan badan publik untuk merencanakan batas ukuran berkerumun dan tindakan manajemen penanganan Covid-19 yang aman. 

Dikutip dari Strait Times, Direktur Eksekutif Institut Lim Keng Hui, mengatakan bahwa sementara penelitian lain tentang penyebaran tetesan batuk telah dilakukan, penelitian ini belum mempertimbangkan faktor-faktor penting di Singapura, termasuk iklim tropisnya. 

"Singapura memiliki iklim tropis, itulah sebabnya kami menggunakan beberapa kondisi lingkungan dengan kelembaban yang sesuai (tingkat) di Singapura. Droplet di iklim tropis akan sangat berbeda dari iklim sedang, yang akan lebih kering," ujar Dr. Lim

Rekan penelitinya, Kang Chang Wei, menambahkan bahwa beberapa penelitian sebelumnya juga membuat asumsi tentang tetesan saat droplet terbang di udara yang tidak berlaku di Singapura. 

Dr. Kang, yang merupakan ilmuwan senior di institut tersebut mengatakan penelitian lain ini mengasumsikan bahwa tetesan batuk akan menguap sepenuhnya saat terbang dan menghilang, atau tidak menguap sama sekali. 

Namun dalam iklim Singapura yang lembab, tetesan batuk yang besar akan menguap sebagian, meninggalkan tetesan yang lebih kecil - yang kemudian bisa terbawa lebih jauh oleh angin. 

Para ilmuwan memperhitungkan faktor-faktor ini dalam simulasi mereka, yang kemudian diterbitkan dalam jurnal Physics Of Fluids pekan lalu. 

Penelitian ini bekerja sama dengan National Supercomputing Center. 

Tim tersebut memasukkan kombinasi fisika dan persamaan matematika, berdasarkan studi sebelumnya tentang virus corona, ke dalam superkomputer untuk menghasilkan simulasi mereka. Kemudian keakuratan dari simulasi ini diverifikasi oleh A*Star's Institute of Materials Research and Engineering dengan menggunakan generator aerosol untuk membuat ulang skenario simulasi dalam kehidupan nyata. 

Di antara banyak temuan mereka, para peneliti menemukan bahwa tetesan batuk dari orang yang tidak mengenakan masker memiliki ukuran 100 mikrometer dan tetesan tersebut dapat menyebar sejauh 6,6 meter dengan kecepatan angin 2 meter per detik.

Dari ukuran tetesan batuk yang beragam, Dr Kang mengatakan ukuran 100 mikrometer (µm) adalah ukuran rata-rata tetesan batuk, dan 2 meter per detik (m/s) adalah kecepatan rata-rata angin di Singapura.

Para peneliti menambahkan bahwa dalam simulasi mereka saat ini, langkah-langkah penanganan aman Covid-19 di Singapura dinilai efektif dalam mengurangi risiko penyebaran virus tersebut.

Dr. Lim mengungkapkan bahwa penelitian ini telah menunjukkan bukti ilmiah betapa pentingnya menggunakan masker, menjaga kebersihan pribadi, menjaga jarak sosial, dan memastikan lingkungan berventilasi baik, karena hal-hal tersebut dapat membantu menurunkan risiko penularan secara kolektif."

Dr Kang mengatakan model mereka dapat diterapkan untuk membuat berbagai skenario "What If".

Hal ini dinilai akan membantu pihak berwenang untuk lebih akurat dalam merencanakan langkah-langkah penaganan Covid-19 yang aman untuk kedepannya, karena mereka sekarang memiliki alat ilmiah tambahan untuk mengukur risiko penyebaran virus corona di suatu acara tertentu. (Annisa Nur Falah/magang)

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers