web analytics
  

PERSIB HARI INI: Bandung Membiru Sambut Sang Juara LSI 2014

Senin, 9 November 2020 11:32 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, PERSIB HARI INI: Bandung Membiru Sambut Sang Juara LSI 2014, LSI 2014,Persib juara LSI 2014,Pesta Rakyat kemenangan Persib,Persib Bandung,Berita Persib Hari Ini,PERSIB HARI INI

Pemain dan ofisial Persib Bandung melakukan sujud syukur di ruang ganti pemain. (Instagram/@ridwankamil)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejarah mencatat, enam tahun silam atau tepatnya 9 November 2014, Kota Bandung menjadi lautan biru. Pada hari itu, digelar puncak perayaan juara Maung Bandung dalam even bertajuk "Pesta Rakyat" yang diinisiasi Wali Kota Bandung saat itu, Ridwan Kamil. 

Sehari sebelumnya, secara spontan ribuan bobotoh menyambut kedatangan rombongan Persib di Bandara Husein Sastranegara, 8 November 2014. Skuat Maung Bandung kala itu menggunakan pesawat Hercules dari Palembang dan tiba di Bandung dan tiba pukul 11.00 WIB.

Tidak tanggung-tanggung dalam puncak perayaan ini, para pemain, pelatih dan ofisial Persib, dan trofi juara LSI 2014, diarak keliling Kota Bandung. Dari mulai Cibiru hingga Lapangan Gasibu, tempat pesta rakyat kemenangan Persib dipusatkan.

Selain itu, perbincangan soal kesuksesan Persib menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) 2014 usai mengalahkan Persipura lewat drama adu penalti di Stadion Jakabaring Palembang, 7 November 2014 begitu ramai di berbagai pelosok Bandung maupun Jawa Barat.

Dari warung kopi hingga kafe. Dari bocah hingga kakek dan nenek. Bahkan Persib Juara menjadi trending topic di lini masa. 

Sebelum arak-arakan dimulai pukul 14.00 WIB dari Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung sudah membiru. Ribuan atau mungkin ratusan ribu bobotoh, warga kota tumpah ruah ke jalan untuk menyambut sang juara yang telah mengakhiri puasa gelar juara selama 19 tahun lamanya.

Kala itu, arakan-arakan dimulai pukul 14.00 WIB dari halaman Mapolda Jabar, rombongan konvoi pun bergerak melalui Jalan Soekarno-Hatta Cibiru-Cicaheum-Jalan Ahmad Yani-Jalan Asia Afrika-Jalan Sunda-Gasibu. 

Pucak titik kepadatan bobotoh dan warga beratribut biru bahkan terpantau di Jalan Dalem Kaum, Jalan Asia Afrika, Jalan Karapitan, Jalan Braga, Jalan Merdeka, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Merdeka, Jalan Ir. Djuanda, Jalan Ahmad Yani, dan sepanjang Jalan AH. Nasution.

Begitu juga dengan jalan-jalan menuju Lapangan Gasibu, pusat Pesta Rakyat Persib Juara.

Dapat dibayangkan, sejumlah ruas jalan yang dilalui arak-arakan Bandros pembawa rombongan Persib dan kendaraan hias lain dibuat lumpuh total. Kemacetan parah terjadi hampir di seluruh ruas jalan, termasuk yang tidak dilalui.

Di sepanjang jalan Kota Bandung yang membiru, membahana yel-yel dan chant "Persib Juara, Persib Juara, Persib Juara".

Hari itu, rombongan arak-arakan baru tiba di Lapangan Gasibu dan Gedung Sate, sekitar pukul 19.00 WIB. Di sana, rombongan sudah disambut yel-yel ribuan bobotoh dan warga.

Bahkan lagu legendaris “Persib Bandung” yang dinyanyikan oleh kang Ibing berkumandang di depan Gedung Sate diikuti teriakan bobotoh dari seluruh Jawa Barat. 

Seperti diketahui, perjalanan Persib begitu panjang untuk memenangi gelar Liga Indonesia yang kedua. Bagaimana tidak? Bobotoh harus menunggu 19 tahun untuk kembali bisa mengarak piala LSI dan tim juara keliling Kota Bandung setelah yang terakhir kali pada Liga Indonesia I 1994-1995. 

Penantian ini tentunya disambut dengan kemeriahan yang luar biasa, bahkan menjadi pesta rakyat warga Jawa Barat. Anak-anak, remaja, dewasa, pria maupun wanita ikut menyambut kemeriahan yang menjadi pesta rakyat warga Jawa Barat itu.

Tidak sedikit orang pula yang melakukan kaul apabila Persib juara. Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung) mencukur rambutnya hingga gundul, ada yang memotong kumisnya sebelah, ada yang syukuran membuat tumpeng dan masih banyak lagi.

Ketegangan di Drama Adu Penalti

Pada 7 November 2014, Stadion Jakabaring Palembang menjadi saksi bisu di mana jutaan pasang mata tertuju pada I Made Wirawan. Ekspresi ketegangan terpancar dari wajah penjaga gawang andalan Persib Bandung tersebut.

Sesaat sebelum dilakukan tendangan 12 pas, Made membalikan badan ke arah belakang gawang saat pemain Persipura Jayapura, Nelson Alom hendak mengeksekusi penalti.

Made tampak berdoa, berkonsentrasi, berupaya untuk mementahkan tendangan penalti algojo keempat Persipura dalam drama adu penalti final Liga Super Indonesia (LSI) 2014 itu.

Wajah Made penuh kecemasan. Maklum, beban berat berada dipundaknya saat itu. Made diharapkan menjadi penyelamat dan bisa mengubah situasi agar Persib bisa memimpin skor dalam drama penalti di partai puncak.

Sebaliknya, sang algojo penalti Persipura, Nelson Alom tampak tenang menghadapi bola. Wasit pun meniup peluit, Nelson mengambil ancang-ancang. Beberapa langkah ia lari menuju bola. Tak terduga tendangan Nelson Alom berhasil dipatahkan kiper asal Bali tersebut.

Stadion Jakabaring Palembang pun sontak bergemuruh. Raut ketegangan dari wajah bobotoh perlahan cair. Meski begitu, jantung tetap berdegup kencang menanti aksi penendang terakhir Persib, Acmad Jufriyanto.

Saat melangkah menuju titik putih, Acmad Jufriyanto berhasil menutupi ketegangannya. Bek andalan Persib itu terlihat santai meskipun memangku beban berat sebagai penendang penentu.

Seluruh mata tertuju pada pemain yang karib disapa Jupe itu. Apakah Jupe bisa membantu mempersembahkan gelar juara yang dinantikan Persib selama hampir 19 tahun?

Jupe mengambil ancang-ancang. Dihadapannya, penjaga gawang Dede Sulaeman berkonsentrasi pun untuk mengantisipasi arah bola yang datang. Peluit dibunyikan, jala gawang Dede bergetar. Jupe sukses mengeksekusi tendangan penalti terakhir tersebut.

Detik itu juga, gemuruh, tangis, hingga teriakan bobotoh menyambut Persib juara. Pasalnya, tropi yang lama hilang kini bisa pulang kembali ke Kota kembang. Persib Bandung berhasil merengkuh gelar juara kompetisi strata tertinggi di Indonesia, Liga Super Indonesia 2014.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers