web analytics
  

Saat Anggota Persis Dituduh Komunis

Senin, 9 November 2020 05:35 WIB Netizen Hafidz Azhar
Netizen, Saat Anggota Persis Dituduh Komunis, Persis,Persatuan Islam,Komunis

Gambar Pengurus Komunis Tahun 1923. (Dokumentasi Perpustakaan Nasional)

Hafidz Azhar

Penulis lepas, alumnus pascasarjana Kajian Budaya Unpad, Redaktur situmang.com

AYOBANDUNG.COM -- Pertengahan Agustus 1924, seorang juragan haji dikabarkan meninggal dunia oleh surat kabar merah di Bandung. Satu per satu orang-orang melayat ke rumahnya untuk sekadar mengucapkan bela sungkawa, atau menyalatinya serta mengantarkan ke permakaman tanpa dikumandangkan azan maupun taburan bunga di atas kuburan. Seusai dimakamkan, orang-orang mulai diliputi pertanyaan dan rasa curiga, mengingat tata cara yang dilakukan oleh keluarga jenazah tampak berbeda dengan kebiasaan masyarakat waktu itu. Lazimnya, ketika seseorang meninggal, baik keluarga atau kerabat terdekat lainnya, mengucapkan talqin, selawat, atau membaca surat Yasin sambil berhadapan dengan orang meninggal. Namun, hal itu tidak mereka lakukan hingga menimbulkan dugaan yang diarahkan pada kelompok tertentu.

Konon, juragan haji yang diketahui bernama Durahman merupakan anggota organisasi keislaman Persis (Persatuan Islam) yang memiliki basis terbesar di Bandung. Belum ada kejelasan apakah Haji Durahman punya pengaruh besar dalam organisasi Persis, atau hanya sebatas anggota biasa. Yang pasti, setelah menyaksikan perlakuan keluarga terhadap jenazah, banyak orang kemudian mengklaim, bahwa Haji Durahman adalah seorang Komunis karena ajarannya tidak sesuai dengan pemahaman masyarakat umumnya. Tuduhan itu tentu membuat heboh. Meskipun kaum merah menganggapnya sebagai lelucon. Soerapati tanggal 16 Agustus 1924 menggambarkan kejadian ini dengan ditulis oleh seorang bernama Ramidjoed.

“Toean Hadji Doerachman lid Persatoean Islam, kamari ijeu geus maot. Koelantaran T.H.D. (Toean Hadji Doerachman) teh lid Persatoean Islam, djadi tjara-tjarana teh noeroetkeun agama Islam toelen, njaeta ngarobah naon noe teu aja dina coer’an. Saperti teu make hadjat, teu make salawat, maitna teu diharewosan djeung l.l. Ajeuna djelema djelema goejoer madjar maneh T.H.D. communist. Djadi ana kitoe saroewa bae djeung communisme teh meh saroewa djeung agama Islam toelen. Kapan oerang oge njaho jen Persatoean Islam teh lain P.E.B., tapi rek ngahadean agama Islam. Ah! Keun bae atoeh ijeu perkara oerang pasrahkeun bae ka Persatoean Islam. Hi! Hi! Aja-aja bae (Tuan Haji Durahman anggota Persatuan Islam, kemarin dikabarkan meninggal. Karena T.H.D. itu anggota Persatuan Islam, jadi tata caranya mengacu pada agama Islam sesungguhnya, yaitu mengubah apa saja yang tidak tercantum dalam Al-Qur’an. Seperti tidak menggelar upacara hajat, tidak salawatan, jenazah tidak dibisiki bacaan dan lain-lain. Sekarang orang-orang pada heboh, disangkanya T.H.D. itu komunis. Bukankah kita tahu bahwa Persatuan Islam itu bukan P.E.B., tapi ingin memperbaiki agama Islam. Ah! Biarin saja kalau begitu urusan ini kita serahkan saja sama Persatuan Islam. Hi! Hi! Ada-ada saja)”.

Dari berita itu, terlihat sebuah pembelaan yang menganggap Persis tidak melakukan kesalahan. Menurutnya, kehadiran Persis bukan untuk merusak Islam. Bahkan ingin mengembalikan ajarannya pada tradisi Al-Qur’an. Memang, hal ini cukup mengherankan. Alih-alih stigma negatif muncul kepada Komunis karena dianggap tidak bertuhan, mereka malah membela suatu kelompok Islam yang jelas-jelas berbeda ideologi.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Overzicht van de Inlandsche en Maleisch-Chineesch Pers nomor 6 tahun 1925, tercatat kabar yang memberitakan tentang pertemuan yang digelar oleh Sarekat Rakyat Cimahi. Acara itu diselenggarakan tanggal 22 Januari 1925 di kawasan Citatah, Cipatat, yang dihadiri oleh 100 orang laki-laki dan perempuan. Untuk berjaga-jaga, 20 orang aparat polisi diturunkan supaya keberlangsungan acara berjalan dengan kondusif. Para wanita menyanyikan lagu “Marriane” sebagai acara pembuka. Lalu, setelah itu, diskusi pun dimulai dengan diisi oleh para pembicara seperti Ahmad Bassach, Kartodipoera, Padmadisastra, H. Doerachman, Soemedi, Soertinah dan Kosasih. Seusai diskusi, acara ditutup oleh lagu “Internasionale” sambil beriringan satu sama lain. Seluruh massa ikut bernyanyi dengan khidmat sebagai simbol kesatuan kaum buruh-proletar sedunia.

Yang jadi perhatian, tampak H. Doerachman yang sebelumnya disebut-sebut sebagai anggota Persatuan Islam. Tetapi, nama H. Doerachman yang terlibat bukanlah Haji Doerachman yang dikabarkan meninggal dalam pemberitaan Soerapati. Bila ditinjau berdasarkan kurun waktu, kabar meninggalnya Haji Doerachman dalam Soerapati tentu lebih dulu ketimbang pertemuan yang diselenggarakan oleh SR Cimahi. Artinya, Haji Doerachman yang dituduh sebagai komunis bukan orang yang sama dengan H. Doerachman yang mengikuti acara Sarekat Rakyat. Perbedaan ini jelas masuk akal berdasarkan selisih waktu dalam pelaporannya. Namun, bukan tidak mungkin, bila kelompok merah mempunyai hubungan baik dengan Persis. Salah satu kemungkinan ini bisa kita lihat pada aktivitas yang dilakukan Ahmad Bassach sebagai pembesar Komunis di Bandung.

Selain menulis banyak karya sastra, Ahmad Bassach turut menerjemahkan karya Ahmad Hassan yang dianggap muftinya Persatuan Islam. Ahmad Bassach alias Joehana, menerjemahkan Al-Jawahir ke dalam bahasa Sunda yang terbit pada bulan Mei 1929. Dalam buku itu tercantum, bahwa Al-Jawahir, adalah “Seboeah kitab jang berisi beberapa ajat Qoer-an dan hadits Nabi jang Penting”. Menariknya, di samping dialihbahasakan ke dalam bahasa Sunda, buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda oleh Fachroeddin Alkhahiri dari A.M.S. Bandung, yang mula-mula diedit dan di-Melayukan oleh rengrengan Persatuan Islam.

Terkait hubungan baik Komunis dengan Persatuan Islam, rupanya perlu dipastikan dan ditelusuri lebih lanjut. Tidak ada klaim yang menyatakan secara jelas, bahwa Komunis dan organisasi Persis terjalin hubungan yang begitu baik. Apalagi, bila diamati berdasarkan ajaran dua kelompok ini, masing-masing sangat bertolak belakang. Persis melarang khurafat, takhayul dan bidah. Sedangkan, Komunis diklaim sebagai anti-Tuhan. Inilah yang menjadi masalah.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Bukan Jalan Belakang Factory

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 11:41 WIB

Secara resmi, nama Jl Belakang Factory belum ditulis dalam buku Perubahan Nama Djalan-djalan di Bandung yang diterbitkan...

Netizen, Bukan Jalan Belakang Factory, Jl Belakang Factory,Sejarah Jl Belakang Factory.,Sejarah Jl Belakang Factory Kota Bandung,Sejarah Kota Bandung,T Bachtiar,Perubahan nama jalan di Bandung,Nama Jalan di Bandung Baheula

Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda

Netizen Rabu, 20 Januari 2021 | 15:21 WIB

Jalan Veteran Kota Bandung yang menyediakan berbagai macam sepeda dan segala perlengkapan pendukungnya.

Netizen, Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda, Jalan Veteran Bandung,Kawasan toko sepeda Jalan Veteran Bandung,Komunitas sepeda Jalan Veteran Bandung,toko sepeda di Bandung,Onderdil sepeda di Bandung

Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?

Netizen Selasa, 19 Januari 2021 | 12:47 WIB

Pemberian uang yang tidak terkonsep ini atau dapat dikatakan diberikan secara cuma-cuma, justru akan memberikan dampak y...

Netizen, Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?, Uang jajan dan dampaknya,Uang jajan,Makna uang jajan untuk anak,uang jajan sebagai imbalan,uang jajan sebagai hadiah,uang jajan sebagai kewajiban

Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata

Netizen Senin, 18 Januari 2021 | 09:59 WIB

Di kompleks situs prajurit Terakota,  di Xian, China terdapat satu bangunan permanen yang berwarna keabu-abuan.

Netizen, Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata, Toilet,pariwisata,sumber pendapatan

Asep, Euis, Ujang, Neneng Tetap Nama yang Keren

Netizen Minggu, 17 Januari 2021 | 13:31 WIB

Dalam khazanah Kesundaan khususnya warga Kota Bandung ada nama yang mengandung unsur tradisional tetapi memiliki kekhasa...

Netizen, Asep, Euis, Ujang, Neneng Tetap Nama yang Keren, asep,euis,nama sunda,nama khas Bandung,Sunda,Budaya Sunda,Paguyuban Asep Dunia,Kabar Netizen,Ayo Netizen

Jatayu, Kawasan Ekonomi yang tak Pernah Mati

Netizen Minggu, 17 Januari 2021 | 11:55 WIB

Jikalau ada daerah yang dianggap sebagai kawasan ekonomi strategis di Kota Bandung, maka kawasan Jatayu layak dikedepank...

Netizen, Jatayu, Kawasan Ekonomi yang tak Pernah Mati, pasar jatayu,kawasan ekonomi bandung,Berita Bandung,Kabar Netizen,Ayo Netizen,ekonomi Bandung,bisnis bandung

Membangun Komunikasi Efektif di Era Pendidikan Baru

Netizen Jumat, 15 Januari 2021 | 12:11 WIB

Membangun Komunikasi Efektif di Era Pendidikan Baru

Netizen, Membangun Komunikasi Efektif di Era Pendidikan Baru, telekonseling,Guru BK,Pandemi,Pembelajaran Jarak Jauh

Wisata Belanja Pagi di Ciroyom

Netizen Jumat, 15 Januari 2021 | 11:50 WIB

Wisata Belanja Pagi di Ciroyom

Netizen, Wisata Belanja Pagi di Ciroyom, Pasar Ciroyom,Ciroyom

artikel terkait

dewanpers