web analytics
  

Update Corona Kabupaten Bandung 7 November 2020: 13 Sembuh, 2 Meninggal

Minggu, 8 November 2020 14:44 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Soreang, Update Corona Kabupaten Bandung 7 November 2020: 13 Sembuh, 2 Meninggal, Update Corona Kabupaten Bandung,Data Covid-19 Kabupaten Bandung,Informasi Covid-19 Kabupaten Bandung,Cicalengka

Ilustrasi tenaga medis dalam penanganan pandemi Covid-19 (https://covid19.bandungkab.go.id/)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM – Kabupaten Bandung mencatatkan jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 per Sabtu (7/11/2020) sebanyak 1.198 kasus terdiri dari 242 kasus aktif, 911 kasus sembuh, serta 45 kasus meninggal. Terjadi penambahan 15 kasus terkonfirmasi, terdiri dari 13 kasus sembuh dan 2 kasus meninggal, dibandingkan data sehari sebelumnya.

Merujuk informasi di akun Twitter @bandungpemkab, kita juga bisa mengetahui rincian pergerakan data kasus positif aktif di tiap kecamatan. Cicalengka, dengan 42 kasus, masih menjadi kecamatan dengan jumlah kasus positif Covid-19 aktif terbanyak. Terjadi penambahan tiga kasus aktif dalam dua hari terakhir.

Kasus positif aktif adalah kasus positif Covid-19 terkonfirmasi yang saat ini sedang menjalani perawatan berupa isolasi. Isolasi bisa dilakukan di rumah sakit, hotel, atau juga rumah. Kasus positif aktif berakhir ketika pasien dinyatakan sembuh atau meninggal dunia. 

Data pandemi yang secara leluasa bisa diakses publik ini juga menginformasikan jumlah total suspek sebanyak 2.567 kasus dengan 39 kasus di antaranya sedang dalam proses pengawasan. Terjadi penambahan 7 kasus dibandingkan data sehari sebelumnya.

Berikut daftar 8 kecamatan dengan jumlah kasus positif aktif terbanyak di Kabupaten Bandung per Sabtu (7/11/2020) petang:

Cicalengka dengan 42 kasus positif aktif dari total 77 kasus terkonfirmasi

Baleendah 28 (140)

Margaasih 27 (86)

Pacet 19 (29)

Cileunyi 12 (76)

Margahayu 11 (80)

Nagreg 11 (21)

Rancaekek 11 (47)

Protokol Kesehatan di Pengungsian

Ketika pandemi masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten Bandung sedang menjalani beberapa pekerjaan besar sekaligus. Selain pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada), pemerintah juga mewasdai ancaman bencana alam di musim penghujan. Di kedua program besar itu, disiplin protokol kesehatan menjadi prioritas.

"Saat musim hujan, biasanya banyak bencana terjadi mulai dari longsor, banjir, juga angin kencang," tutur Plt Sekda Kabupaten Bandung Tisna Umaran, Selasa (3/11/2020).

Fenomena La Nina membuat potensi bencana hidrometeorologi meningkat. Dampaknya, tidak sedikit warga terdampak bakal menjadi pengungsi. Karena saat ini pandemi masih berlangsung, layanan bagi warga pengungsi dituntut lebih optimal. Beberapa upaya yang digulirkan adalah penambahan titik-titik pengungsian serta penyaluran alat pelindung diri seperti masker dan hand sanitizer.

“Jangan sampai ada klaster bencana. Kami di pemerintah harus memastikan semua sesuai protokol kesehatan walau dalam keadaan darurat," ujar Tisna.

Hotline dan Daftar RS

Bagi warga Kabupaten Bandung yang ingin memperoleh informasi atau melaporkan informasi terkait pandemi Covid-19, Pemkab Bandung menyediakan layanan di nomor darurat 0821-1821-9287. Warga juga bisa menguhubungi hotline Diskominfo Kabupaten Bandung di 0812-9412-1893.

Pemerintah Kabupaten mencantumkan juga informasi tentang beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien dengan status pasien dalam pengawasan, yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Rumah Sakit Rotinsulu, Rumah Sakit Umum Daerah Al-Ihsan Baleendah,  RSUD Majalaya, Rumah Sakit Dustira, Gedung Karantina Covid-19 Baleendah, serta RS Santosa Kopo.

Virus corona diketahui menular melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Penularan rentan terjadi dalam jarak hingga 1 meter.

Untuk menekan angka penyebaran Covid-19, masyarakat diajak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, memakai masker, menghindari kerumunan, serta rajin mencuci tangan. 

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers