web analytics
  

Persib Juarai LSI 2014, Momen Paling Bersejarah Bagi Made

Minggu, 8 November 2020 14:00 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Persib Juarai LSI 2014, Momen Paling Bersejarah Bagi Made, Persib Juara,I Made Wirawan,ISL,Persib Bandung

Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Tepat enam tahun, momentum Persib Bandung meraih gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) 2014. Meski begitu, bagi penjaga gawang Persib Bandung, I Made Wirawan, momen bersejarah itu masih begitu segar di ingatannya.

Bagi Made, menjadi bagian dalam skuat Persib yang memenangi Liga Super Indonesia 2014 adalah kenangan terbaik sepanjang karier sepak bolanya. Di musim itu, Persib memastikan gelar juara LSI 2014 setelah mengalahkan Persipura Jayapura dalam laga final LSI yang berlangsung di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 7 November 2014.

Made mempunyai dua momen spesial yang tidak pernah ia lupakan dalam hidupnya. Dia mengatakan, salah satu momen yang sangat bersejarah baginya adalah saat memastikan Persib bisa membawa pulang tropi juara usai puasa gelar juara 19 tahun lamanya. Made juga menyebut, drama adu penalti adalah momen yang paling tidak bisa dilupakan.

"Kalau yang paling diingat pas pertandingan ya pasti pinalti itu. Jadi momen yang tidak pernah terlupakan," kata Made, Minggu (8/11/2020).

Kala itu, Made menjadi penyelamat tim lantaran dengan cekatan mampu menahan bola sepakan penendang penalti keempat Persipura, Nelson Alom, yang mengarah ke pojok kanan gawangnya.

Penyelamatan Made itu pun dilanjutkan dengan eksekusi sempurna Achmad Jufriyanto sebagai algojo kelima Persib Bandung. Akhirnya, Persib berhak atas gelar juara ISL 2014 dalam kedudukan akhir di adu penalti 5-3.

"Waktu itu gak ada pikiran mau jadi penentu atau apa. Kepikiran cuman untuk berusaha, minimal, 1 lah penalti (tertahan) dan bisa jadi juara," ungkap Made.

Made mengatakan, momen itu menjadi kado istimewa untuk Persib maupun Bobotoh. Bahkan pendukung setia Pangeran Biru itu memberikan sambutan luar biasa saat Persib kembali dari Palembang. Pasalnya usai kemenangan itu, Kota Bandung menjadi lautan biru lantaran bobotoh tumpah ruah menyambut kedatangan sang juara.

"Terus kalau pas momen juaranya juga, antusiasme bobotoh di Jawa Barat menyambut kita waktu pulang dari Palembang, sangat luar biasa sekali," katanya.

Enam tahun berlalu, kini Made masih setia bersama Persib. Dari skuat Persib musim 2014, Made dan Supardi Nasir menjadi dua pemain yang masih bertahan di tim Persib hingga saat ini.

Berbeda dengan Supardi yang sempat pindah ke Sriwijaya FC pada 2016. Made tetap setia berkostum Persib dari 2014. Made bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Persib kepadanya. Dia berharap bisa kembali mengulangi momen serupa bersama Persib sebelum nanti mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola.

"Masih bisa menjadi tim sampai saat ini pastinya bangga banget dan mudah-mudahan bisa lanjut lagi, jadi juara lagi. Buat bobotoh yang selama ini mendukung kita, kita berharap dukungan yang luar biasa, dukungan yang positif. Sama juga dengan Bobotoh, kita juga merindukan gelar juara, mudah-mudahan kita bisa raih lagi gelar juara," ujarnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers