web analytics
  

Biden Fokus Masalah HAM, Indonesia Harus Berbenah?

Minggu, 8 November 2020 12:52 WIB
Umum - Nasional, Biden Fokus Masalah HAM, Indonesia Harus Berbenah?, Joe Biden,Presiden terpilih AS Joe Biden,Hak Asasi Manusia (HAM),Donald Trump

Joe Biden. (AP/Carolyn Kaster)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia Suzie Sudarman menilai, hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kelak akan bergantung pada kondisi Hak Asasi Manusia (HAM),

Suzie mengemukakan ini berkaitan dengan terpilihnya Joe Biden sebagai presiden ke-46. Joe Biden sendiri fokus pada masalah HAM.

"Kita harus bereskan diri, kita ini kurang rapi, merusak dan terus merusak. Kalau Biden berkuasa, rumah ini harus dibereskan," ujar dia saat dihubungi oleh Republika.co.id, Ahad (8/11).

Suzie mengatakan, masih banyak permasalahan HAM yang tidak selesai di Indonesia. Padahal, Biden dan Partai Demokrat memiliki fokus pada persoalan pemenuhan HAM. Hal itu berbeda dengan era Presiden Donald Trump yang tidak cukup peduli dengan pertimbangan HAM dalam melakukan kerja sama dengan sebuah negara.

Ketika Indonesia tidak segera melakukan pembenahan terhadap masalah HAM yang ada, dinilanya akan menjadi batu sandungan untuk hubungan yang akan dibangun dengan AS.

Dosen jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI itu memperingatkan tentang kemungkinan sanksi hingga keterlibatan AS langsung agar Indonesia mau berbenah.

"Ini akan menjadi perhatian sayap demokrat, ingat dulu dengan menghadapi anggota Kongres yang anti-Indonesia karena masalah Timor Leste," ujar Suzie.

Pertimbangan HAM tersebut cukup besar karena anggota Kongres Partai Demokrat yang progresif sudah bermunculan. Mereka akan mendesak AS untuk mempertimbangkan isu HAM sebagai pertimbangan membangun hubungan bersama negara lain, termasuk Indonesia.

Kalau Indonesia tidak kunjung memberikan perhatian pada isu tersebut, berbagai macam sanksi bisa diberikan. Suzie menyatakan, sanksi-sanksi tersebut bisa berupa penutupan pasar, mempersulit penjualan alutsista ke Indonesia, hingga pembatasan visa.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Republika
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers