web analytics

Bekas Terminal Jadi Tempat Maksiat, Tokoh Agama di Tasik Prihatin

clockMinggu, 8 November 2020 11:13 WIB userHeru Rukanda
Umum - Regional, Bekas Terminal Jadi Tempat Maksiat, Tokoh Agama di Tasik Prihatin, Berita Tasikmalaya,Front Pembela Islam (FPI),miras

Bangunan bekas Terminal Cilembang Kota Tasikmalaya, Minggu (8/11/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Tokoh agama Kecamatan Mangkubumi yang juga Ketua DPC FPI Kota Tasikmalaya Yanyan Albayani merasa prihatin dengan kondisi eks Terminal Cilembang yang diduga kerap dijadikan sebagai tempat kemaksiatan, salah satunya sebagai lokasi transaksi jual beli minuman keras.

Menurutnya, bangunan bekas terminal tersebut menjadi kawasan kumuh karena tidak dirawat oleh pemerintah sehingga berdampak dengan menjamurnya kemaksiatan di tempat tersebut. Selain transaksi miras, dugaan kemaksiatan lainnya di sekitar kawasan eks Terminal Cilembang tepatnya di jalur 2 Jalan KH. E.Z. Muttaqien yakni bisnis pelacuran.

“Eks Terminal Cilembang itu aset Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang ada di Kota Tasikmalaya. Solusinya, bupati dan wali kota harus segera bertemu untuk membongkar sisa bangunan di eks Terminal  Cilembang agar tidak lagi dijadikan tempat transaksi miras,” ujar Yanyan, Minggu, (8/11/2020).

Ia menegaskan, rembug bupati dan wali kota ini wajib, sebab eks terminal tersebut masih milik Pemkab Tasikmalaya yang keberadaannya di wilayah Kota Tasikmalaya. Beberapa tahun lalu sempat dilakukan pembongkaran bangunan bekas terminal oleh pemerintah. Namun, tidak semua dibongkar dan menyisakan bangunan bekas kios-kios pedagang terutama bangunan terminal yang untuk bus jurusan Tasik Selatan.

“Pemkab Tasik sudah berkali-kali berjanji akan melanjutkan pembongkaran tahap 2, tapi ternyata tidak juga dilaksanakan. Bila yang menjadi persoalannya terkait tidak adanya dana operasional, maka kami warga masyarakat Kecamatan Mangkubumi siap gotong royong rame-rame membongkar bangunan di eks terminal tersebut,” tegas Yanyan.

Yanyan menambakan, pembongkaran tersebut adalah harga mati karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi miras, tuak, dan kemaksiatan lainnya yang erat kaitannya dengan bisnis pelacuran di sepanjang jalur 2 dari eks terminal menuju arah ke Pasar Cikurubuk.

“Para ulama kecewa dengan Pemerintah Kabupaten yang seolah tidak peduli dengan asetnya yang terbengkalai sehingga berdampak menjamurnya maksiat di lokasi tersebut,”ujarnya.

Pihaknya mendesak Pemkot Tasik untuk proaktif berkomunikasi dengan pihak pemkab, jangan karena alasan itu bukan aset pemkot akhirnya pemkot pun seolah lalai dan tidak peduli padahal di kota telah disahkan perda tata nilai nomor 7 tahun 2014 yang erat kaitannya dengan pemberantasan maksiat di kota santri.

“Bila pemerintah tidak peduli, maka ulama siap turunkan umat untuk membongkar bangunan di eks Terminal Cilembang yang kerap dijadikan lokasi maksiat,” pungkasnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Situs Gunung Padang Meradang Sejak Ditutup Gegara PPKM

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 21:29 WIB

Tidak hanya tingkat kunjungan yang terjun bebas, tapi juga penataan situs megalitikum Gunung Padang ditunda gegara pande...

Umum - Regional, Situs Gunung Padang Meradang Sejak Ditutup Gegara PPKM, Situs Gunung Padang,PPKM Level 3,PPKM di Cianjur,Wisata Cianjur

Ada Pemotongan Bansos di Cianjur, Polres Akan Tindak Tegas

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 21:02 WIB

Polres Cianjur akan bertindak tegas, apabila dalam pelaksanaan pemberian bantuan sosial beras atau tunai dalam rangka pe...

Umum - Regional, Ada Pemotongan Bansos di Cianjur, Polres Akan Tindak Tegas, Pemotongan Bansos,Bansos Beras,Bansos PPKM,Polres Cianjur

Biayai Suami Bekerja di Luar Negeri, Kini Tinggal di Gubuk Bambu

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 20:57 WIB

Pasangan suami istri Rahman (60) dan Iin (40) warga Kampung Sukamukti Desa Cimentenh Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur...

Umum - Regional, Biayai Suami Bekerja di Luar Negeri, Kini Tinggal di Gubuk Bambu, Warga Miskin Cianjur,Kemiskinan di Cianjur,Bekerja di Luar Negeri

Ini Ciri-Ciri  Dua Perampok Bensenjata Api di Bungursari Kota Tasik

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:25 WIB

Aksi perampokan bersenjata api kala siang hari menghebohkan warga Kota Tasikmalaya.

Umum - Regional, Ini Ciri-Ciri  Dua Perampok Bensenjata Api di Bungursari Kota Tasik, Ciri-Ciri,Perampok Bensenjata Api,Bungursari,Kota Tasik,Kampung Cihurip

Seorang Siswa SMA di Kota Tasik Meninggal Tersengat Listrik Tegangan T...

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:15 WIB

Korban mengalami luka bakar akibat sengatan listrik dan luka akibat terjatuh dari atap rumah.

Umum - Regional, Seorang Siswa SMA di Kota Tasik Meninggal Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Tersengat Listrik,Listrik Tegangan Tinggi,Kota Tasik,Siswa SMA

Usai Pesta Miras Oplosan, Seorang Pemuda Tewas di Purwakarta

Regional Minggu, 1 Agustus 2021 | 12:35 WIB

Seorang pemuda asal Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, tewas diduga seusai pesta minuman keras oplosan...

Umum - Regional, Usai Pesta Miras Oplosan, Seorang Pemuda Tewas di Purwakarta, Pesta miras,miras oplosan,Pemuda Tewas,Purwakarta

Selama PPKM Darurat, Kepatuhan Bayar Iuran Pelanggan PDAM Tasikmalaya...

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 23:07 WIB

Selama pemberlakuan PPKM darurat mulai tanggal 3 Juli lalu, tingkat kepatuhan pelanggan PDAM Tirta Sukapura dalam membay...

Umum - Regional, Selama PPKM Darurat, Kepatuhan Bayar Iuran Pelanggan PDAM Tasikmalaya Menurun, PDAM Tasikmalaya,PPKM Darurat Tasikmalaya

ASN Jabar Sumbang 7 Ribu Sembako untuk Warga Terdampak PPKM

Regional Sabtu, 31 Juli 2021 | 22:59 WIB

Per 25 Juli 2021, para ASN telah menyalurkan 7.946 paket sembako, 2.485 paket alat pelindung diri, 646 paket nasi boks,...

Umum - Regional, ASN Jabar Sumbang 7 Ribu Sembako untuk Warga Terdampak PPKM, Bansos PPKM Darurat,Bansos PPKM Darurat Jabar,Sumbangan PPKM Darurat

artikel terkait

dewanpers
arrow-up