web analytics
  

PERSIB HARI INI: Ribuan Bobotoh Sambut Persib Sang Juara LSI 2014

Minggu, 8 November 2020 10:42 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, PERSIB HARI INI: Ribuan Bobotoh Sambut Persib Sang Juara LSI 2014, Persib Bandung,Persib Juara,ISL,liga indonesia,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Bobotoh,Bandara Husein Sastranegara Bandung

Ilustrasi konvoi Bobotoh Persib Bandung. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejarah mencatat, Sabtu 8 November 2014 atau tepatnya enam tahun silam, Bobotoh bersiap untuk menyambut kedatangan rombongan tim Juara Liga Super Indonesia (LSI) 2014, Persib Bandung di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

Kala itu, tim asuhan pelatih Jajang Nurjaman memang bakal pulang menggunakan pesawat Hercules dari Palembang dan tiba di Bandung sekira pukul 11.00 WIB. Dengan kepulangan tim kebanggaan warga Jawa Barat itu, bobotoh akan menyambutnya di jalur Bandara - Padjadjaran hingga ke mes Persib sebagai bentuk penghargaan usai mengobati puasa gelar juara.

Bagaimana tidak? Bobotoh harus menunggu selama belasan tahun untuk kembali bisa mengarak piala LSI dan tim juara keliling Kota Bandung setelah yang terakhir kali pada Liga Indonesia I 1994-1995. Artinya, sudah 19 tahun Persib mengalami puasa gelar di kompetisi resmi.

Sedianya, Persib bakal menggelar konvoi kemenangan menggunakan bus "Bandros" Pada esok hari. Namun penyambutan bobotoh di bandara ini dilakukan secara spontan sebagai bentuk apresiasi.

Antuasiasme bobotoh ini karena Persib berhasil memenuhi harapan bobotoh menjadi Juara LSI 2014 setelah mengalahkan Persipura Jayapura melalui pertandingan dramatis lewat adu penalti 5-3 di Stadion Jakabaring Palembang, 7 November 2014.

Uniknya, gelar juara tim Persib Bandung diraih sama-sama saat kompetisi digelar dalam format dua wilayah yakni timur dan barat seperti pada musim kompetisi tahun itu.

Gelar juara yang diraih Maung Bandung seolah melengkapi program "Bandung Juara" yang digulirkan oleh Pemkot Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Bandung kala itu, Ridwan Kamil. Dirinya pun kaul mencukur gundul rambutnya.

Selain itu, kesuksesan Persib musim itu juga memunculkan trend "Buligir" atau bertelanjang dada bagi para Bobotoh. Pasalnya mereka harus menonton pertandingan tanpa kostum biru, menyusul sanksi tidak boleh menggunakan atribut Bobotoh saat menonton pertandingan tandang.

Perjalanan Persib Menuju Final LSI 2015

Perjuangan Persib dalam mencapai laga final LSI 2014 tidak bisa dikatakan mudah. Pada fase reguler, Maung Bandung memang menunjukkan performa impresif. 

Persib berhasil menembus babak delapan besar dengan status runner-up wilayah barat, dengan 41 poin hasil dari 12 kali menang, lima imbang, dan tiga kalah. Persib hanya kalah lima poin dari Arema Cronus sebagai juara wilayah barat.

Dalam babak delapan besar itu, laju Persib masih terbilang mulus untuk mencapai partai semifinal. Dari enam pertandingan, Persib berhasil meraih empat kemenangan, satu imbang dan satu kalah. Maung Bandung lolos ke babak semifinal dengan status juara Grup B.

Meski kala itu, Persib dibuat berjibaku di pertandingan terakhir babak 8 besar melawan PBR. Rekor tidak terkalahkan Persib harus dinodai oleh saudara sendiri, PBR. 

Lepas dari hadangan PBR, tim warisan era perserikatan itu ditunggu Arema Cronus di babak semifinal. Untuk lolos ke babak final, Persib harus melewati hadangan Arema Cronus, yang saat itu memiliki materi pemain terbaik di kompetisi.

Sebelum duel ini, banyak yang memprediksi Persib akan kepayahan menghadapi Arema. Prediksi itu tak sepenuhnya salah, karena sepanjang pertandingan, Arema berhasil mendikte permainan Persib.

Buktinya, hingga pertengahan babak kedua gol pembuka keunggulan Arema yang dicetak Alberto Goncalves di menit ke-46. Beruntung, dengan situasi permainan yang didominasi oleh Arema, penggawa Persib Vladimir Vujovic mencetak gol pada menit ke-84. Gol penyeimbang itu melecut semangat Persib. 

Perlahan namun pasti, Persib mampu mengambil alih dominasi permainan. Tak tanggung-tanggung, memasuki babak tambahan waktu, dua gol berhasil dibukukan Persib melalui Atep di menit 91 dan Konate Makan di menit 112 Persib. Alhasil, Persib berhasil melaju ke babak final setelah mengunci kemenangan dengan skor 3-1 atas Arema.

Drama Final LSI 2014

Kala itu, misi Persib Bandung di Final LSI 2014 untuk memecahkan rekor tidak pernah juara yang bertahan selama hampir dua dekade. Drama pun terjadi di Jakabaring. Persib mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 5-3 melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2. Kemenangan itu menjadi pelepas dahaga gelar juara Persib di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sedianya, pertandingan itu berjalan sengit sejak babak pertama. Persipura sempat unggul melalui gol cepat yang disarangkan Ian Louis Kabes di menit ke-6. Namun angin segar didapatkan Persib menjelang berakhirnya babak pertama. Bek Persipura, Bio Pauline, diusir dari pertandingan setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Penyebabnya, Bio menghentikan laju Ferdinand Sinaga yang sudah tinggal berhadapan dengan kiper Dede Sulaiman. 

Momentum keluarnya Bio Pauline tak disia-siakan Persib. Melalui proses kemelut, Persib berhasil menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Imanuel Wanggai.

Berada di atas angin, Persib pun berbalik unggul 2-1, setelah Muhammad Ridwan menjebol gawang Dede Sulaiman pada menit ke-52.

Sayangnya, 10 menit jelang berakhirnya pertandingan, keunggulan Persib buyar. Kapten Persipura, Boaz Solossa yang memaksa skor pertandingan kembali sama, 2-2.

Persib tak mampu lagi membalas. Laga pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Namun, kala itu hanya diwarnai jual beli serangan dan tidak ada gol tambahan tercipta di dua kali babak tambahan waktu. 

Persib justru harus bermain dengan dengan 10 orang setelah Vladimir Vujovic mendapat dua kartu kuning. Alhasil, penentuan gelar juara LSI 2014 pun harus ditentukan melalui babak adu penalti.

Suasana tegang semakin dirasakan lantaran adu penalti adalah momok yang sangat menakutkan bagi Persib. Memori kegagalan Persib meraih gelar juara kompetisi Perserikatan 1983 dan 1985 menghantui. Dalam dua final tersebut, Persib kalah dari PSMS Medan melalui adu penalti.

Masa lalu kelam itu, tak pelak menguji mental para pemain Persib yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti. Raut wajah tegang tampak dalam muka para pemain Persib. Lima eksekutor Persib; Makan Konate, Ferdinand Sinaga, Tony Sucipto, Supardi dan Achmad Jufriyanto pun dipilih untuk membawa nasib baik kepada Maung Bandung.

Algojo Persib Bandung Makan Konate yang maju sebagai eksekutor pertama, tanpa kesalahan menaklukkan Deden Sulaiman di bawah mistar Persipura. Begitu pun berurutan Ferdinand Sinaga, Tony Sucipto, dan Supardi Nasir yang tanpa celah melakukan tugasnya dengan baik.

Di kubu Persipura Jayapura, diawali oleh sang kapten Boaz Solossa, berturut-turut Yohanes Pahabol dan Robertino Pugliara juga tanpa kendala berarti mampu memperdaya kiper Persib Bandung I Made Wirawan.

Beruntung bagi Persib Bandung, Made Wirawan dengan cekatan mampu menahan bola sepakan penendang keempat Persipura Nelson Alom yang mengarah ke pojok kanan gawangnya.

Penyelamatan Made Wirawan itu pun dilanjutkan dengan eksekusi sempurna Achmad Jufriyanto sebagai algojo kelima Persib Bandung. Akhirnya klub kebanggaan Bobotoh itu berhak atas gelar juara ISL 2014 dalam kedudukan akhir di adu penalti 5-3.

Gelar juara ISL 2014 itu pun menjadi kado istimewa buat Bobotoh yang dengan segala upayanya jauh-jauh hadir langsung ke Palembang. Mereka datang ke Jakabaring demi menjadi saksi langsung momen monumental yang diciptakan Pangeran Biru. Tak ayal, tangis kebahagiaan pun pecah. Wajah para pemain Persib dan bobotoh berlinang air mata kebahagiaan.

Susunan Pemain

Persib Bandung: I Made Wirawan; Supardi, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Firman Utina, Makan Konate, M. Ridwan, Tantan (Atep); Ferdinand Sinaga. 

Pelatih: Djadjang Nurdjaman 

Persipura Jayapura: Dede Sulaiman; Bio Paulin, Dominggus Fakdawer, Ruben Sanadi; Tinus Pae, Lim Jun-Sik, Gerald Pangkali (Jailanai Arey), I. Wanggai (Nelson Alom), Robertino Pugliara, Ian Louis Kabes (Yohanes Pahabol); Boaz Solossa.

Pelatih: Mettu Dwaramurry.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers