web analytics
  

Bertahan dan Memberdayakan Lewat Bercocok Tanam

Selasa, 1 Desember 2020 23:37 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Bertahan dan Memberdayakan Lewat Bercocok Tanam, bercocok tanam,pandemi,COVID-19,corona,arcamanik,tanaman

Joseph (52) beserta anaknya Jodi (24) saat menanam di Rexfarm, Cisaranten, Kota Bandung, Rabu (23/9/2020). Merebaknya pandemi Covid-19 mengakibatkan ia yang sebelumnya menekuni usaha travel tersebut banting setir dengan bertani sayuran pakcoy menggunakan metoda hidroponik serta berinovasi dengan membuat produk Jus Pakcoy yang dibanderol dengan harga Rp15.000 per botol. (Ayobandung/Kavin Faza)

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Siang itu, Sabtu (24/9/2020), panas terik menyoroti ruas Jalan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Di salah satu sudut persimpangan jalan, terdapat sebidang tanah yang cukup luas untuk menampung parkir hingga 10 mobil minibus.

Tanah tersebut dikelilingi pagar kayu bercat cokelat, dengan deretan daun pakcoy berjajar di salah satu sisinya. Dari balik pagar, hijau dedaunan tersebut nampak kontras dengan situasi sekitar yang terbilang cukup gersang.

Ketika Ayobandung.com melangkahkan kaki masuk, nampak jajaran pakcoy tersebut ditanam di dalam susunan pipa-pipa paralon putih bertingkat. Di area pojok pagar, terdapat serupa greenhouse yang menaungi batang-batang tanaman pakcoy yang lebih kecil.

Di sebelah greenhouse, berdiri bangunan satu lantai dimana bagian atapnya  menampung jajaran tanaman dalam polybag hitam. Mayoritas tanaman tersebut adalah cabai.

"Jodirexa Building", demikian tulisan yang dicat di bagian depan bangunan berwarna putih tersebut. Sang empunya tanah dan bangunan, Joseph Sugeng Irianto (52) mempersilakan kami masuk.

"Di sini seharusnya ada beberapa unit mobil shuttle untuk perjalanan wisata. Tapi kami enggak sanggup bayar leasing. Jadi ya sudah, kami kembalikan saja. Daripada ditagih debt collector," ungkap Joseph.

Ia memaparkan, tanah tersebut tak lain adalah lahan yang ia beli untuk menjadi tempat parkir mobil-mobil shuttle penunjang usaha jasa wisatanya. Gedung yang baru dibangun di awal tahun ini pun telah dirancang menjadi kantor utama Rex Tours and Travel, perusahaan jasa wisata yang telah ia rintis sejak 2014.

Nama Joseph bukanlah nama yang asing di dunia bisnis jasa wisata. Ia telah melanglangbuana menggeluti dunia pariwisata selama puluhan tahun, sejak 1988.

Rex Tours and Travel adalah perusahaan yang ia dirikan bersama sang anak, Theodorus Primaxylxla Jodimarlo (26). Bisnisnya menawarkan jasa perjalan wisata ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebut saja negara-negara seperti Singapura, Malaysia dan China, Para wisatawan dari negara-negara tersebut adalah pelanggan yang kerap menggunakan jasa perusahaan untuk berkeliling ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia, tak terkecuali Kota Bandung.

Selama beberapa tahun belakangan hingga awal tahun ini, bisnisnya bisa dibilang tengah pesat berkembang. Keuntungan usahanya dibelikan aset tanah dan bangunan untuk memindahkan kantor yang selama ini masih beroperasi di rumah pribadinya.

"Tapi masuk Februari, dampak pandemi Covid-19 mulai terasa. Apalagi di pertengahan Maret. Isu soal Corona ini kan masih simpang-siur, banyak beredar seperti bola liar. Sementara kita belum banyak tahu penyakit itu sebenarnya seperti apa," ungkapnya.

Suasana yang serba tak pasti dan memancing rasa cemas masyarakat itu pun akhirnya berujung pahit. Joseph harus kehilangan hampir seluruh pelanggannya yang telah memesan perjalanan wisata di tahun ini.

"Banyak grup-grup yang minta cancel dan refund. Wisatawan Singapura, Taiwan, Malaysia, cancel semua. Sampai Februari, kami hanya melayani puluhan wisatawan. Setelah itu stop sama sekali, tidak ada lagi," ungkapnya.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, penurunan omzet bisnisnya mencapai 95%. Biasanya, paling sedikit ada 75 orang wisatawan yang menggunakan jasa usahanya setiap bulan.

"Tahun ini nyaris nol. Ini situasi paling parah yang pernah saya alami sepanjang berbisnis di bidang pariwisata. Bahkan saat krisis moneter di 1998 pun tidak sampai seperti ini," ungkapnya.

Ia pun terpaksa merumahkan 13 karyawannya hingga waktu yang tidak ditentukan. Unpaid leaving, bila merujuk pada istilah bisnis. Kantor barunya kosong. Halaman parkir yang seharusnya sibuk dengan lalu lalang mobil shuttle pun sepi.

Menyemai Harapan

Bukan tanpa alasan Joseph berhasil hidup menggeluti dunia bisnis selama puluhan tahun. Resiliensi adalah nama tengahnya. Situasi sulit seolah merupakan pertanda baginya untuk merintis jalan setapak menuju bisnis yang baru.

Memasuki April, Joseph menemukan video bercocok tanam di YouTube. Kala itu, ia tertarik dengan sistem cocok tanam hidroponik yang tidak membutuhkan banyak tanah untuk menanam. Terlihat mudah dan menarik, ia kemudian bereksperimen mencoba menanam sejumlah sayuran dengan teknik tersebut.

"Awalnya iseng-iseng saja, stress juga kalau mikirin uang terus. Melihat hidroponik di YouTube itu kok sepertinya mudah dan menyenangkan. Akhirnya saya coba tanam bayam, cengek, kangkung, sampai pakcoy. Semua saya coba," ungkapnya.

Ia bereksperimen dengan potongan botol air mineral yang diberi air dan sumbu kain sebagai media tanam. Ketika ada pucuk tanaman yang tumbuh, rasa senang bercampur penasaran mulai hidup menjadi bahan bakar Joseph untuk terus mencoba bercocok tanam.

Perlahan, batang demi batang pohon pakcoy memenuhi halaman parkirnya yang semula kosong. Kantung-kantung polybag berjajar di sudut-sudut lahan, tak terkecuali di atap gedung. Kangkung yang tumbuh lebat ia bagikan kepada para tetangga. Lahan parkir sepinya mulai beralih fungsi menjadi kebun sayuran.

Selama bereksperimen dengan hidroponik, Joseph tak sendirian. Istrinya dan sang anak, Jodi, ikut turun tangan. Berbekal ilmu masing-masing, ketiganya bahu-membahu berupaya menyuburkan setiap tanaman yang disemai.

Rasa frustasi akibat bisnis yang merosot mulai pudar berganti kegembiraan. Rasa gembira tersebut sekaligus juga berbuah harapan, karena pakcoy yang mereka tanam rupanya memiliki nilai ekonomi yang tak sembarangan.

"Ada teman yang buka usaha kedai mie bakso, saya tawari pakcoy. Mereka beli. Sampai akhirnya saya coba-coba blender pakcoy, dicampur buah-buahan lain, dicampur madu. Ternyata rasanya enak. Tetangga-tetangga penasaran ingin coba, dan akhirnya dapat saran agar jus pakcoy itu dijual saja," paparnya.

Bersama Jodi, ia kemudian mengemas jus pakcoy tersebut dengan botol ukuran 350 mililiter. Setiap kemasan dihargai Rp15.000. Para pelanggannya mula-mula adalah para tetangga penasaran yang terkesiap dengan lebatnya daun-daun pakcoy di halaman Joseph.

"Lama kelamaan kami punya langganan, karena rasanya enak dan memang belum banyak yang jualan jus pakcoy. Mulai pasok jus ke tetangga-tetangga yang menggelar acara di rumahnya, kadang dapat juga pesanan dari tempat lain, kami enggak nyangka," ungkapnya.

Ia mengatakan, tetangga yang datang ke halaman kantornya tersebut juga dipersilakan untuk membeli pakcoy secara batangan. Selain itu, tanaman lainnya seperti cabai, kangkung dan bayam pun dapat dipetik sendiri untuk dibeli. Pundi-pundi rupiah kembali datang berputar.

Saling Bantu untuk Berbagi

Suksesnya tanaman pakcoy yang disemai pun tak luput dari peran sang istri yang merupakan guru Fisika di SMAN 3 Bandung, dan peran Jodi dengan latar belakang ilmu Teknik Industrinya. Jodi menuturkan, sehari-harinya mereka saling mengaplikasikan pengetahuan masing-masing untuk menumbuhkan pakcoy dengan subur.

"Trial-errornya memang cukup panjang. Basic pendidikan saya lumayan bisa dipakai untuk membangun sendiri paralon-paralon ini. Awalnya pakcoy tumbuh terlalu kuning karena airnya enggak merata. Lalu mama terlibat, pakai ilmu fisika agar air bisa mengalir di setiap pipa. Semua saling bantu," ungkap Jodi ketika ditemui dalam kesempatan yang sama.

Ide membuat dan menjual jus pakcoy pun tak lepas dari masukan Jodi, Bahkan, tak sekedar menjual, Jodi menyarankan sang ayah untuk berbagi jus yang kini jadi idola para tetangga tersebut untuk dibagikan di masjid.

Gedung Jodirexa hanya selang satu bangunan dengan masjid terdekat. Setiap Jumat, ia dan sang ayah akan membagikan jus pakcoy olahan mereka untuk para umat Muslim yang melaksanakan Salat Jumat.

Meskipun berbeda keyakinan, hal tersebut tak menghalangi keluarga mereka untuk bermurah hati. Terlebih di masa pandemi, dimana kekuatan solidaritas warga adalah hal yang paling dibutuhkan.

Joseph mengatakan, hal tersebut disambut baik para pengurus DKM masjid. Setiap minggunya, ia atau Jodi akan memberikan 100 botol jus pakcoy gratis.

"Jus itu akhirnya jadi barang paling dicari. Bahkan banyak yang kontak saya untuk nitip jus. Beberapa kan ada yang berdoa lebih lama dari yang lain. Takut diambil anak-anak," ungkap Joseph seraya tertawa.

Penghasilan dari bisnis pakcoy tersebut, ia mengatakan, memang jauh lebih kecil dari pendapatan tiap bulannya dari bisnis travel yang ia geluti. Namun, hal tersebut membuka jalan bagi keluarganya untuk meraih banyak pengalaman dan pembelajaran baru. Rexfarm lahir sebagai tanda semangat mereka tak mati tergilas pandemi.

"Halaman gedung ini akhirnya jadi tempat warga berkumpul tiap malam minggu. Rencananya akan jadi tempat jualan bisnis-bisnis mereka juga, jadi semacam pasar malam kecil-kecilan seminggu sekali, untuk saling bantu warga satu RT," ungkapnya.

Modal Ketahanan Pangan

Apa yang dilakukan Joseph dan keluarganya adalah bagian dari fenomena yang mulai bermunculan di Kota Bandung selama pandemi Covid-19. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gingin Ginanjar mengatakan pihaknya banyak menerima permintaan dari komunitas warga untuk mendapat pendampingan program "Buruan Sae".

Program tersebut secara umum menargetkan kewilayahan hingga tingkat RW untuk memiliki sumber pasokan pangannya masing-masing meski dalam skala kecil. Warga dalam satu RW dibina untuk mengelola lahan yang bisa menghasilkan sayur-sayuran, ikan, tanaman obat keluarga hingga bahan lainnya untuk memenuhi keperluan sehari-hari warga setempat.

Tujuan besarnya adalah mewujudkan ketahanan pangan berskala wilayah di Kota Bandung, yang hingga saat ini mayoritas kebutuhan pangannya masih dipasok dari daerah lain. Hampir 96% pangan Kota Bandung mulai dari beras, daging ayam, ikan, buah hingga sayur-sayuran didapat dari luar daerah.

"Bisa dibayangkan bila suatu saat pasokan distribusi terganggu akan seperti apa. Terutama di masa pandemi seperti ini dimana setiap daerah juga sedang mengamankan pasokan untuk daerah masing-masing," ungkap Gingin ketika dihubungi via sambungan telepon, Kamis (2/10/2020).

Saat ini, setidaknya sudah terdapat 7 lahan Buruan Sae di 7 kelurahan berbeda yang telah diresmikan Pemkot Bandung. Jumlah ini akan terus bertambah mengingat permintaan pendampingan yang hingga saat ini terus meningkat.

"Pandemi ini sebenarnya ada hikmahnya. Banyak kelompok-kelompok tani baru yang awalnya tidak pernah kepikiran untuk bercocok tanam mulai tertarik. Kami malah sempat kewalahan melayani permintaan pendampingan tersebut," ungkap Gingin.

Dalam pendampingan yang diberikan, kelompok tani warga akan diberikan berbagai perangkat untuk bercocok tanam atau budidaya ikan, sesuai kebutuhan. Mulai dari bibit, pelatihan panen, dan sebagainya. Gingin menargetkan program ini dapat terlaksana di setiap RW, atau minimal setiap kelurahan di kota Bandung.

"Sehingga setidaknya warga tidak perlu berbelanja keluar untuk mendapatkan kebutuhan bumbu dapur. Hal ini bisa perlahan mengurangi ketergantungan pangan Kota Bandung meski dalam skala kecil," ungkapnya.

Editor: Arditya Pramono

terbaru

PSBB Proporsional Jabar Diperpanjang, Diterapkan di Seluruh Daerah

Bandung Senin, 25 Januari 2021 | 20:45 WIB

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di Jawa Barat akan diperpanjang hingga 8 Februari 2021. Bila sebelu...

Bandung Raya - Bandung, PSBB Proporsional Jabar Diperpanjang, Diterapkan di Seluruh Daerah, PSBB Proporsional Jabar,PSBB Proporsional Diperpanjang

Jabar Usulkan Vaksinasi COVID-19 dari Rumah ke Rumah

Bandung Senin, 25 Januari 2021 | 19:22 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provi...

Bandung Raya - Bandung, Jabar Usulkan Vaksinasi COVID-19 dari Rumah ke Rumah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Vaksinasi COVID-19,Vaksinasi dari Rumah ke Rumah

Anak Kelima Koswara Ingin Deden Minta Maaf dan Sujud ke Kaki Sang Ayah

Bandung Senin, 25 Januari 2021 | 18:40 WIB

Seorang anak menggugat ayah kandungnya sendiri secara perdata senilai Rp3 miliar. Gugatan tersebut dilakukan berkaitan t...

Bandung Raya - Bandung, Anak Kelima Koswara Ingin Deden Minta Maaf dan Sujud ke Kaki Sang Ayah, Ayah Digugat Anak Rp3 M,Koswara Digugat Deden Rp3 Miliar

Digugat Rp3 Miliar, Koswara Dibela Anak Kelima

Bandung Senin, 25 Januari 2021 | 18:21 WIB

Seorang anak menggugat ayah kandungnya sendiri secara perdata senilai Rp3 miliar. Gugatan tersebut dilakukan berkaitan t...

Bandung Raya - Bandung, Digugat Rp3 Miliar, Koswara Dibela Anak Kelima, anak gugat ayah 3 miliar,Koswara

6 Daerah di Jabar Masih Berstatus Zona Merah, Ini Rinciannya

Bandung Senin, 25 Januari 2021 | 16:46 WIB

Pekan ini terdapat enam daerah yang masuk ke dalam kategori risiko tinggi penyebaran Covid-19 atau zona merah di Jawa Ba...

Bandung Raya - Bandung, 6 Daerah di Jabar Masih Berstatus Zona Merah, Ini Rinciannya, zona merah jabar,Zona Merah Covid-19,Zona merah Jawa Barat,Update Covid-19 di Jabar,Ridwan Kamil,Gubernur Jabar,COVID-19

Dinsos Kota Bandung Rekomendasikan 70 Ahli Waris Dapat Santunan Kemati...

Bandung Senin, 25 Januari 2021 | 15:50 WIB

Dinas Penanggulangan dan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung telah merekomendasikan 70 orang ahli waris dari keluarg...

Bandung Raya - Bandung, Dinsos Kota Bandung Rekomendasikan 70 Ahli Waris Dapat Santunan Kematian Covid-19, Dinsos Kota bandung,Pemkot Bandung,Santunan Kematian Covid-19,Santunan kematian,ahli waris dapat santunan kematian Covid-19

Sebanyak 6.911 Nakes di Kota Bandung Sudah Divaksin Covid-19

Bandung Senin, 25 Januari 2021 | 15:39 WIB

Sebanyak 6.911 tenaga kesehatan di Kota Bandung telah menerima vaksin hingga Minggu 24 Januari 2021. 

Bandung Raya - Bandung, Sebanyak 6.911 Nakes di Kota Bandung Sudah Divaksin Covid-19, nakes kota bandung,Vaksin Covid-19 Bandung,Vaksin Covid-19,Dinas Kesehatan Kota Bandung

DLHK Kota Bandung Buka Lowongan Kerja Tenaga Ahli, Ini Formasinya

Bandung Senin, 25 Januari 2021 | 15:20 WIB

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung membuka lowongan kerja untuk posisi pegawai tidak tetap atau t...

Bandung Raya - Bandung, DLHK Kota Bandung Buka Lowongan Kerja Tenaga Ahli, Ini Formasinya, lowongan kerja bandung,Lowongan Kerja,lowongan kerja dlhk kota bandung,lowongan kerja dinas kota bandung,lowongan kerja desain grafis,lowongan kerja teknik lingkungan,lowongan kerja s1 komputer,DLHK Kota Bandung

artikel terkait

dewanpers