web analytics
  

Wacana Pemekaran, Pengamat Sebut Lembang Lebih Cocok Jadi Kabupaten Bukan Kota

Sabtu, 7 November 2020 23:04 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Wacana Pemekaran, Pengamat Sebut Lembang Lebih Cocok Jadi Kabupaten Bukan Kota, lembang,kota,kabupaten,Kabupaten Bandung Barat,Bandung Barat,Kota Bandung

Jalur menuju kawasan wisata Lembang (Tri Junari/Ayobandung)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Kecamatan Lembang di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu daerah yang diwacanakan sebagai Daerah Otonom Baru (DOB). Kecamatan Lembang diusulkan menjadi Kota Lembang. 

Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Nurtanio, Djamu Kertabudi menilai, wacana pembentukan Kota Lembang sebagai sebuah aspirasi suatu komunitas masyarakat merupakan suatu sah-sah saja. 

Akan tetapi, dia mempertanyakan soal wacana pemekaran daerah menjadi suatu kota. Dengan karakteristik wilayah yang dimiliki, menurut dia, pemekaran wilayah Lembang lebih pas jika menjadi kabupaten. 

"Kenapa bukan Kabupaten Lembang? Dilihat dari aspek karakteristik dan potensi wilayah, Lembang dan sekitarnya, sebagian besar merupakan wilayah pertanian, dengan kultur masyarakat pedesaan (rural community)," kata Djamu, Sabtu (7/11/2020). 

Menurut dia, hanya sebagian kecil terdapat masyarakat urban di kawasan Lembang dan sekitarnya. Karakteristik dan potensi daerah yang seperti itu, kata dia, merupakan ciri dari suatu kabupaten. 

"Pemerintahan saja menjadi persoalan tersendiri, apalagi dari berbagai aspek lainnya, seperti kebijakan Kawasan Bandung Utara, dan eksistensi Kabupaten Bandung Barat ke depan," kata Djamu. 

Apalagi, imbuh dia, kondisi KBB sejak awal pembentukan pada 2007 sampai saat ini masih tertatih-tatih dalam upaya menggapai tujuan pemekaran daerah. Selain itu, ada aturan yang mengikat Lembang sebagai kesatuan tata ruang di KBB. 

"Berdasarkan Perpres 45 Tahun 2018 tentang Tata Ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung, bahwa 16 Kecamatan di wilayah KBB merupakan bagian dari cakupan kawasan perkotaan cekungan Bandung sebagai satu kesatuan tata ruang," katanya. 

Editor: Arditya Pramono

artikel terkait

dewanpers