web analytics
  

KBB Hapus Insentif Guru Honorer Madrasah

Sabtu, 7 November 2020 22:53 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, KBB Hapus Insentif Guru Honorer Madrasah, guru,Madrasah,Kabupaten Bandung Barat,Guru Honorer

Ilustrasi uang (Pixabay)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Guru honorer madrasah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun ini harus gigit jari. Pasalnya bantuan insentif yang tahun lalu teranggarkan, tahun ini tidak ada sehingga mereka dipastikan tidak dapat insentif senilai Rp 1.500.000.

Kepala Bidang Bina Pendidik dan Tenaga Kependidikan (BPTK) Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Rustiyana mengatakan, tahun ini anggaran bantuan insentif bagi guru honor hanya terfokus kepada guru yang ada di lingkungan Disdik.

“Ini sebenarnya tidak mengenakan tapi tetap harus disampaikan. Tahun ini memang tidak ada alokasi bantuan insentif untuk guru honorer madrasah, yang ada hanya bagi guru honorer di lingkungan Disdik,” terangnya, Sabtu (7/11/2020).

Dia menjelaskan, guru honorer Disdik yang dapat bantuan insentif juga tidak semua. Dari total 11.000 guru yang tercatat di Dapodik, hanya 5.300 yang akan dapat bantuan selebihnya tidak. Itu juga harus ada syarat yang dipenuhi tidak hanya sekadar usulan dari sekolah.

Diakuinya, tahun lalu teralokasikan, yakni dari total 5.545 penerima sekitar 500 di antaranya adalah guru honorer madrasah. Nilai insentifnya sebesar Rp1.150.000/orang/tahun. Sedangkan sekarang jumlah penerima ada 5.300 yang semuanya guru honor di lingkungan Disdik dengan nilai Rp1.500.000/tahun.

Guru honorer penerima bantuan insentif itu dari mulai tingkat Paud, SD, dan SMP. Syaratnya cukup ketat, di antaranya terdaftar di Dapodik, masa kerja minimal tujuh tahun, usia tidak lebih dari 59 tahun, dan persyaratan lainnya. 

“Sebelumnya hanya berdasarkan dari usulan sekolah. Total insentif guru honorer itu kami mengajukan Rp10 miliar namun yang terealisasi Rp8 miliar,” ucapnya.

Soal insentif bagi guru honorer madrasah, Rustiyana mengaku hasil diskusi dengan Bapelitbangda dan Kemenag, memang kewenangannya tidak ada di Disdik. Kalaupun bisa adalah bentuknya hibah dan itupun tidak di Disdik tapi di Kesra.

“Kita upayakan tahun depan, bisa diakomodir,” pungkasnya. 

Editor: Editor Ayobandung

artikel terkait

dewanpers