web analytics
  

Obat Tradisional: 6 Khasiat Ajaib si Kumis Kucing

Sabtu, 7 November 2020 07:24 WIB Andres Fatubun
Gaya Hidup - Sehat, Obat Tradisional: 6 Khasiat Ajaib si Kumis Kucing, Kumis kucing,Obat tradisional,Khasiat alami,Tanaman Obat

Tanaman obat Kumis Kucing (Istimewa)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kumis kucing adalah salah satu tanaman obat yang sudah lama digunakan di Indonesia. Manfaat kumis kucing yang paling umum adalah untuk mengobati asam urat. Di samping itu, masih ada manfaat lainnya yang perlu Anda ketahui.

Selain sebagai tanaman hias, kumis kucing (Orthosiphon stamineus) juga terkenal sebagai tanaman obat. Sebagian besar manfaat kumis kucing berasal dari kandungan senyawa bioaktif di dalam daunnya.

rSegudang Manfaat Kumis Kucing
Kumis kucing memiliki khasiat antiradang dan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Khasiat ini berkat berbagai kandungan senyawa alami dalam kumis kucing, yang meliputi flavonoid, triterpenoid, fenolik, sinensetin, eupatorin, glikosida, tanin, saponin, dan steroid.

Berkat kandungan tersebut, manfaat kumis kucing bagi kesehatan sangatlah banyak. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Mengobati asam urat
Manfaat kumis kucing sebagai obat asam urat alami diduga berasal dari kandungan flavonoid, fenolik, dan asam kafeat yang tinggi di dalamnya. Senyawa aktif tersebut diketahui memiliki sifat antiradang yang dapat menghambat pembentukan asam urat, sehingga dapat mencegah dan mengurangi risiko serangan asam urat.

Selain itu, kumis kucing juga diketahui dapat meningkatkan fungsi ginjal yang menurun dan memperbaiki kerusakan ginjal, terutama yang diakibatkan oleh kondisi asam urat tinggi.

2. Menurunkan tekanan darah
Kumis kucing juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Kandungan sinensetin di dalamnya berperan penting sebagai antioksidan dan memiliki aktivitas diuretik yang kuat. Khasiat ini akan membantu tubuh mengurangi kadar natrium berlebih melalui urin.

Dengan meningkatnya pengeluaran cairan dan natrium dari tubuh, tekanan dalam pembuluh darah juga bisa berkurang. Oleh karena itu, kumis kucing dapat dimanfaatkan sebagai obat alami bagi penderita hipertensi.

3. Mengatasi rematik
Kumis kucing juga dipercaya dapat bermanfaat sebagai obat rematik alami, terutama pada penderita rheumatoid arthritis (RA). Kebanyakan penyakit rematik, termasuk RA, disebabkan oleh reaksi autoimun. Sebagian lain tidak disebabkan oleh autoimun, tapi sama-sama didasari oleh proses peradangan.

Kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi pada kumis kucing diketahui mampu menurunkan reaksi autoimun pada RA. Selain itu, senyawa-senyawa ini juga diketahui dapat melindungi tulang rawan dan jaringan lunak dari peradangan akut dan kronis berkat efek antiradangnya.

4. Menurunkan kadar gula darah
Kumis kucing merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat antidiabetes karena kemampuannya dalam mengendalikan metabolisme karbohidrat dan gula, lemak dan gula, serta asam amino dan gula menjadi lebih seimbang.

Khasiat ini dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil. Dengan begitu, kumis kucing bisa dijadikan pilihan obat alami untuk mencegah dan mengobati penyakit diabetes.

5. Menyehatkan jantung
Selain membantu menurunkan gula darah, pemberian ekstrak kumis kucing juga diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan trigliserida (lemak darah).

Gabungan efek antidiabetik, peningkatan kadar HDL, dan penurunan kadar lemak darah ini sangat baik untuk mencegah penyakit jantung, misalnya penyakit jantung koroner atau serangan jantung.

6. Mengatasi masalah menstruasi
Perempuan yang sering mengalami masalah menstuasi juga bisa mendapatkan manfaat dari kumis kucing. Rutin mengonsumsi ekstrak kumis kucing diketahui bisa menurunkan kadar prostaglandin sehingga bisa mengurangi nyeri menstruasi dan pendarahan berlebih saat menstruasi (menorrhagia).

Meski sejumlah manfaat kumis kucing masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya Anda melibatkan tanaman ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan Anda.

Jika Anda ingin menggunakan kumis kucing yang sudah dikemas dalam bentuk suplemen herbal, pilihlah produk yang telah teruji keamanannya.

Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya, terutama bagi Anda yang ingin memanfaatkan kumis kucing sebagai terapi tambahan pada penyakit yang sedang Anda derita.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers