web analytics
  

Korea Selatan Was-was Klaster Pelayat Bos Samsung

Kamis, 5 November 2020 23:10 WIB
Umum - Internasional, Korea Selatan Was-was Klaster Pelayat Bos Samsung, Korea Selatan,Klaster Covid-19,Samsung Group

Samsung. (ET Bureau)

SEOUL, AYOBANDUNG.COM -- Upacara untuk menghormati mendiang bos Samsung Group, Lee Kun Hee, yang dihadiri banyak pelayat membuat pemerintah Korea Selatan was-was.

Terlebih, seorang jurnalis yang meliput pemakaman tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Sekitar 1.000 pelayat menghadiri upacara kematian Lee. Jurnalis lokal yang meliput acara tersebut mengalami gejala dua hari kemudian dan terbukti positif pada Senin (2/11), menurut otoritas kesehatan.

Sedikitnya enam kasus baru Covid-19, termasuk dua kolega dan dua anggota keluarga, berkaitan dengan jurnalis tersebut, kata otoritas.

Kwak Jin, pejabat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA), mengatakan bahwa belum ada kasus yang terkait langsung dengan rumah duka di Pusat Medis Samsung, termasuk dari jurnalis itu sendiri, yang menggunakan masker selama acara berlangsung.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, seperti bos perusahaan, politikus, dan pembantu senior presiden.

Sejumlah pelayat yang telah dinyatakan negatif Covid-19 meliputi wakil penasihat keamanan nasional Kim Hyun-chong dan Gubernur Jeju Won Hee-ryong, menurut kantor kepresidenan Gedung Biru dan pemerintah Kota Jeju.

Korsel menggunakan pengujian dan pelacakan kontak agresif dalam upaya membendung virus corona.

Langkah itu disanjung sebagai kisah sukses di awal pandemi. Namun, kini Korsel memerangi kasus harian yang mencapai sekitar 100 selama sepekan terakhir.

Para pelayat menghadiri acara penghormatan bos Samsung selama empat hari di area berkapasitas 50 orang, sementara pelayat juga menggunakan masker sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Korsel melaporkan 125 kasus baru Covid-19 pada Rabu malam (4/11), sehingga totalnya menjadi 27.050 kasus, dengan 475 kematian.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers