web analytics
  

Museum di Bandung, Wisata Edukasi Murah

Kamis, 5 November 2020 10:19 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Museum di Bandung, Wisata Edukasi Murah, Museum Gedung Sate,Museum Prabu Geusan Ulun,Museum Keliling,Deffy Ruspiyandy,Museum di Kota Bandung

Museum Geologi. (Ayobandung.com/Ridwan Firdaus/magang)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

Berkunjung ke museum memiliki keasyikan tersendiri. Selain karena memiliki nilai edukasi juga sekaligus bisa berwisata. Bandung memiliki museum yang dirasa pantas dikunjungi oleh siapapun terutama para orangtua untuk memberikan pelajaran sejarah bagi anak-anaknya.

Mesti diakui, salah satu wisata edukasi yang terbilang murah adalah berkunjung ke museum. Berbeda dengan mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya, mengunjungi museum takkan merogoh kocek dalam-dalam. Kunjungan satu kali ke museum bisa membawa seluruh anggota keluarga. Karenanya kegiatan ini bernilai plus selain kita bisa jalan-jalan juga kita pun akan mengetahui sejarah tentang sesuatu yang tersimpan di museum itu.

Museum sendiri merupakan sebuah tempat yang menyimpan beragam benda sejarah. Hal ini dimaksudkan agar sesuatu yang terjadi di masa lampau dapat diketahui orang-orang yang hidup pada masa sekarang. Jika hal semacam ini tak dilakukan dapat dipastikan banyak orang yang tak pernah tahu sejarah yang terjadi di masa lampau. Karenanya keberadaan museum itu sangat penting sekali bagi siapa yang berkepentingan di dalamnya.

Tadinya banyak orang yang tak tertarik karena bentuk museum yang tidak menarik sehingga enggan mendatanginya. Namun seiring waktu ternyata pengelola museum kini begitu mengetahui keinginan masyarakat, maka dipercantiklah museum itu serta ditambah dengan hal-hal baru yang membuat orang menjadi tertarik untuk mengunjunginya. Tentunya bagi siapapun tak pantas jika melewatkan hal yang satu ini karena mengunjungi museum sebuah pengalaman tersendiri.

Penyebab museum tidak menarik karena menyimpan barang-barang kuno dan berdebu hingga hanya diminati kaum tua, museum seringkali dianggap tempat yang seram dan menakutkan, penjaga museum hanya mempunyai perspektif konservasi dan preservasi serta museum belum menjadi wahana pembelajaran kecintaan terhadap bangsa. (https://inilah.com/news, 15 Mei 2012)

Setidaknya di Bandung ini ada sekitar 14 museum yang pantas untuk dikunjungi. Museum sendiri memiliki tema beragam tergantung peristiwa atau sesuatu yang perlu diketahui pada masa lampau. Sejarah sendiri biasanya terkait dengan aktivitas orang-orang yang melakukan kegiatan dalam hidupnya, peristiwa alam dan sesuatu yang ada di dalamnya. Biasanya semua itu dihadirkan berupa gambar, video atau catatan penting terkait peristiwa yang dimaksud.

Museum-museum di Bandung sendiri adalah  Museum Sri Baduga (menyimpan hal-hal yang terkait dengan seni dan budaya Sunda). Museum Konfernsi asia-Afrika (tentunya menyimpan seluruh catata, fakta dan konferensi yang dilaksanakan di Bandung pada tahun 1955). Museum Geologi (menyimpan sejarah dalam cabang ilmu geologi mengenai bebatuan, fosil dan juga mineral).Museum Pos Indonesia (menyimpan benda-benda yang terkait dunia pos, telepon,telegraf dan lain-lain). Museum Gedung Sate (yang menyimpan hal-hal tentang Gedung Sate itu sendiri).

Kemudian ada Museum Pendidikan Indonesia (menyimpan segala bentuk barang atau kegiatan yang terkait dunia pendidikan). Museum Kota Bandung (menyimpan hal-hal terkait kota dan Pemerintahan Kota Bandung). Museum Mandala Wangsit Siliwangi (menyimpan senjata-senjata yang digunakan di dalam menghadapi penjajah). Museum Inggit Garnasih (menyimpan sejarah tentang Inggit Garnasih, isteri Pressiden RI Pertama) dan Museum Nike Ardilla (berkisah tentang barang dan kehidupan penyanyi terkenal pada zamannya, Nike Ardilla).

Ada juga Museum Wolff Schoemaker (menyimpan kisah tentang seorang aristektur handal yang berjasa mendesain bangunan di Kota Bandung). Museum Puspa Iptek di Kota Baru Parahyangan (menyimpan permainan edukatif dan ada jam matahari raksasa). Juga ada museum Barli (menyimpan banyak sekali lukisan hasil karya Barli) dan ada museum mainan (menyimpan mainan unik dari sejak tahun 1980).

Tentu saja dengan tahu dan memahami karakter museum yang ada di Bandung ini setidaknya siapapun dapat meprioritaskan yang mana yang terlebih dahulu meski dikunjungi. Kalau untuk orang dewasa tentu gampang sekali memilihnya, namun jika berkunjung bersama dengan anak tentunya museum yang dipilih yang mengandung unsur edukasinya lebih besar seperti Museum Konferensi asia-Afrika, Museum Puspa Iptek, Museum Pos, Museum Geologi atau Museum Sri Baduga.

Dengan begitu, ternyata berkunjung ke museum memiliki keasyikan tersendiri karena selain kita bisa berwisata juga kita dapat memberikan pengetahuan dan ilmu kepada anak-anak kita. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak itu dapat bertambah wawasannya selain mempelajarinya secara text book. Sehingga studi wisata yang biasa dilakukan pihak sekolah sesungguhnya bisa juga para orangtua lakukan, di mana anak dapat diminta untuk mencatat apa yang dilihatnya dan di rumah bisa kembali untuk dipelajari.

Oleh sebab itu, maka untuk mampu menarik orang-orang agar berminat mengunjungi museum mesti ada sosialisasi atau pengenalan museum secara terbuka melalui event tersendiri. Benar jika hal itu ada di website-website perjalanan yang bisa diunduh setiap saat namun banyak warga masyarakat yang tak melakukan hal itu. Di sini mari kita jelaskan kepada siapapun jika berkunjung ke museum banyak manfaatnya. Semua itu bukan dengan kata-kata melainkan dengan kita memperlihatkan semua anggota keluarga yang ada untuk terbiasa mengunjungi museum.***

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers