web analytics
  

1.859 Peserta Lulus Seleksi CPNS Pemprov Jabar Formasi 2019

Rabu, 4 November 2020 18:29 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, 1.859 Peserta Lulus Seleksi CPNS Pemprov Jabar Formasi 2019, CPNS,CPNS Jabar,CPNS Lulus,CPNS Bandung

Ilustrasi - Peserta melakukan registrasi pada saat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Jabar di SOR Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Rabu (30/1/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar mengumumkan hasil akhir Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Jabar formasi 2019. Hasilnya, sebanyak 1.859 peserta yang dinyatakan lulus seleksi.

Peserta tersebut adalah mereka yang telah dinyatakan lulus dari hasil integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Adapun kuota formasi yang ditawarkan ada sebanyak 1.934.

Sehingga, total formasi yang tidak terisi mencapai 75 kursi. Rinciannya, dari target formasi 1.002 Tenaga Teknis, terisi 950 dan kosong 52, target formasi 839 Tenaga Pendidik (guru), terisi 824 dan kosong 15, serta target formasi 93 Tenaga Kesehatan, terisi 85 dan kosong 8.

"Total formasi yang tidak terisi ada 75. Kalau melihat dari jumlah persentase yang kosong, sebetulnya (pemenuhan) sudah cukup baik. Biasanya (yang kosong) di atas itu," ungkap Sekretaris Daerah Jabar Setiawan Wangsaatmaja di Bandung, Selasa (3/11/2020).

"Artinya para pelamar pun sisi kompetensinya baik dan bisa memenuhi formasi yang dibutuhkan Jabar," ungkapnya.

Ia mengatakan,1.859 peserta yang lulus CPNS Jabar Formasi 2019 adalah mereka yang terpilih dari total 41.722 pelamar yang mengikuti seleksi administrasi akhir tahun lalu. Peserta yang diterima setara 4,5% dari total pelamar.

Kepada peserta yang lulus CPNS Jabar Formasi 2019, Setiawan pun mengingatkan mereka untuk memperhatikan tanggal dan persyaratan pemberkasan. Seluruh pemberkasan dilakukan melalui daring.

"Untuk pemberkasan,harus patuhi waktunya. Pemberkasan ini juga tidak ada yang sifatnya hard copy, semua harus di-upload karena semua sudah terkomputerisasi agar bebas dari segala pungutan dan transparansi ini yang harus ditegakkan," ungkapnya.

Adapun bagi peserta yang tidak lulus, ada pilihan untuk mengajukan sanggahan atau tidak menyanggah. Sanggahan ditujukan ke instansi terkait lewat situs web SSCN. Bagi yang ingin menyanggah, sanggahan hanya bisa dilakukan satu kali dengan masa sanggah pada 1 hingga 3 November 2020.

Setiawan mengatakan,hingga Senin (2/11/2020), terdapat sekitar 30 sanggahan yang masuk terkait pengumuman hasil akhir seleksi CPNS Jabar Formasi 2019. Mayoritas sanggahan terkait Sertifikat Pendidik (Serdik) untuk formasi guru. 

"Sanggahan hingga Senin (2/11) ada sekitar 30-an dan itu mayoritas dari segi pemenuhan persyaratan formasi tenaga pendidik atau guru. Karena guru ada sertifikasi untuk profesi. Yang pasti semua kami kembalikan lagi ke aturan (dari Panselnas)," ungkapnya.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:26 WIB

Sebanyak 670 warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon menjalani tes swab.

Umum - Regional, Ratusan Warga Binaan Lapas Cirebon Dites Swab Usai 3 Pegawai Positif, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon,Swab test di lapas Cirebon,Cirebon,narapidana positif Covid-19

Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 13:09 WIB

Obat ini bisa menyebabkan kantuk dan mabuk jika dikonsumsi berlebihan.

Umum - Regional, Terjerat Razia Masker, Pemuda di Tasikmalaya Kedapatan Bawa Obat Keras, Razia obat keras,Razia masker Tasikmalaya,Tasikmalaya,Operasi Yustisi Tasikmalaya

Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 12:23 WIB

IL juga menyayangkan keputusan hakim Pengadilan Agama Sumber yang mengabaikan seluruh bukti dan saksi, bahwa pernikahan...

Umum - Regional, Kasus Dugaan Rekayasa Buku Nikah, IL Sayangkan Keputusan Hakim, Rekayasa buku nikah,KPAID Kabupaten Cirebon,Ketua KPAID Kab Cirebon,Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon,Cirebon

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:15 WIB

Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar: 1.484 Pasien Sembuh, Terbanyak di Depok, Covid-19 Jabar,Positif Covid-19 Jabar,Kasus Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Kasus Covid-19 Jawa Barat,Tambahan Kasus Covid-19 Jawa Barat

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Regional Kamis, 21 Januari 2021 | 10:32 WIB

PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak

Umum - Regional, PVMBG Analisis Penyebab Banjir Bandang Puncak, Banjir Puncak,Banjir Puncak Bogor,korban banjir Puncak,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),PVMBG

Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Co...

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:36 WIB

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C Dewi Sartika di Kawalu menj...

Umum - Regional, Warga Tasikmalaya Akhirnya Setuju RSUD Dewi Sartika Jadi RS Darurat Covid-19, Pemkot Tasikmalaya,RSUD Dewi Sartika,RS Darurat Covid-19

Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:14 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur geram saat menemukan beras dalam karung yang tidak berlabel program Bantuan Pangan Non Tu...

Umum - Regional, Dewan Cianjur Geram, Ada Beras Tak Berlabel di BPNT Cibeber, DPRD Kabupaten Cianjur

Wagub Uu Ruzhanul Ulum: Orang Sunda Memiliki Karakter Hebat

Regional Rabu, 20 Januari 2021 | 21:01 WIB

Tiga karakter orang Sunda: Orang Sunda terkenal ramah; orang Sunda menerima siapa pun yang datang ke tanah Sunda; dan or...

Umum - Regional, Wagub Uu Ruzhanul Ulum: Orang Sunda Memiliki Karakter Hebat, Panitia Kongres Sunda,Webinar Kongres Sunda,Kongres Sunda,Ekonomi Jawa Barat,Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Vaksinasi Covid-19
dewanpers