web analytics
  

Biar Aman, Rapid Test Dulu Sebelum dan Sesudah ke Luar Kota

Rabu, 4 November 2020 11:34 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Bandung, Biar Aman, Rapid Test Dulu Sebelum dan Sesudah ke Luar Kota, Rapid Test Covid-19,Rapid test penumpang kereta,protokol kesehatan krl,Ubah Laku,Jurnalisme Ubah Laku

Seorang warga menjalani rapid test mandiri di sebuah klinik kesehatan di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pergi ke luar kota di masa Pandemi Covid-19 bukan lagi hal yang sederhana. Pasalnya, selain harus menyiapkan bajet untuk ongkos pulang pergi, kita juga harus menyiapkan biaya tambahan untuk rapid test Covid-19.

Apalagi jika kita menggunakan angkutan kereta api jarak jauh, rapid test menjadi salah satu persyaratan untuk bisa masuk gerbong. Hal inilah yang dialami oleh Brenda Irene Medeline. Perempuan yang tinggal di Padalarang ini memutuskan untuk melakukan rapid test sebelum berangkat ke Yogyakarta menggunakan kereta.

"Aku berangkat ke Yogya hari Kamis (29/10) jam 6 sore, nyampe sana Jumat (30/10) pagi. Jadi aku rapid test-nya sebelum itu," tutur Brenda kepada Ayobandung.com, Selasa (3/11/2020).

Ia mengatakan, keberangkatannya ke Yogyakarta lantaran ada keperluan mendadak yang sangat urgen. Jika bukan karena keperluan yang mendesak, Brenda mengaku tak akan pergi ke luar kota sebab saat ini pandemi masih berlangsung.

"Jangankan ke luar kota, nongkrong sama temen aja sekarang aku udah enggak berani," ujarnya.

Setelah membereskan urusannya di Yogyakarta selama tiga hari, Brenda pun pulang ke Bandung pada Minggu (1/11/2020). Keesokan harinya setelah sampai di Kota Kembang, Brenda langsung melakukan rapid test kembali di salah satu rumah sakit dekat tempat tinggalnya.

Brenda merasa lega setelah mengetahui hasilnya non-reaktif. Artinya ia bisa dengan nyaman dan tenang melakukan aktivitas seperti biasanya, terutama saat bekerja dan bertemu dengan para kolega.

Brenda mengaku sudah melakukan tiga kali rapid test selama satu bulan terakhir. Kali pertama, ia melakukan rapid test untuk keperluan kantor. Kedua saat akan pergi ke Yogyakarta, dan ketiga setelah pulang dari Yogyakarta.

Pemerintah memang menetapkan masa berlaku surat keterangan rapid test selama 14 hari. Namun sepengetahuan Brenda, keakuratan rapid test hanya bertahan tiga hari sehingga ia memutuskan untuk kembali melakukan rapid test setelah dari luar kota, agar merasa tenang.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers