web analytics
  

Dukung Produk Lokal, APSSI Jabar Apresiasi Bansos Provinsi Tahap 3

Rabu, 4 November 2020 11:27 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Dukung Produk Lokal, APSSI Jabar Apresiasi Bansos Provinsi Tahap 3, Bansos Jabar,Bansos Jabar Tahap 3,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSSI),ekonomi daerah

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memantau pendistribusian bansos provinsi tahap tiga bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kantor Pos Garut, Kabupaten Garut, Selasa (27/10/2020). (Humas Jabar)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSSI) Jawa Barat mengapresiasi penyaluran bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahap 3. Bansos kali ini melibatkan produk lokal sehingga menggerakkan ekonomi daerah.

Ketua DPW APSSI Jabar Nandang Sudrajat menjelaskan, bansos tahap ketiga ini telah berjalan kurang lebih selama 2 pekan. Secara misi, penyalurannya lebih semarak dari bansos tahap-tahap sebelumnya.

Dia menilai hal ini sesuai keinginan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan DPRD Jabar, bahwa bansos, khususnya untuk bantuan nontunai Provinsi semaksimal mungkin harus menyerap produk lokal dari Jabar.

“Bansos Provinsi menyerap produk lokal sehingga mempunyai dampak positif langsung terhadap perputaran ekonomi lokal,” kata Nandang, Rabu (4/11/2020).

Harapan itu, menurut Nandang, menjadi lebih nyata pada putaran ke-3 ini, karena muatan komoditi lokal lebih semarak dan variatif.

“Contoh-contoh komoditi produk lokal, antara lain adalah garam, beras, kantong kemasan, dan masker. Sebagai contoh untuk komoditi beras, telah memunculkan aneka merek beras yang diproduksi oleh penggilingan padi lokal Jabar,” kata Nandang.

Di sisi lain, masker dan kemasan yang semula memakai dus diganti oleh kantong. Hal ini memberikan dua manfaat sekaligus, mendorong adanya produksi massal UMKM dan manfaat digunakannya kantong untuk keperluan lain, tidak seperti dus yang langsung dibuang.

Di samping itu, terdapat komoditi garam yang harus dimaksimalkan menyerap garam produksi rakyat. Memang, menurutnya, kebanyakan garam konsumsi produksi rakyat masih terkendala pada pengemasan karena dilakukan secara manual. Namun hal itu tidak menjadi halangan agar masyarakat bisa ikut diuntungkan dalam kegiatan bansos ini.

“Bagi APPSI itu suatu temuan sebagai ladang untuk melakukan pembinaan sentra produksi bagi kebutuhan barang di pasar pasar rakyat. Artinya, peningkatan mutu produk menjadi utama, dan itu harus dilakukan,” katanya.

Berkaitan dengan itu, pihaknya langsung mengambil langkah konkret melakukan pembinaan mutu produk, bekerja sama dengan dengan Disperindag Jabar, BP POM Jabar, Bank Indonesia Jabar, dan BRI Wilayah Jabar.

“Mudah-mudahan melalui pembinaan peningkatan produk garam rakyat, bisa menjadi sumber barang bahan pangan yang aman untuk didistribusi ke pasar-pasar rakyat di Jawa Barat sebagai implementasi program distribusi APPSI untuk menyediakan barang barang murah dan berkualitas melalui sistem distribusi yang efisien,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan, pelibatan banyak pihak dalam pengadaan bansos Jabar memang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Bansos Jabar tahap III berupa bantuan tunai dan nontunai senilai Rp250.000. Perinciannya, bantuan tunai sebesar Rp100.000, 5 kg beras kualitas premium, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 paket sarden, 1 paket kornet, 500 gram garam, 1 paket vitamin C, 5 buah susu kemasan kotak 200 ml, 4 buah masker, dan 1 buah tas.

 "Bansos Jabar tahap III dapat membantu menggerakkan roda ekonomi lokal dan salah satu bentuk upaya pemulihan ekonomi. Tujuh dari 10 komoditi paket nontunai bansos sebagian besar berasal dan produksi Jabar sehingga membantu tenaga kerja dan pelaku usaha Jabar," kata Arifin.

"Yang tunai bisa dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan turut membantu warung dan pedagang di sekitar masyarakat," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers