web analytics
  

Wisata Bangkit, Kota Bandung Bidik 2,5 Juta Pelancong

Rabu, 4 November 2020 05:12 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Wisata Bangkit, Kota Bandung Bidik 2,5 Juta Pelancong, Wisata Bandung,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung,Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),Target wisatawan Bandung

Sejumlah mobil memadati gerbang Tol Pasteur di Jalan Sukaraja, Kota Bandung, Jumat (30/10/2020). (Ayobandung.com/Aufa Fadil/magang)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kota Bandung menargetkan kedatangan 2,5 juta pelancong di tahun ini. Angka tersebut jauh dari target awal sebesar 8,6 juta wisatawan karena adanya pandemi Covid-19.

“Target awal kita itu 8,6 juta wisatawan ke Kota Bandung, akhirnya kita perbaiki karena kemarin 5 bulan tidak melaksanakan kegiatan. Jadi targetnya dirasionalisasi jadi 2,5 juta. Kemarin laporan sebelum liburan panjang itu sudah ada 1,5 juta wisatawan,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan Jasa Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Edward Parlindungan, Selasa (3/11/2020).

Pria yang akrab disapa Edo ini menyatakan target capaian kunjungan wisatawan ke Kota Bandung pada 2020 ini telah disesuaikan. Namun sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar, sektor ekonomi dari jasa pariwisata dan hiburan ini akan terus didorong.

Ia mengajak seluruh pengusaha jasa pariwisata dan hiburan untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Hal ini demi menguatkan kepercayaan wisatawan perihal keamanan saat melancong di Kota Bandung.

“Pertama kita harus mengembalikan rasa aman kepada para wisatawan, bahwa berwisata khususnya di Kota Bandung itu aman," ucap Edo.

"Kita terus bekerja sama dengan asosiasi dan pengusaha jasa pariwisata agar terus melakukan SOP protokol kesehatan. Sehingga wisatawan tidak takut datang ke Bandung,” tuturnya.

Edo menyebutkan, dari hasil monitoring ditemukan sejumlah pengunjung yang sengaja meminta bukti rekomendasi operasional dari tim gugus tugas, ketika mengunjungi hotel, rumah makan ataupun restoran. Hal itu dilakukan tak lain untuk memastikan keamanan tempat mememnuhi sesuai standarisasi kesehatan.

“Setelah rasa percaya mereka tinggi mereka akan cerita pada teman dan saudaranya. Sehingga bisa mengundang banyak wisatawan hadir ke Kota Bandung. Itu juga untuk membangun citra usaha dan menjamin keselamatan para pekerja, disamping menjaga keselamatan tamu yang datang ke tempat mereka,” tambahnya. 

Edo mengungkapkan, masa liburan panjang pekan lalu sejauh ini masih terkendali. Wisatawan yang datang ke Kota Bandung memang tidak terlalu membludak seperti ketika sebelum pandemi Covid-19.

Berdasarkan data dari asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bandung dan Riung Priangan, dari 50% daya tampung yang diizinkan sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) masih belum terisi seluruhnya.

“Okupansi hotel memang ada peningkatan dari 50% daya tampung sesuai perwal pada bulan September itu terisi di angka 43%, di hari libur itu 28-29 (Oktober) mencapai 60% dan puncaknya di 29-30 (Oktober) itu sampai 70%,” ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers