web analytics
  

Hujan Ringan Guyur Bandung Sejak Pagi, Waspada Kirmir Roboh

Selasa, 3 November 2020 06:53 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Hujan Ringan Guyur Bandung Sejak Pagi, Waspada Kirmir Roboh, Kirmir jebol di Kota Bandung,Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung

Seorang pengendara sepeda motor melintasi Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (22/10/2020). (Ayobandung.com/Ryan Suherlan/magang)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur wilayah Bandung pada Selasa (3/11/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan akan berlangsung sejak pagi hingga siang hari.

Hujan akan berganti berawan mulai sore hingga dini hari. Suhu Bandung hari ini berkisar di angka 19 sampai 26 derajat Celcius.

Waspada kirmir roboh

Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada saat memasuki musim hujan. Bukan hanya terhadap potensi terjadinya luapan air, namun juga pada ancaman terjadinya tanggul jebol atau kirmir sungai yang roboh.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Diskar PB Kota Bandung Dian Rudianto mengingatkan, bencana tersebut berpotensi terjadi bukan hanya karena curah hujan tinggi tetapi juga mengingat kondisi bantaran sungai yang semakin padat oleh bangunan dan tidak terawat dengan baik.

“Bukan hanya karena disebabkan oleh hujan seperti banjir, tapi ada potensi lain yang perlu masyarakat waspada. Di antaranya misalnya kirmir roboh atau tanggul jebol,” ucap Dian di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (27/10/2020).

Dian mengatakan, Kota Bandung berada di cekungan terendah. Sehingga debit air sungai yang mengalir akan lebih besar sekalipun di kawasan kota belum diguyur hujan.

Ilustrasi kirmir jebol di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

Menurut Dian, setiap daerah bantaran sungai di Kota Bandung memiliki potensi yang sama terjadi kirmir yang roboh. Terlebih di daerah permukiman yang bangunannya terus merangsek ke pinggir bantaran sungai.

“Di seluruh daerah aliran sungai disebut rawan. Karena pembangunan di sekitar daerah aliran sungai ini berisiko. Menambah ruangan sampai ke bantaran sungai. Padahal itu dilarang,” jelasnya.

Bencana kirmir roboh tercatat sudah terjadi 10 kali di 2020 ini. Padahal di sebelumnya tidak terpantau ada peristiwa kirmir roboh di sepanjang 2019 lalu

Kendati urusan penanggulangan bencana di Kota Bandung tergabung di satu dinas, yakni Diskar PB, namun Pemerintah Kota (Pemkot) sudah membuat Satuan Tugas (Satlak) khusus. Yaitu Satlak Penanggulangan Bencana yang berisi gabungan unsur pemerintahan di Kota Bandung. 

“Untuk Diskar PB saja kita ada 350 orang personil siap siaga penuh termasuk di empat UPT (Unit Pelaksana Teknis). Setiap UPT berjaga 10-15 orang,” katanya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers