web analytics
  

Wisma Atlet dan RS Swasta Siap Antisipasi Lonjakan Setelah Libur Panjang

Senin, 2 November 2020 16:09 WIB Andres Fatubun
Umum - Nasional, Wisma Atlet dan RS Swasta Siap Antisipasi Lonjakan Setelah Libur Panjang, Satgas Covid-19,Wisma Atlet,Libur Panjang,lonjakan kasus covid

Wisatawan saat berlibur ke Gunung Tangkuban Parahu saat pandemi corona. (Ayobandung.com/Tri Junari)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam sebulan terakhir pasien positif Covid-19 yang dirawat di Tower 6 dan Tower 7 mengalami penurunan dan persentase angka kasus konfirmasi Covid-19 yang sembuh mencapai 85,26%.

Koordinator RS Darurat Covid-19, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, mengatakan tingkat hunian di tower 6 dan 7 yang dihuni oleh pasien Covid-19 gejala ringan sebanyak 36,3%. Sedangkan di tower 4 dan 5 yang merupakan isolasi mandiri terisi 23,41% dengan rincian 729 OTG dan 1045 bergejala. 

"Kalau dilihat data ini, proporsi hunian ini terus menurun. Mudah-mudahan ini terus turun," jelas Tugas dalam talkshow "Update RS Darurat Covid-19: Trend Pasca Libur Panjang" dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Senin (1/11/2020) sore.

Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris Jendral ARSSI (Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia), drg. Iing Ichsan Hanafi. Dia mengatakan secara umum jumlah pasien aktif Covid-19 memang mengalami penurunan. 

"Apakah ini dampak PSBB di semua daerah, mungkin juga karena pengetahuan masyarakat yang semakin baik dalam menjaga diri dari virus corona yang jelas memang ada penurunan," katanya.

Iing menjelaskan karena jumlah pasien aktif yang turun, kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah tenaga medis untuk relaksasi. 

"Bagaimanapun mereka sudah bekerja secara optimal selama tujuh bulan, mereka butuh dukungan dari keluarga dan masyarakat," tukas Iing.

Menyoal tren kenaikan setelah libur panjang yang terjadi pada lebaran Idul Adha dan kemerdekaan silam, Tuggas dan Iing menyatakan sudah mengantisipasinya. 

Iing mengatakan rumah sakit di kota-kota besar dan daerah sudah siap dengan obat-obatan yang cukup dan tenaga medis yang siap siaga. Begitu juga dengan ketersediaan bed tidak ada masalah. 

Begitu juga di Wisma Atlet

Tugas menjelaskan ketersediaan hunian sangat cukup dan tenaga kesehatan yang melayani dalam keadaan siaga seandainya terjadi lonjakan.

"Kita siap untuk mengantisipasi kalo ada tren yang meningkat," katanya. 

408 Wisatawan di Jabar Reaktif 
Selama libur panjang akhir pekan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan rapid test acak kepada para wisatawan yang berlibur di Jabar. Terdapat 14 ribu wisatawan yang mendapat rapid test sejak Rabu 28 Oktober 2020 hingga Minggu 1 November 2020.

Hasilnya, sebanyak 408 wisatawan dinyatakan reaktif rapid test. Saat ini mereka telah menjalani tes swab PCR untuk mendapat hasil yang lebih akurat.

"Selama libur panjang kita lakukan pengawalan di titik-titik lalulintas padat, yang jadi destinasi ada 15 kota/kabupaten. Di sana kita lakukan rapid test, ada 14 ribu yang dirapid test dan 408 reaktif selama libur panjang ini," ungkap Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Jabar dan disiarkan secara daring, Senin (2/11/2020).

Ia mengatakan, hingga hari ini hasil tes swab ratusan wisatawan tersebut belum keluar. Pasalnya, pemeriksaan sampel PCR wisatawan tersebut harus mengantre di lab dengan sampel-sampel PCR lainnya.

"Karena antre dengan swab normal, jadi belum ada hasil. Kalau ambil asumsi terburuk, berari ada sebanyak itu (408) yang positif Covid-19. Tapi dari pengalaman, tidak 100% yang reaktif itu berarti positif Covid-19," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Adapun Pemprov Jabar telah menyediakan sebanyak 26.700 rapid test untuk pengetesan acak di 54 titik di belasan destinasi wisata seluruh Jabar. Selain itu, sebanyak 1.935 APD lengkap dan 14.400 Viral Transport Medium (VTM) juga telah disebar kepada kabupaten/kota. VTM merupakan tempat penyimpanan spesimen sampel lendir tenggorok hasil uji swab.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers