web analytics
  

Libur Panjang Belum Pulihkan Wisata Lembang

Senin, 2 November 2020 15:34 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Libur Panjang Belum Pulihkan Wisata Lembang, Wisata Lembang,Objek Wisata Lembang,Bandung Hari Ini,Lembang Park and Zoo,Gunung Tangkuban Parahu

Wisatawan saat berlibur ke Gunung Tangkuban Parahu saat pandemi corona. (Ayobandung.com/Tri Junari)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Libur panjang belum memulihkan angka kunjungan wisata ke kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hal itu dipicu dampak ekonomi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) serta musim hujan yang mengganggu kenyamanan berwisata.

Meski pemerintah daerah telah mengizinkan objek wisata menerima paling banyak 50% kapasitas kunjungan, namun nyatanya angka kunjungan wisatawan hanya 20-35%.

"Pengunjung per hari rata-rata antara 3.000 sampai 3.500 orang, padahal kita dibolehkan menerima pengunjung 50% dari total kapasitas tempat atau sekitar 5.000 pengunjung," kata Manager Operasional objek wisata Lembang Park and Zoo Iwan Susanto, Senin (2/11/2020).

Berbeda jauh dengan kunjungan wisatawan sebelum pandemi, hari libur panjang kali ini pun tak mendongkrak wisatawan. Padahal libur kali ini cukup panjang dimulai Rabu hingga Minggu.

"Selain cuaca masuk musim hujan, pengunjung luar kota juga masih dibatasi larangan pergi keluar kota," ujarnya.

Direktur Operasional PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, Ruslan menerangkan, kunjungan wisatawan ke Tangkuban Parahu selama libur panjang akhir pekan ini naik sekira 15%.

Meski kondisi cuaca sering diwarnai hujan, tidak menyurutkan wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke objek wisata yang kesohor dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini.

"Secara akumulasi pengunjung ada kenaikan dari sejak libur panjang hari pertama sampai sekarang sekitar 10-15%," katanya.

Menurutnya, angka tersebut berdasarkan jumlah akumulasi kunjungan sejak hari Rabu-Jumat, 28-30 Oktober 2020. Total kunjungan paling besar terjadi Kamis 29 Oktober 2020, dengan jumlah mencapai 3.000 pengunjung.

Angka kunjungan itu merupakan yang tertinggi setelah Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Tren positif kunjungan ini, kata Ruslan, sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar Tangkuban Parahu yang menggantungkan hidup dari berdagang souvenir dan makanan.

"Total ada lebih dari 1.000 pedagang di tempat ini, kalau pengunjung banyak mereka tentu akan senang juga," kata dia.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers