web analytics
  

Warga Bandung Ingin Vaksin Covid-19 Segera Didistribusikan

Minggu, 1 November 2020 18:42 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bandung Raya - Bandung, Warga Bandung Ingin Vaksin Covid-19 Segera Didistribusikan, vaksin,COVID-19

Relawan vaksin Covid-19 saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). (Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Sebagian warga di Kota Bandung menginginkan vaksin Covid-19 segera diterapkan guna mencegah penularan virus Corona semakin masif.

Warga Kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru, Nurhotimah (31) mengaku, keberadaan vaksin sangat diperlukan agar pengendalian Covid-19 bisa lebih maksimal.

Menurutnya, bila vaksin sudah disebar kepada masyarakat, bukan tidak mungkin lagi kehidupan normal bisa terjadi dalam waktu dekat.

"Keberadaan vaksin Covid-19 sekadang sangat dinantikan masyarakat," ujarnya, Minggu (1/11/2020).

Kendati demikian, kata dia, saat ini masyarakat harus tetap menerapkan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dalam setiap menjalankan aktivitas. Hal tersebut guna mencegah penularan Covid-19.

"Hal ini perlu diperketat selagi adaptasi kebiasaan baru (AKB)," katanya.

Senada dengan warga lainnya. Warga Kelurahan Cipadung Kidul Kecamatan Panyileukan, Satria Nugraha (27) mengatakan, saat pandemi seperti ini masyarakat jangan sampai lupa dengan 3M, selagi proses penemuan vaksin terus dilakukan.

"Bila masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan maka pengendalian bisa dimaksimalkan," katanya.

Di sisi lain, dalam waktu dekat ini pemerintahan Indonesia akan menyalurkan vaksin Covid-19 ke seluruh daerah di Indonesia. 

Penyaluran vaksin tersebut dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, serta melindungi dan memperkuat kesehatan masyarakat dari penularan virus Corona.

Pemerintah berharap penyaluran vaksin bisa diterima oleh masyarakat.

Komunikasi Publik Komite Penangan  Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) dan Kominfo RI menggelar kegiatan sosilasisi vaksin melalui kegiatan lokakarya komunikasi publik peran serta media dalam memunyukseskan vaksinasi Covid-19 secara video conference Zoom, bersama wartawan dari berbagai media di Indonesia, Sabtu (31/10/2020). 

Kegiatan yang bertema "Vaksin Untuk Negri" bersama Kominfo RI menghadirkan narasumber, Ketua Indonesian Tecnical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Sri Rezeki S Hadinegoro.

"Memang selama ini vaksinasi seringkali dianggap sama dengan imunisasi, namun  sebenarnya dari dua istilah ini ada perbedaan meski tujuannya untuk kekebalan tubuh," katanya. 

Pemberian vaksin ini, ada beberapa penyakit infeksi yang bisa dicegah, seperti penyakit infeksi campak, polio, hepatitis B, TB, difteri, influenza dan lain-lain, termasuk Covid-19. Di mana jika masyarakat divaksinasi maka kemampuan patogen untuk menyebar sangat terbatas bisa kebal dari penyakit infeksi dan tetap sehat.

"Jika banyak masyarakat yang telah kebal, hal ini akan memutus penularan kepada kelompok yang tidak dapat diimunisasi, misalnya bayi kecil dan penderita imunokompromais," katanya. 

Selain itu, pemberian vaksin ini juga dapat mempercepat pencapaian penanganan pandemi Covid-19

"Untuk itu masyarakat tidak perlu takut, karena vaksinasi Covid-19 untuk kekebalan tubuh masyarakat sebelumnya telah diuji melalui beberapa fase pengujian," tuturnya. 

Ia mengakui sesuai data ITAGI, untuk vaksinasi ini memang masih ada sekitar 10 persen masyarakat tidak paham tujuannya, dan 25 persen yang masih ragu-ragu. Untuk itu vaksinasi ini harus terus diedukasiakan agar masyarakat bisa lebih memahami dengan vaksin

"Untuk yang sudah tau vaksin, sampai ini baru mencapai sekitar 78 persen maka itu perlu edukasi lebih maksimal lagi, termasuk vaksin Covid-19 ini yang juga perlu peran media untuk mesosialisasikan kepada masyarakat. Karena vaksin ini juga kunci untuk terhindar dari berbagai penyakit infeksi atau menular," ujarnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers