web analytics
  

Puluhan Ribu Buruh di 24 Provinsi Bakal Demo Serentak 2, 9, dan 10 November

Minggu, 1 November 2020 19:40 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Nasional, Puluhan Ribu Buruh di 24 Provinsi Bakal Demo Serentak 2, 9, dan 10 November, Demo Buruh Tolak RUU Ketenagakerjaan,Demo Buruh di Gedung Sate,Demo buruh di Bandung,Omnibus Law

Sejumlah buruh dari berbagai organisasi melakukan aksi runjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (30/6/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIKARANG PUSAT, AYOBEKASI.NET -- Puluhan ribu buruh di 24 provinsi akan turun ke jalan untuk meneruskan aksi unjuk rasa membatalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tahun 2021, Senin (2/11/2020)  

Buruh yang akan demo tergabung dalam 32 konfederasi dan federasi seperti KSPI, KSPSI AGN, dan Gekanas.

Dikutip dari laman ayobekasi.net (jaringan Ayo Media Network) Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, untuk wilayah Jabodetak, aksi akan dipusatkan di Istana dan Mahkamah Konstitusi. Titik kumpul di Patung Kuda Indosat sekitar pukul 10.30 WIB. 

"Tuntutan yang akan disuarakan adalah batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, UMSP, dan UMSK) tetap naik," kata Said dalam keterangannya, Minggu (1/11/2020).

Pada saat bersamaan, lanjutnya, akan diserahkan gugatan uji materiil dan uji formil omnibus law UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi oleh KSPSI AGN dan KSPI.

"Tetapi bilamana nomor UU Cipta Kerja belum ada pada saat penyerahan berkas gugatan tersebut, maka yang akan dilakukan KSPI dan KSPSI AGN hanya bersifat konsultasi ke MK," ujarnya.

Said memastikan, meskipun nomor UU Cipta Kerja belum keluar, aksi 2 November di Istana dan Mahkamah Konstitusi akan tetap dilakukan. 

Adapun buruh yang akan mengikuti aksi berasaln dari berbagai kota seperti Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang Raya, Serang, Cilegon, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Bandung Raya, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Semarang, Kendal, Jepara, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

Selain itu, aksi juga akan dilakukan di Jogja, Banda Aceh, Medan, Deli Serdang, Batam, Bintan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Lampung, Makassar, Gorontalo, Bitung, Kendari, Morowali, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Lombok, Ambon, Papua, dan sebagainya.

"Aksi KSPI dan 32 federasi lainnya ini adalah non violance (anti kekerasan), terukur, terarah, dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara damai, tertib, dan menghindari anarkis," kata Said. 

Selain besok, aksi akan dilanjutkan 9 November 2020 di DPR RI untuk menuntut dilakukannya legislatif review dan tanggal 10 November 2020 di kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut upah minimum 2021 harus tetap naik.

"Aksi 9 dan 10 juga membawa dua agenda yang kami sebutkan di atas, dan dilakukan serentak di 24 provinsi," ujarnya. 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers