web analytics

Geliat Wisata Situ Lengkong Panjalu di Momen AKB

clockMinggu, 1 November 2020 12:43 WIB userAdi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Wisata, Geliat Wisata Situ Lengkong Panjalu di Momen AKB, Situ Lengkong Panjalu,AKB,Wisata Ciamis,Ubah Laku,Jurnalisme Ubah Laku

Situ Lengkong Panjalu. (Ayobandung.com/Adi Ginanjar Maulana)

CIAMIS, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada sektor pendidikan dan sektor ekonomi, tetapi juga wisata.

Sejumlah sektor pariwisata sempat babak belur karena harus tutup hampir 6 bulan sejak Covid-19 melanda wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Ciamis, sejak Maret 2020. 

Salah satu objek wisata yang tutup hampir 6 bulan yakni Situ Lengkong di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Melihat fenomena itu, sejak akhir Agustus dimulai adaptasi kebiasaan baru (AKB), Situ Lengkong terus berbenah salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap wisatawan yang datang.

Hal itu dilakukan sebagai upaya dimulainya aktivitas di tengah pandemi Covid-19. 

Salah seorang pengelola objek wisata Situ Lengkong, Wahyu mengatakan, ekonomi di sekitar objek wisata di Situ Lengkong menurun drastis sejak kawasan wisata ditutup.

Menurutnya, tidak ada aktivitas sama sekali dilakukan dari Maret-Agustus 2020 karena fenomena Covid-19. Aktivitas tersebut antara lain ziarah maupun wisata beperahu di sekitar situ--atau masyarakat menyebutnya danau--.

"Sepi sekali tidak ada aktivitas perekonomian. Warga di sini memilih bertani dan berkebun untuk memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya kepada Ayobandung.com, Minggu (1/11/2020).

Baru, pada akhir Agustus, ada sedikit peluang ekonomi tumbuh kembali. Pemerintah yang menerapkan AKB juga memperbolehkan objek wisata kembali dibuka.

Sebelum AKB dimulai, pengelola objek wisata terus berbenah terutama mempersiapkan alat sosialisasi 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) di sekitar objek wisata.

Di samping itu, protokol ketat penjagaan jarak antarpedagang pun dilakukan termasuk kepada wisatawan yang akan menaiki perahu dengan menjaga jarak.

Alhasil, kata dia, pengelola membuka kembali Situ Lengkong pada akhir Agustus. Saat itu, geliat ekonomi secara perlahan langsung berdenyut kembali. Para warga kembali mendapatkan pundi-pundi uang dari hasil jualan mereka di sekitar objek wisata.

"Saat pembukaan, wisatawan yang datang masih sedikit, tapi cukup lumayan minimal ada harapan untuk kembali menggerakkan sektor ekonomi," ujarnya.

Pengelola lainnya, Iwan mengatakan, sebagian besar pengunjung yang datang saat awal pembukaan masa AKB untuk berziarah ke makam Prabu Hariang Kencana Sayid Ali Bin Muhammad bin Umar.

"Jumlahnya saat itu tidak lebih dari 200 orang per hari yang datang," katanya.

Bergeliat dengan Protokol Kesehatan Ketat

Mulai Oktober, jumlah wisatawan yang datang ke Situ Lengkong cukup melonjak. Dalam sehari pada momen libur Sabtu-Minggu, pengunjung yang datang bisa sampai 1.000-1.5000 orang. Berbeda di momen hari biasa yang hanya 500 orang.

Untuk harga tiket, per orang dibanderol sebesar Rp4.000, yang di dalamnya termasuk asuransi kecelakaan.

"Momen libur panjang kali ini wisatawan terutama peziarah yang datang cukup membeludak. Mudah-mudahan kunjungan wisatawan tetap stabil ke depan," ujarnya.

Dia menyebut, biasanya, kunjungan lebih membludak saat bulan Rajab hingga Ramadan. Jumlah kunjungan naik signifikan dibanding hari biasa di luar dua bulan itu. Hingga kini pengunjung masih didominasi peziarah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Penumpang Naik Perahu Meningkat

Penumpang yang menaiki perahu di Situ Lengkong juga mengalami peningkatan.

Seorang nakhoda perahu, Asep mengaku, penumpang yang menaikki perahu signifikan terutama yang beriziarah ke Pulau Nusa Gede.

Dalam sehari, dia bisa mengantarkan 5 rombongan yang berziarah. Apalagi, saat momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sejak Kamis (29/10/2020), jumlah peziarah yang datang naik signifikan.

"Rata-rata peziarah yang datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada juga dari Jawa Barat seperti Karawang, Cirebon, dan Indramayu," ujarnya.

Sekali antarjemput, dia mematok  biaya satu perahu mencapai Rp250.000 dengan kapasitas maksimal 25 orang. "Jadi, per orang itu biayanya Rp10.000," katanya.

Jumlah perahu yang beroperasi di Situ Lengkong mencapai 22 unit.

Seorang peziarah asal Cikampek Kabupaten Karawang, Mis'an (52) mengaku, bersama rombongan majelis taklim sengaja melakukan wisata ziarah salah satunya ke Situ Lengkong.

"Berkunjung ke sini untuk mengetahui sejarah penyebaran Islam di Jabar," ujarnya.

Soal Covid-19, dia bersama rombongan tetap menaati protokol kesehatan dengan menerapkan 3M baik di dalam bus maupun saat ada di tempat wisata. "Di bus kami duduk seorang-seorang karena untuk menjaga jarak," katanya.

Sejarah Situ Lengkong

Dikutip dari situs Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Situ Lengkong Panjalu adalah sebuah danau seluas 57,95 hektare dengan pulau di tengahnya seluas 9,25 hektare, bernama Nusa Gede. 

Di Pulau Nusa Gede terdapat hutan lindung beserta peninggalan purbakala. Konon, Nusa Gede awalnya adalah pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu, selain juga berfungsi sebagai benteng pertahanan. Di sini juga terdapat makam penyebar agama Islam yang bernama Mbah Panjalu. 

Di dalam hutan terdapat 307 pohon yang terdiri dari 30 jenis. Menurut cerita sejarah Panjalu, Situ Lengkong merupakan hasil buatan para leluhur Panjalu, yang hidup di zaman Kerajaan Hindu Panjalu. 

Konon pada awal abad ke-7, seorang raja Panjalu menginginkan putra mahkotanya memiliki ilmu yang paling ampuh dan paling sempurna. Maka berangkatlah sang putra mahkota yang bernama Borosngora menuju ke suatu tempat dan berakhir di tanah suci Mekah.

Di sanalah tujuannya tercapai, yaitu mempelajari dan memperdalam Agama Islam dan membaca dua kalimah Sahadat.

Setelah tinggal cukup lama maka pulanglah sang putra mahkota ke Panjalu dengan dibekali air Zamzam, pakaian kesultanan, serta perlengkapan pedang dan cis. 

Di Panjalu, tugas utamanya adalah menjadi raja Islam dan sekaligus mengislamkan rakyatnya. Beliau kemudian menjadi Raja Panjalu menggantikan ayahnya dengan Gelar Sang Hyang Borosngora.

Mulai saat itulah kerajaan Panjalu berubah dari kerajaan Hindu menjadi kerajaan Islam. Konon, air zamzam dari Mekah ditumpahkan ke lembah bernama Lembah Pasir Jambu. Kemudian Lembah itu bertambah banyak airnya dan terjadilah danau yang kini disebut Situ Lengkong.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Rekomendasi Tempat Wisata Bernuansa Hutan Indah di Bandung

Wisata Selasa, 3 Agustus 2021 | 16:25 WIB

Berikut Ayobandung.com rekomendasikan tempat-tempat wisata di Bandung dan Lembang yang memiliki pemandangan hutan yang i...

Gaya Hidup - Wisata, Rekomendasi Tempat Wisata Bernuansa Hutan Indah di Bandung, Rekomendasi,Tempat Wisata,Bernuansa Hutan,Bandung,Hutan,Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda,Orchid Forest Cikole,Bukit Bintang

10 Link Download Situs Film Pengganti Indoxxi dan LK21, Juli 2021

Wisata Jumat, 9 Juli 2021 | 12:41 WIB

Ada beberapa situs download film mulai bisa diakses lagi, termasuk Indoxxi dan LK21. Situs download film Indonesia, Film...

Gaya Hidup - Wisata, 10 Link Download Situs Film Pengganti Indoxxi dan LK21, Juli 2021, Link Download Film Terbaik,Link Download Film,Link Download Film bagus,Situs Link Download Film Terbaik,Situs Link Download Film pengganti IndoXXI,Indoxxi,situs LK21,LK21,download lk21,Link Download Film Terbaik pengganti LK21

Sinopsis Film : Wandavision, Kisah Perih Superhero Atas Rasa Kehilanga...

Wisata Jumat, 9 Juli 2021 | 08:05 WIB

Serial Wandavision ini mengisahkan kehidupan Wanda Maximoff dan Vision yang telah berkeluarga setelah kejadian blip oleh...

Gaya Hidup - Wisata, Sinopsis Film : Wandavision, Kisah Perih Superhero Atas Rasa Kehilangan, Film Marvel,Sinopsis film

4 Rekomendasi Wisata di Tasikmalaya Setelah Pandemi Berakhir

Wisata Kamis, 8 Juli 2021 | 06:04 WIB

Tasikmalaya memiliki banyak tempat wisata. Tempat wisata tersebut bisa menjadi menjadi pilihan menikmati hari libur. Nam...

Gaya Hidup - Wisata, 4 Rekomendasi Wisata di Tasikmalaya Setelah Pandemi Berakhir, Wisata Tasikmalaya,wisata Tasik,objek wisata tasik,Pantai Sindangkerta,kampung adat naga,Pantai Karang Tawulan

Sepi Wisatawan, Chinatown Bandung Kini Jadi Tempat Uji Nyali

Wisata Rabu, 7 Juli 2021 | 10:15 WIB

Sebelum menjadi tempat wisata, dahulu Chinatown sebenarnya merupakan rumah duka dan tempat pembuatan peti mati.

Gaya Hidup - Wisata, Sepi Wisatawan, Chinatown Bandung Kini Jadi Tempat Uji Nyali, Chinatown Bandung,Tempat Uji Nyali,Wisatawan,Youtuber,sejarah Chinatown

Virtual Tour Desa Wisata, Solusi Berwisata di Rumah Saja

Wisata Selasa, 6 Juli 2021 | 11:25 WIB

Virtual tour desa wisata yang telah didukung oleh KEMENPAREKRAF ini dapat anda nikmati secara gratis. Di sana telah ada...

Gaya Hidup - Wisata, Virtual Tour Desa Wisata, Solusi Berwisata di Rumah Saja, virtual tour,Virtual Tour gratis,Virtual tour desa wisata,Virtual Tour di rumah saja

Pantai Karang Tawulan, Pesisir Indah di Tasik yang Mempesona

Wisata Jumat, 2 Juli 2021 | 14:15 WIB

Kabupaten Tasikmalaya punya sejumlah pantai yang wajib dikunjungi oleh wisatawan. Salah satunya, Pantai Karang Tawulan,...

Gaya Hidup - Wisata, Pantai Karang Tawulan, Pesisir Indah di Tasik yang Mempesona, Pantai Kabupaten Tasik,Pantai di Tasik,Pantai Karang Tawulan,Karang Tawulan,Wisata Tasikmalaya

Wisata Alam Bukit Jamur Ciwidey yang Mempesona

Wisata Jumat, 18 Juni 2021 | 11:48 WIB

Bukit jamur ciwidey menjadi wisata murah favorit di Kabupaten Bandung. Ungkapan yang menyebutkan kalau Tuhan menciptakan...

Gaya Hidup - Wisata, Wisata Alam Bukit Jamur Ciwidey yang Mempesona, Bukit Jamur Ciwidey,Jalan ke Bukit Jamur Ciwidey,Jalur ke Bukit Jamur Ciwidey,Wisata Bukit Jamur Ciwidey,Wisata Ciwidey,Wisata hits Ciwidey

artikel terkait

dewanpers
arrow-up