web analytics
  

Cerita Warga Bogor yang Kontak Erat dengan Pasien Positif Covid-19 

Sabtu, 31 Oktober 2020 20:23 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, Cerita Warga Bogor yang Kontak Erat dengan Pasien Positif Covid-19 , protokol kesehatan covid-19,Corona Bogor,Disiplin Menggunakan Masker

Tes cepat Covid-19 massal di Pasar Bogor (AyoBandung.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Syahrul (34) mendapatkan pelajaran berharga soal pentingnya memakai masker di masa pandemi Covid-19. Kesadaran pentingnya memakai masker didapat oleh pria asal Sukaresmi Kota Bogor itu setelah dirinya tak disangka-sangka telah kontak erat dengan pasien positif Covid-19. 

"Sekitar dua jam saya kontak secara dekat sama orang yang memesan untuk menyewa mobil saya tanpa pakai masker, besoknya orang itu dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab keluar," katanya, Sabtu (31/10/2020).

Syahrul mengetahui bahwa ia telah kontak erat dengan pasien positif melalui anggota Satgas Covid-19 tingkat RW yang memintanya untuk melakukan swab test. 

Meskipun hasil swab Syahrul dinyatakan negatif namun ia masih sangat menyesalkan tidak memakai masker ketika bertemu dengan pasien positif.

"Biasanya saya sangat protektif soal memakai masker tapi kemarin itu saya sangat percaya sama orang yang menyewa mobil karena teman sehingga merasa tak perlu memakai masker, namun saat tahu dia dinyatakan positif yang pertama saya rasakan adalah menyesal tak pakai masker," katanya. 

Syahrul mengku menyesal tak pakai masker lantaran dia mengetahui resiko tertular virus akan lebih tinggi ketika seseorang tak pakai masker.

"Yang saya kawatirkan bukan karena saya tertular tapi karena saya tertular saya bisa membawa virus ke rumah, saya tidak mau kelurga ikut tertular apalagi saya mempunyai anak yang masih 3 tahun," katanya.

Pengalaman tersebut kata Syahrul menjadi pelajaran sangat berharga baginya agar selalu menggunakan masker. Paling tidak yang dia yakini dengan menggunakan masker resiko tertular Covid-19 lebih rendah.

"Termasuk menjalankan protokol kesehatan lainnya, ke depannya pasti akan lebih disiplin. Kita memang tidak akan tahu dengan menjalankan protokol kesehatan apakah betul-betul aman dari virus atau tidak tapi usaha menjalankan protokol kesehatan itu lebih penting dari pada tidak sama sekali," terang Syahrul. 

Kurangi Risiko

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menegaskan pentingnya memakai masker baik bagi orang sakit maupun yang sehat untuk menghambat penyebaran Covid-19 dan akan tetap dianjurkan selama beberapa waktu kedepan hingga vaksin virus corona ditemukan.

“Jadi, penggunaan masker yang benar dapat mengurangi risiko penularan virus Corona,” kata Sri.

Sri menyebutkan, menurut Kemenkes, jika ada penderita Covid-19 dan ada orang sehat yang dua-duanya tidak menggunakan masker, maka  risiko penularan virus Corona 100%. Sementara, apabila pembawa virus Corona tidak menggunakan masker, tetapi yang sehat menggunakan masker, maka risiko penularannya 70%.  

Apabila pembawa virus Corona menggunakan masker bertemu dengan orang sehat yang tidak menggunakan masker, maka risiko penularannya 5%. Dan bila pembawa virus Corona dan orang sehat dua duanya memakai masker, maka risiko penularan hanya 1,5%.

“Kita mungkin tidak mengetahui apakah  kita ini pembawa virus Corona atau tidak, dan kita juga tidak tahu apakan orang-orang yang kita temui adalah pembawa virus Corona atau tidak,” ujarnya.  

Oleh karena itu, pentingnya menggunakan masker saat keluar rumah atau bertemu dengan orang lain selain keluarga.

“Ini penting agar kita tidak berisiko tertular dari orang lain, atau berisiko menularkan virus ke orang lain,” kata nya.

Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah menggunakan masker dengan benar, yaitu menutupi hidung dan mulut, tidak menurunkan masker ke dagu, tidak membuka masker saat berbicara dekat dengan orang lain, dan tidak berdekatan makan bersama dengan orang lain.

“Karena pada saat berbicara, maka itu resiko keluarnya droplet dari mulut kita,” katanya.

Kedepan pihaknya akan memberlakukan sanksi bagi masyarakat yang melanggar aturan tidak memakai masker di tempat umum.

“Maka dari itu mulai dari sekarang kita harus mulai disiplin diri untuk selalu menggunakan masker dengan benar. Ingat, wabah Covid-19 ini belum berakhir, dan saat ini vaksin belum ada. Jika semua orang disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan akan memutus rantai penularan virus Corona, karena disiplin kita adalah vaksin kita,” kata Retno. 

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers