web analytics
  

Libur Panjang, Objek Wisata Jadi Sasaran Sidak Protokol Kesehatan

Sabtu, 31 Oktober 2020 19:48 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Libur Panjang, Objek Wisata Jadi Sasaran Sidak Protokol Kesehatan, Operasi Yustisi Tasikmalaya,Protokol Kesehatan,protokol kesehatan covid-19

Anggota Koramil dan Kepolisian Polsek Cikalong menggelar Operasi Yustisi di Objek Wisata Karangtawulan, Kecamatan Cikalong, Tasikmalaya. (AyoBandung.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Di libur panjang akhir pekan ini objek wisata di Tasikmalaya menjadi salah satu lokasi sidak (operasi mendadak) protokol kesehatan. Operasi menyasar wisatawan atau masyarakat yang sedang berlibur. 

"Tim melakukan operasi yustisi atau sidak oleh tim gugus tugas kecamatan seperti oleh Koramil dan Polsek setempat. Jadi masyarakat tetap dihimbau memakai masker dan jaga jarak tidak berkerumun," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabuptaten Tasikmalaya Atang Sumardi, Sabtu (31/10/2020). 

Sementara itu, Pjs Danramil 1220 Cikalong Letda Inf Santoso mengatakan, Koramil bersama Polsek Cikalong melaksanakan pengawasan dan pemantauan penerapan protokol kesehatan di objek wisata Karangtawulan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Termasuk dalam rangka adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman dari penularan Covid-19. Kita himbau masyarakat tetap pakai masker dan jaga jarak," terang Santoso.

Sasarannya, kata Santoso, anggota mencari pengunjung yang tidak memakai masker, berkerumun dan yang tidak menjaga jarak. Termasuk pedagang yang tidak menggunakan masker.

"Bagi pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan kami beri sanksi untuk menutup warungnya. Sementara untuk pengunjung kita beri sanksi sosial dan fisik seperti push up dan membersihkan lingkungan," ucap Santoso.

Dari hasil pengawasan ini, tambah Santoso, masih banyak pengunjung yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker. Dari tiga kali kegiatan pengawasan sejak Rabu (28/10/2020) sampai Sabtu (31/10/2020) ada sebanyak 28 orang yang diberikan sanksi fisik maupun sosial. 

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers