web analytics
  

Cimahi Catatkan 383 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), 3 Menginggal

Sabtu, 31 Oktober 2020 15:08 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Cimahi, Cimahi Catatkan 383 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), 3 Menginggal, Demam Berdarah Dengue (DBD),DBD,DBD Cimahi,Pemkot Cimahi

Ilustrasi (ACT)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Selain pandemi Covid-19, warga Kota Cimahi diminta mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Tercatat sebanyak 383 kasus, dengan 3 di antaranya berakibat kematian, di periode Januari hingga September 2020 ini.

"Selain tetap harus waspada terhadap Covid-19, saat pancaroba ini juga waspadai demam berdarah karena musim hujan itu banyak genangan air. Dari situ populasi nyamuk meningkat," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Romi Abdurakhman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, melalui stafnya Eka Febriana, awal pekan ini sebagaimana dikutip dari siaran pers Pemkot Cimahi.

Berdasarkan catatan Dinkes Kota Cimahi, hingga September 2020 tercatat 383 kasus DBD. Tiga di antaranya harus meregang nyawa akibat  gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Untuk rinciannya, pada Januari 2020 tercatat 67 kasus, Februari 64 kasus, Maret 47 kasus, April 49 kasus, Mei 43 kasus, Juni 53 kasus, Juli 30 kasus, Agustus 22 kasus dan September 8 kasus.

Di bulan-bulan pancaroba, peralihan dari kemarau ke penghujan, biasanya jumlah kasus DBD meningkat. Hal ini terjadi musim pancaroba tahun lalu. Puncaknya terjadi pada musim penghujan. Menurut Eka, total kasus DBD pada Januari mencapai 349 kasus.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Untuk mencegah peningkatan kasus DBD, Pemkot Cimahi melakukan berbagai persiapan, di antaranya menggiatkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Konsep baru dicoba, yakni dengan dengan membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah. Kadernya tentu saja salah satu anggota keluarga di setiap rumah.

"Kalau pencegahan pasti dilakukan sebelum penularan. Dari mulai sekarang digiatkan lagi PSN," ujar Eka.

Selain dengan PSN, Pemkot juga menyiapkan petugas fogging untuk memberantas pupulasi nyamuk aedes aegypti, jenis nyamuk yang membawa virus dengue sehingga menyebabkan demam berdarah. Masyarakat diajak untuk terus menjaga lingkungan dan kesehatan tubuh.

Cara warga berkontribusi di antaranya dengan menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa digenangi air. Apabila ada anggota keluarga yang terjangkit demam, segeralah dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Singkirkan barang-barang bekas yang bisa digenangi air," kata Eka.

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers