web analytics
  

Hari Ini Terakhir, Trans Studio Bandung Hadirkan Wahana Horror Time

Sabtu, 31 Oktober 2020 12:11 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Wisata, Hari Ini Terakhir, Trans Studio Bandung Hadirkan Wahana Horror Time, Dunia Lain Horror Time,Trans Studio Bandung,Dunia Lain

Menyambut perayaan Halloween sekaligus libur panjang akhir pekan, theme park indoor Trans Studio Bandung menyuguhkan wahana baru bernuansa horor. Wahana tersebut memunculkan sosok-sosok hantu urban legend Kota Bandung yang dapat ditemui dengan menaiki kereta. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Menyambut perayaan Halloween sekaligus libur panjang akhir pekan, theme park indoor Trans Studio Bandung menyuguhkan wahana baru bernuansa horor. Wahana tersebut memunculkan sosok-sosok hantu urban legend Kota Bandung yang dapat ditemui dengan menaiki kereta.

Sebut saja hantu ambulans Bahureksa, hantu Taman Maluku, hantu Nancy yang berada di salah satu SMA di Bandung, hingga hantu Goa Belanda. Semuanya hadir dalam wahana "Dunia Lain Horror Time" yang akan berakhir di hari ini, Sabtu (31/10/2020) sore.

Head of Marcomm Trans Studio Bandung Triya Filia Santi mengatakan, wahana tersebut menyatu dengan wahana yang telah lama menjadi salah satu favorit pengunjung, yakni Dunia Lain. Dalam wahana baru Horor Time tersebut, pengunjung akan menaiki kereta menyusuri lorong gelap untuk memecahkan sejumlah teka-teki.

"Saat kereta berhenti, dengan berbekal sebuah senter, pengunjung akan ditantang untuk mengikuti petunjuk yang tersembunyi. Petunjuk tersebut harus dipecahkan agar kereta kembali berjalan," ungkapnya.

Di setiap pemberhentian kereta, pengunjung akan dikejutkan dengan sosok-sosok mistis tersebut. Wahana kereta menyusur urban legend Bandung ini tersedia mulai pukul 17.00-19.00 di akhir pekan.

"Selama long weekend minggu ini, Trans Studio Bandung juga mengadakan pesta kostum," ungkapnya.

Adapun Trans Studio Bandung baru kembali beroperasi pada 28 Agustus setelah ditutup total sejak 23 Maret. Hingga kini, jumlah kunjungan warga dibatasi lebih dari 50% dari kapasitas normal.

"Biasanya maksimal kita bisa menampung 8.000 pengunjung. Sekarang sudah mencapai 2.000 pun kita berlakukan pecah antrean," kata dia.

Hal tersebut dilakukan dengan membuka loket antrean tiket satu jam lebih awal dan menutup operasional satu jam lebih lama dari jadwal utama. Karena itu, diharapkan tidak ada penumpukan pengunjung di dalam area bermain.

Pihaknya juga memberlakukan protokol kesehatan dengan membatasi kapasitas wahana 50% dari kapasitas normal. Sejumlah wahana yang dinilai tidak memungkinkan menerapkan physical distancing pun masih ditutup.

"Ada beberapa yang ditutup seperti mandi bola, roller coaster, dan beberapa wahana lain. Untuk roller coaster itu kan berbahaya kalau pakai masker karena bisa terlepas dan menyangkut di rel, sementara kalau tidak pakai masker nanti terkena droplet. Sehingga wahana-wahana ini masih ditutup," ungkapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers