web analytics
  

Salah Satu Penyebab Fatal Doa Belum Dikabulkan

Sabtu, 31 Oktober 2020 06:49 WIB
Umum - Pendidikan, Salah Satu Penyebab Fatal Doa Belum Dikabulkan, Doa,Penyebab Doa Tidak Terkabul

[Ilustrasi] Terdapat 5 waktu dikabulkannya doa, salah satunya pertengahan malam terkahir, ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. (Republika/Thoudy Badai)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Ad-Da' u wa ad- Dawa' (Terapi Penyakit Hati) mengatakan, salah satu kesalahan yang dapat menghalangi terkabulnya doa adalah ketergesa-gesaan seorang hamba.

Dia menganggap doanya lambat dikabulkan, lantas merasa jenuh dan letih, sehingga akhirnya meninggalkan doa.

Ini ibarat orang yang menabur benih atau menanam tanaman, kemudian dia menjaga dan menyiraminya. Namun, karena merasa terlalu lama menunggu hasilnya, orang itu pun membiarkan dan mengabaikan tanaman tersebut.

Dalam Shahih Bukhari terdapat sebuah riwayat dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda:  

"Doa masing-masing kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan berkata: 'Saya sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan."

Di dalam Shahiih Muslim, masih dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:

"Doa seorang hamba akan senantiasa terkabul selama ia tidak berdoa untuk kemaksiatan, atau untuk memutuskan silaturrahim, dan tidak tergesa-gesa."

Para Sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk ketergesa-gesaan yang dimaksud?" Nabi menjawab: "Hamba tadi berkata: 'Aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa, namun Allah belum juga mengabulkan doa aku. Dia merasa jenuh dan letih, lalu akhirnya meninggalkan doa."

Di dalam Musnad Ahmad, dari Anas, dia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

"Seorang hamba akan senantiasa berada dalam kebaikan selama ia tidak tergesa-gesa."

Para Sahabat bertanya:

"Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk ketergesa-gesaannya?" Nabi menjawab: "Hamba tersebut mengatakan: 'Aku telah berdo'a kepada Rabbku, tetapi Dia belum mengabulkan permohonanku."

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers