web analytics
  

Mengapa UMP Harus Naik? Ini Jawaban Buruh

Jumat, 30 Oktober 2020 19:09 WIB
Bisnis - Finansial, Mengapa UMP Harus Naik? Ini Jawaban Buruh, Upah Minimum Provinsi (UMP),Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

Demo buruh. (Suara.com/Angga Budhiyanto)

AYOBANDUNG.COM -- Buruh menilai, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah tidak memiliki hati nurani. Hanya memandang kepentingan pengusaha. Buktinya tidak ada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada tahun 2021 sesuai dengan keputusan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021. Padahal ini masih dalam masa Pandemi Covid-19. Ini yang membuat kalangan buruh naik pitam.

"Menaker sepertinya tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha semata," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S Cahyo dalam konfrensi pers virtual, Jumat (30/10/2020).

Adapun isi surat edaran Menaker tersebut adalah meminta kepada para Gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020, melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan, dan menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

Menurutnya, pengusaha memang sedang susah. Tapi buruh juga jauh lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021.

Tetapi bagi perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.

KSPI menyebut 4 alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik.

Pertama, jika upah minimum tidak naik, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Di mana seiring dengan penolakan omnibus law, buruh juga akan menyuarakan agar upah minimum 2021 tetap naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.

Kedua, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat. Bandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.

"Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," katanya.

Ketiga, bila upah minimum tidak naik maka daya beli masyarakat akan semakin turun. Daya beli turun akan berakibat jatuhnya tingkat konsumsi. Ujung-ujungnya berdampak negatif buat perekonomian.

Keempat, tidak semua perusahaan kesulitan akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, dia meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

5 Tips Menghemat Uang Setelah Kehilangan Pekerjaan

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 15:52 WIB

Tahun 2020 menjadi masa yang sulit. Begitu banyak ketidakpastian ekonomi, membuat perusahaan banyak melakukan efisiensi...

Bisnis - Finansial, 5 Tips Menghemat Uang Setelah Kehilangan Pekerjaan, Tips Menghemat,Kehilangan Pekerjaan,tips menghemat saat kehilangan pekerjaan,PHK

Harga Emas Antam Bandung Turun Jadi Rp923.000

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 09:42 WIB

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp923.000 per gram pada Kamis(4/3/2021), atau turun Rp5.000...

Bisnis - Finansial, Harga Emas Antam Bandung Turun Jadi Rp923.000, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,Harga emas Antam Bandung,Emas

7 Cara Siapkan Dana Pensiun Demi Hidup Nyaman di Masa Tua

Finansial Kamis, 4 Maret 2021 | 01:03 WIB

Pensiun dini dan menikmati masa tua dengan damai kini jadi dambaan generasi muda. Untuk itu, tidak ada salahnya menyiapk...

Bisnis - Finansial, 7 Cara Siapkan Dana Pensiun Demi Hidup Nyaman di Masa Tua, Dana Pensiun,Masa Tua,Cara Siapkan Dana Pensiun

Presiden Jokowi: Sudah 5 Tahun Lapor Pajak Melalui e-filling

Finansial Rabu, 3 Maret 2021 | 18:52 WIB

Presiden Joko Widodo mengajak para wajib pajak untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasil...

Bisnis - Finansial, Presiden Jokowi: Sudah 5 Tahun Lapor Pajak Melalui e-filling, Presiden Joko Widodo (Jokowi),Jokowi Lapor Pajak,Jokowi SPT Tahunan,Jokowi e-filling

Lebih Mudah Lapor Pajak, DJP Luncurkan e-Filing PDF

Finansial Selasa, 2 Maret 2021 | 21:03 WIB

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan format pelaporan e-Filing bentuk baru yaitu e-Form PDF di Jakarta, Selasa (2...

Bisnis - Finansial, Lebih Mudah Lapor Pajak, DJP Luncurkan e-Filing PDF, Direktorat Jenderal Pajak (DJP),E-filing,Lapor Pajak,e-Filing PDF,Kanwil DJP Jabar I,SPT Tahunan,e-Form PDF

Majukan Pendidikan, bank bjb syariah Gandeng Idrisiyyah

Finansial Selasa, 2 Maret 2021 | 12:44 WIB

bank bjb syariah menargetkan peningkatan kerja sama sektor pendidikan. Salah satunya dengan melakukan penandatangan Memo...

Bisnis - Finansial, Majukan Pendidikan, bank bjb syariah Gandeng Idrisiyyah, bjb syariah,kerja sama bank bjb syariah dan Yayasan Idrisiyyah,Yayasan Idrisiyyah,bank bjb syariah

Harga Jual Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp923.000 per Gram

Finansial Selasa, 2 Maret 2021 | 10:36 WIB

Harga jual emas Antam pada sesi perdagangan Selasa (2/3/2021) dibanderol Rp923.000 per gram, atau sama dengan hari kemar...

Bisnis - Finansial, Harga Jual Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp923.000 per Gram, Harga emas Antam,Harga emas Antam hari ini,emas antam

bank bjb Syariah Salurkan Dana CSR untuk Korban Banjir di Bekasi

Finansial Senin, 1 Maret 2021 | 23:07 WIB

bank bjb syariah menunjukan kepedulian kepada korban bencana banjir dengan menyalurkan bantuan CSR untuk korban bencana...

Bisnis - Finansial, bank bjb Syariah Salurkan Dana CSR untuk Korban Banjir di Bekasi, bank bjb Syariah,Banjir di Bekasi,bjb Syariah Bantu Korban Banjir Bekasi,bjb Syariah Salurkan Dana CSR
dewanpers