web analytics
  

Tes Antigen CePad Unpad Tunggu Izin Edar Kemenkes

Jumat, 30 Oktober 2020 17:03 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Tes Antigen CePad Unpad Tunggu Izin Edar Kemenkes, CePad,alat tes Covid-19,Universitas Padjajaran (Unpad)

Universitas Padjajaran berhasil mengembangkan alat tes Covid-19 yang dinamai CePad. (Nur Khansa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Universitas Padjajaran saat ini telah berhasil mengembangkan alat tes Covid-19 yang dinamai CePad. Alat tes yang menyasar pendeteksian antigen tersebut saat ini tengah menunggu izin edar Kementerian Kesehatan RI.

"Kami sudah diskusi dengan produsennya, status CePad saat ini sudah didaftarkan di Kemenkes untuk dapat izin edar," ungkap Peneliti dari Pusat Riset Bioteknologi Molekuler dan Bioinformatika Unpad, Muhammad Yusuf dalam diskusi yang digelar Unpad secara daring, Kamis (29/10/2020).

"Mudah-mudahan segera keluar dalam waktu dekat," harapnya.

Adapun tes antigen CePad adalah alat tes Covid-19 yang bertujuan mendeteksi antigen dalam tubuh seseorang alih-alih antibodi sebagaimana yang diterapkan dalam rapid test selama ini. Yusuf mengatakan, rapid test antibodi memiliki kekurangan baru bisa mendeteksi antibodi seseorang setidaknya 7 hari setelah terpapar.

Sementara tes PCR yang lebih akurat masih menemui keterbatasan alat pemroses sampelnya di Indonesia. Sehingga, alat tes antigen CePad disebut dapat menjadi jalan tengah antara rapid test dan tes PCR.

"Secara teori tes PCR sebenarnya bisa mengeluarkan hasil pemeriksaan Covid-19 dalam beberapa jam. Namun, hingga saat ini alat yang tersedia terbatas sehingga hasil baru bisa keluar 2-7 hari kemudian," ungkapnya.

Jeda waktu untuk menunggu hasil PCR tersebut keluar, ia mengatakan, menjadi titik kelemahan karena orang yang diperiksa kerap tidak dapat menahan diri untuk membatasi aktivitas. Adapun tes CePad disebut sudah dapat mengeluarkan hasil pemeriksaan 20 menit setelah tes dilakukan.

"Walaupun secara akurasi, sensitivitas tes antigen ini tidak sebagus PCR," ungkapnya.

Ia mengatakan, tes antigen dapat mendeteksi keberadaan virus dalam sebuah sampel, ketika jumlah virus dalam sampel tersebut banyak. Jumlah virus yang banyak ini adalah ketika virus tersebut berpotensi menular pada orang lain atau infeksius

"Sehingga, kalau orang yang sudah terpapar virus tersebut bisa terdeteksi, maka diharapkan virusnya bisa berhenti di dia saja," ungkapnya.

Yusuf mengatakan, tes antigen CePad mengambil sampel lewat nasofaring atau tenggorokan bagian atas sebagaimana tes PCR swab. Nantinya, sampel dicampurkan ke cairan dan dalam 20 menit hasilnya sudah dapat terlihat.

"Dalam tes antigen ini, sampel yang positif akan menunjukan dua garis, kalau negatif hanya satu garis," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan eksperimen yang menunjukan bahwa tes antigen CePad bisa dengan spesifik mendeteksi virus penyebab Covid-19 saja, yakni SARS-CoV-2. Sehingga, hasil yang positif memang menunjukan seseorang memiliki SARS-CoV-2 di dalam tubuhnya, bukan virus yang lain.

"Dibuktikan dengan eksperimen di lab, virus lain selain SARS-CoV-2 tidak terdeteksi. bahkan keluarga Coronavirus lainnya juga tidak," ungkapnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers