web analytics
  

Hati-Hati, Ngebut di Atas 60 Km/Jam di Jalan Soekarno-Hatta bisa Kena Tilang

Jumat, 30 Oktober 2020 16:08 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Hati-Hati, Ngebut di Atas 60 Km/Jam di Jalan Soekarno-Hatta bisa Kena Tilang, Alat pengukur kecepatan,Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta,Soekarno-Hatta

Ilustrasi pengukur kecepatan. (Christine Sponchia/Pixabay )

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah titik di Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung sudah terpasang peralatan lalu lintas untuk mengukur kecepatan kendaraan.

Satlantas Polrestabes Bandung sudah memasang rambu-rambu pendukung alat pengukur kecepatan. Peralatan tersebut diletakan di pinggir jalan atau tepatnya di trotoar. Papan rambu tersebut bertuliskan keterangan terkait kecepatan yang disertai kamera pengintai. ‎

Kanit Dikyasa Satlantas Polrestabes Bandung, Iptu Asep Kusmana, mengatakan pengukur kecepatan kendaraan sudah dipasang di lima titik. Di antaranya adalah Jalan Soekarno-Hatta depan STIE Inaba, lalu di depan CMI Teknologi Radio Transmision, kemudian di depan Resto Cibiuk, lalu di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 789 serta di depan Polda Jabar.

"Ya, alatnya sudah terpasang di 5 titik. Alat pengukur kecepatannya sudah on (berfungsi), hanya display kecepatannya belum dinyalakan," ujarnya, Jumat (30/10/2020).

Pada dasarnya, alat pengukur kecepatan sudah diletakan sejak dua pekan yang lalu. Sejak terpasang dan berfungsi, alat itu sudah mengukur kecepatan kendaraan. Hanya saja, layar atau tampilan pencatatnya belum difungsikan.

Pemasangan alat pengukur kecepatan tersebut sebagai upaya mencegah kecelakaan di jalan tersebut. Pasalnya, kecelakaan sering terjadi di Jalan Soekarno-Hatta.

"Untuk sekarang mencatat base-nya saja, mendatakan kendaraan yang melintas di jalan itu yang melebihi kendaraan," kata Asep.

Pada alat pengukur kecepatan itu langsung terhubung dengan CCTV. Nantinya, kamera itu akan mengukur kecepatan dan menangkap laju kecepatan kendaraan.

Tak hanya itu, kemudian kamera tersebut merekaman identitas mobil yang terekam CCTV. "Ke depan itu akan terkoneksi dengan sistem e tilang. Kendaraan yang melebihi batas kecepatan 60 km/jam, terekam CCTV, kemudian dikirim surat tilang elektronik," jelasnya.

"Faktor terjadinya kecelakaan itu salah satunya karena kecepatan. Batas kecepatan yang dibolehkan maksimal 60 km/jam. Pemasangan alat disana tujuannya untuk mencegah kecelakaan," tuturnya.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers