web analytics
  

Tes Antigen CePad Unpad Lebih Akurat dari Rapid Test dan Lebih Cepat dari PCR

Jumat, 30 Oktober 2020 15:34 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Nasional, Tes Antigen CePad Unpad Lebih Akurat dari Rapid Test dan Lebih Cepat dari PCR, Unpad,Universitas Padjadjaran,rapid tes,Rapid Test Made In Bandung,Rapid Test Antigen

Alat tes antigen CePad yang dikembangkan Universitas Padjajaran. (@ridwankamil/Instagram)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Universitas Padjajaran telah berhasil mengembangkan alat tes Covid-19 yang disebut lebih akurat dari rapid test.

Alat tes yang dinamai CePad tersebut mendeteksi antigen dalam tubuh seseorang alih-alih antibodi sebagaimana yang diterapkan dalam rapid test selama ini.

Peneliti dari Pusat Riset Bioteknologi Molekuler dan Bioinformatika Unpad, Muhammad Yusuf mengatakan, rapid test antibodi memiliki kekurangan baru bisa mendeteksi antibodi seseorang setidaknya 7 hari setelah terpapar. Sementara tes PCR yang lebih akurat masih menemui keterbatasan alat pemroses sampelnya di Indonesia.

Sehingga, alat tes antigen CePad disebut dapat menjadi jalan tengah antara rapid test dan tes PCR. Melalui deteksi antigen, hasil tes CePad bisa lebih akurat dari rapid test sekaligus lebih cepat dan hemat biaya dibanding tes PCR.

"Ketika seseorang terpapar virus, setelah 7 hari baru muncul antibodi. Maka untuk tes antibodi, baru bisa terdeteksi kalau orang tersebut sudah terpapar lebih dari 7 hari. Bila ingin mendeteksi orang yang sudah terpapar virus dan berpotensi menularkannya ke orang lain memang dengan deteksi antigen," ungkap Yusuf dalam diskusi yang digelar Unpad secara daring, Kamis (29/10/2020).

Ia mengatakan, secara teori tes PCR sebenarnya bisa mengeluarkan hasil pemeriksaan Covid-19 dalam beberapa jam. Namun, hingga saat ini alat yang tersedia terbatas sehingga hasil baru bisa keluar 2-7 hari kemudian.

"Selama menunggu 2-7 hari itu kan orang sulit membatasi diri untuk beraktivitas. Yang kita perlukan adalah alat uji yang bisa memberi informasi seseorang terpapar atau tidak dalam satu hari bahkan hitungan menit. Walaupun secara akurasi, sensitivitas tes antigen ini tidak sebagus PCR," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengatakan, tes antigen dapat mendeteksi keberadaan virus penyebab Covid-19 dengan lebih cepat bila dibandingkan dengan tes PCR di Indonesia saat ini yang alatnya terbatas. Tes antigen dapat mendeteksi keberadaan virus dalam sebuah sampel, ketika jumlah virus dalam sampel tersebut banyak.

"Jumlah virus yang banyak ini adalah ketika virus tersebut berpotensi menular pada orang lain atau infeksius. Bila orang yang sudah terpapar virus tersebut bisa terdeteksi, maka diharapkan virusnya bisa berhenti di dia saja," paparnya.

Yusuf mengatakan, tes antigen CePad mengambil sampel lewat nasofaring atau tenggorokan bagian atas sebagaimana tes PCR swab. Nantinya, sampel dicampurkan ke cairan dan dalam 20 menit hasilnya sudah dapat terlihat.

"Dalam tes antigen ini, sampel yang positif akan menunjukan dua garis, kalau negatif hanya satu garis," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan eksperimen yang menunjukan bahwa tes antigen CePad bisa dengan spesifik mendeteksi virus penyebab Covid-19 saja, yakni SARS-CoV-2. Sehingga, hasil yang positif memang menunjukan seseorang memiliki SARS-CoV-2 di dalam tubuhnya, bukan virus yang lain.

"Dibuktikan dengan eksperimen di lab, virus lain selain SARS-CoV-2 tidak terdeteksi. bahkan keluarga Coronavirus lainnya juga tidak," ungkapnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers