web analytics
  

Mengajak Anak Cinta Bahasa Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2020 15:09 WIB
Umum - Pendidikan, Mengajak Anak Cinta Bahasa Indonesia, Bahasa dan Sastra Indonesia,Menanamkan pada anak cinta bahasa Indonesia

Kecintaan pada Bahasa Indonesia. (istimewa)

AYOBANDUNG.COM -- Tanggal 28 Oktober adalah Hari Sumpah Pemuda. Di dalamnya ditetapkan Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. Lalu, bulan Oktober pun ditetapkan sebagai bulan bahasa. Kecintaan kepada Indonesia berarti juga cinta pada bahasa Indonesia dan sastranya.

Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”, penting bagi kita sebagai orangtua untuk menanamkan akar kecintaan Indonesia yang kuat dan dalam pada diri anak-anak. Salah satu caranya, dengan memperkenalkan dan membangun kebiasaan berbahasa dan bersastra Indonesia dengan mereka.

Dalam rangka bulan bahasa dan sastra Indonesia, Natalia Lie selaku guru sekolah dasar Bahasa Indonesia di SinarMas World Academy (SWA), berbagi pengalaman dan cara-cara yang dilakukannya dalam membuat bahasa dan sastra Indonesia tidak kalah menariknya dibandingkan bahasa asing. Ini dia, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima.

1. Sesuaikan dengan Umur Anak
Penting untuk memastikan pengenalan bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan umur anak. Misal, jika kosakata anak masih terbatas, ia dapat diperkenalkan terlebih dahulu dengan puisi dan pantun yang memiliki kata-kata tergolong lebih sederhana dan singkat.

Apabila orang tua membacakan cerita, dianjurkan untuk sebelumnya sudah membaca ceritanya dan mengimprovisasi cerita menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak.

Dan pada saat anak sudah dapat membaca, berikan ia kebebasan memilih buku dongeng yang menarik hatinya. Namun, pastikan pilihan yang diberikan sesuai dengan umurnya. Dengan begitu, mereka akan dapat membaca tanpa kesulitan. Menikmati membaca pun akan menjadi akar dari kebiasaan sehat membaca.

2. Bercerita dengan Visual
Meski sastra Indonesia beragam, anak-anak umumnya akan selalu tertarik dengan prosa, cerita dongeng. Pada saat penyampaian cerita dongeng, usahakan agar anak melihat gambar-gambar yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia. Putri berkulit sawo matang dengan kain batiknya, pangeran berkulit gelap bersenjatakan keris, dan burung garuda yang gagah dan bijaksana.

Mungkin anak selama ini terlalu sering melihat visual yang menggambarkan budaya asing. Nah, dengan kita memperkenalkan budaya Indonesia yang berbeda, mereka akan dapat merangkul keberagaman dan memiliki tokoh cerita yang serupa dengan diri mereka. Penggunaan alat peraga pun akan membantu anak memvisualisasikan cerita yang mereka dengar dan memperkaya imajinasi mereka. Tidak jarang juga, melalui cerita kita bisa memperkenalkan budaya musik Indonesia seperti gamelan, dan angklung sebagai pendukung cerita.

3. Ajak Anak Berimajinasi dan Berkarya
Dengan keberagaman budaya yang diperkenalkan pada anak, ajak mereka untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam sebuah karya. Bisa berupa lukisan dengan alur cerita yang mereka buat, ataupun ke dalam sandiwara yang mereka peragakan. Pengalaman berimajinasi dan menjadikan imajinasi mereka sebuah karya akan menjadi fondasi kuat dalam proses menanamkan budaya yang mereka pelajari.

Tidak ada salah benar ketika anak berimajinasi, karena tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan mereka mengingat dan mengerti apa yang sudah diperkenalkan kepada mereka. Menanamkan kebiasaan untuk membuat sebuah karya yang terinspirasi dari bacaan yang mereka baru selesaikan, merupakan sebuah kebiasaan baik untuk ditanamkan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan
dewanpers