web analytics
  

Tim Kuasa Hukum Habib Bahar: Pelapor Sudah Mencabut Laporan, Ini Buktinya

Jumat, 30 Oktober 2020 15:22 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Tim Kuasa Hukum Habib Bahar: Pelapor Sudah Mencabut Laporan, Ini Buktinya, Habib Bahar bin Smith,Habib Bahar tersangka,Sidang Perdana Habib Bahar

Surat Andriansyah yang mencabut laporan kepolisian terhadap kasus Habib Bahar. (Istimewa)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Habib Bahar bin Smith kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Kali ini, Bahar dikaitkan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan terhadap sopir taksi online bernama Andriansyah.

Namun Kuasa Hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar, mengatakan bahwa Andriansyah telah mencabut laporan kepolisian terhadap kasus Habib Bahar tersebut.

"Ini ada dokumen yang menjelaskan bahwa surat pelaporannya sudah dicabut oleh pelapor Andriansyah, saat itu tanggal 8 Juni 2020," ujar Aziz ketika dikonfirmasi, Jumat (30/10/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa di dokumen tersebut telah ditanda tangani oleh pihak pelapor.

"Polres Bogor yang menerima laporan menolak, akhirnya dikirim ke penyidik Polda Jabar waktu itu, namanya Pak Cucu. Kemarin dikirim lagi dokumennya, itu saya dapat dari kuasa hukumnya pelapor." jelasnya.

Dalam dokumen yang ditanda tangani Andriansyah pada tanggal 8 Juni 2020 tersebut, tertulis sebagai berikut:

'Saya yang bertanda tangan dibawah ini Andriansyah, laki-laki, tidak bekerja, bertempat tinggal di Kampung Batu Gede, RT03 RW 07, Desa Cilebut Barat. Dengan ini saya memutuskan mencabut/membatalkan dengan No.Pol: Lp/60/IX/2018/JBR/RestaBgr, tanggal 4 September 2018 dikantor kepolisian Resort Kota Bogor dan/atau kantor kepolisian Jawa Barat. Demikian surat pencabutan/pembatalan laporan kepolisian ini dibuat'

"Soal penetapan tersangka, Habib Bahar mengatakan, jangankan tersangka, Habib Bahar bin Smith adalah orang yang sangat merindukan kematian, jadi bukan hanya tersangka," lanjut Aziz.

Sebagaimana diketahui, aksi penganiayaan oleh Bahar dilakukan di kawasan Perumahan Bukit Cimanggu, Kota Bogor.

Adapun dalam kasus itu, Bahar disangkakan Pasal 170 dan 351 KUHPidana dan diancam kurungan di atas lima tahun. Penetapan tersangka didasarkan laporan yang diterima polisi pada bulan September 2018 dan setelah melalui rangkaian proses gelar perkara.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers